Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 16 Februari 2016

Mengapa Anak Perempuan Lebih Cerdas daripada Anak Laki-Laki di Sekolah?



Semua orang pasti ingin memiliki buah hati yang sehat dan cerdas.

“Laki-laki perempuan sama aja, deh. Yang penting pinter sama sehat.”

Begitu kan kira-kira jawaban diplomatis beberapa pasutri ketika ditanya tentang jenis kelamin anak yang mereka inginkan. Faktanya, anak laki-laki dan anak perempuan memiliki banyak perbedaan terutama dalam hal akademik. Mayoritas anak perempuan biasanya lebih cerdas daripada anak laki-laki di sekolah.

Fakta Ilmiah Tentang Kecerdasan Anak Sekolah

Ada sebuah penelitian yang dilakukan dari tahun 2000 hingga tahun 2010 tentang perbedaan kecerdasan anak laki-laki dan anak perempuan di sekolah. Penelitian dalam kurun waktu yang lama tersebut melibatkan 1,5 juta anak berusia 15 tahun. Hasilnya, sebanyak 70 persen negara yang diteliti memiliki karakteristik anak perempuan yang lebih cerdas daripada anak lelaki dalam urusan akademis. 

Hal-hal apa yang menyebabkan mayoritas anak perempuan lebih cerdas daripada anak laki-laki di sekolah?

Lebih Rajin Membaca

Membaca adalah hal dasar yang harus dilakukan secara teratur untuk mempelajari sesuatu. Ketika anak-anak perempuan rajin membaca, secara otomatis pengetahuannya pun akan bertambah. Apalagi jika buku atau informasi yang dibaca berkaitan dengan berbagai materi pelajaran di sekolah. Sudah pasti nilai-nilai anak perempuan di sekolah pun akan semakin memuaskan.

Sebaliknya, anak laki-laki yang malas membaca pasti memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Kebiasaan anak laki-laki yang malas membaca berbanding lurus dengan nilai-nilainya di sekolah. Semakin malas membaca, kemungkinan besar nilainya pun akan semakin jeblok.

Lebih Rajin Mengerjakan PR


Studi yang dilakukan tentang manfaat PR menyatakan bahwa mengerjakan PR yang diberikan guru akan membuat kompetensi di bidang matematika, sains, dan bahasa semakin meningkat. Rata-rata anak perempuan menghabiskan waktu 5,5 jam per minggu untuk mengerjakan PR. Sementara anak laki-laki rata-rata hanya menghabiskan waktu kurang dari 4,5 jam per minggu untuk kegiatan yang sama.

Anak laki-laki lebih suka menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya. Tujuh belas persen anak laki-laki mengaku suka bermain game online dan menghabiskan banyak waktu untuk mengakses internet.

Turut Dipengaruhi Oleh Teman Sebaya

Bagi anak laki-laki, bergaul dengan teman sebaya memang mengasyikkan. Tak heran jika banyak anak laki-laki yang nakal dan sering membuat kegaduhan di kelas bersama teman-temannya. Waktu bermain dan bergaul yang terlalu banyak akan membuat semangat belajar anak laki-laki jadi menurun. Sehingga hal ini dapat berimbas pada melorotnya nilai-nilai pelajaran di sekolah.

Sifat Dasar Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki Memang Berbeda

Pada dasarnya sifat perempuan dan laki-laki memang berbeda. Hal ini sudah ditunjukkan sejak usia anak-anak. Kebanyakan anak perempuan akan merasa puas jika tulisannya rapi, nilai-nilainya selalu bagus, dan selalu mendapat pujian dari guru. Semua hal tersebut terjadi karena perempuan memang lebih berorientasi pada hal-hal kecil dan proses mengolah rasa dalam menjalani hidup.

Berbeda halnya dengan perempuan, laki-laki lebih mengedepankan pola pikir secara holistik dan berpegangan pada logika. Anak laki-laki yang cerdas biasanya tidak terlalu berorientasi pada nilai-nilai yang sempurna di kelas. Karena baginya, memahami pelajaran secara keseluruhan jauh lebih penting daripada esensi perolehan nilai dalam suatu mata pelajaran.

Sebagian anak laki-laki yang cerdas memilih untuk mementingkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya ketika belajar. Sedangkan sebagian yang lainnya justru asyik dengan dunia bermain dan pergaulannya. Hingga tak jarang mereka lupa bahwa belajar adalah salah satu kegiatan yang akan mendukung tumbuh kembang dan masa depan mereka.


Jadi, itulah sebabnya mengapa laki-laki sering menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab. Karena mereka bisa memandang sebuah permasalahan secara utuh dan mencari penyelesaian yang paling efektif. Demi menjadi pemimpin yang baik, laki-laki juga membutuhkan ketekunan dan intuisi wanita untuk menganalisis sebuah masalah secara detail. 

Laki-laki dan perempuan harus bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Karena sesungguhnya, tidak ada yang lebih cerdas atau lebih bodoh di antara laki-laki dan wanita. Hanya ada perbedaan pandangan dan pola pikir dalam menghadapi sesuatu. Bukan berarti tidak ada anak laki-laki yang cerdas dalam bidang akademik, ya. Semuanya kembali lagi pada potensi diri masing-masing serta dukungan dari orang tua dan guru.










3 komentar:

  1. Sepakat mbak, saya ada kenalan sama wanita yang dia pintar, hem saya kalah sama dia. Terus saat saya dan dia magang bareng, dan disitu saling kerja sama. Alhamdulillah bisa hasilkan kolaborasi yang luar biasa. Alhasil magangnya jadi sukses :) Poin pentingnya, saya harus banyak membaca dan ngamalkannya, biar gak kalah sama istri nantinya hehe

    BalasHapus
  2. Pasti bisa Mas...
    Kolaborasi pasti bikin pekerjaan dan hal lain jadi maksimal.
    Apalagi kolaborasi sama istri nih
    Hehehhehe

    BalasHapus
  3. Tulisan yang sangat menginspirasi.

    FYI, mohon maaf sebelumnya bila kurang berkenan. Bila sekiranya tertarik untuk membukukan tulisan-tulisan di blog ini, kami bisa bantu dr mulai proses pengumpulan tulisan, layout, desain kaver buku, pengajuan ISBN (bila diperlukan), cetak, dengan oplag minimal sekalipun (5 eks).
    Untuk informasi selanjutnya silakan hubungi kami: https://heryamedia.wordpress.com/

    Untuk informasi selanjutnya bisa hub kami:
    E. heryamedia@gmail.com
    WA 0877-67866622

    BalasHapus

 
Copyright©Melisa