Memoar, Opini, Kata Hati

Kamis, 18 Februari 2016

Try Out = Mencoba Keluar


Bulan Februari seperti sekarang ini biasanya sebagian murid sedang disibukkan dengan kegiatan try out. Ya, murid-murid di tingkat terakhir dalam suatu satuan pendidikan memang harus menjalani ujian akhir sebelum dinyatakan lulus dari pendidikannya. Ujian akhir tersebut dikenal dengan sebutan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD, SMP, SMU, dan pendidikan sederajat lainnya.

Try out bisa diartikan sebagai uji coba sebelum pelaksanaan UN yang sesungguhnya. Biasanya pelaksanaan try out tidak cukup sekali saja. Sebab kemampuan murid-murid dalam hal belajar semakin membaik ketika sudah menjalani try out lebih dari 2 kali.

Secuil Kisah Nyata Tentang Try Out

Kejadian ini terjadi di sebuah sekolah swasta di tahun 2009. Siang itu, murid kelas 3 SMU sedang menyelesaikan try out Matematika. Pelaksanaan try out ketiga hari itu diawasi langsung oleh sang wali kelas, sebut saja Pak Jes.

Di sekolah, Pak Jes dikenal sebagai sosok guru yang tegas. Beliau sangat tidak suka jika ada muridnya yang tidak sungguh-sungguh ketika belajar. Dengan penuh ketelitian, saat itu Pak Jes mengamati muridnya satu per satu selama try out berlangsung. Semuanya berlangsung lancar dan murid pun tidak membuat kegaduhan ketika mengerjakan soal-soal try out.

Selain kertas soal dan lembar jawaban, masing-masing murid mendapat selembar kertas buram untuk menghitung jawaban secara manual. Bukannya menghitung, tak sedikit yang memanfaatkan kertas buram tersebut untuk membuat “karya seni dadakan”. Ragam ukiran, curahan hati hingga gambar-gambar penuh keindahan dapat ditemukan di kertas buram saat try out Matematika usai.
Sumber :
Instagram

Marga, Pak Jes, dan Try Out Matematika

Sebut saja dia Bunga. Eh, jangan bunga deh, bosen. Sebut saja namanya Marga. Sosok murid perempuan yang satu ini berperawakan kecil dengan rambut panjang yang tergerai sepinggang. Hari itu Marga sudah selesai mengerjakan try out Matematika. Ia pun sempat tercenung sembari memandangi kertas buram di mejanya.

Aha. Marga tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang untuk mengusir rasa bosannya. Ia mulai menggerak-gerakkan pensil mekanik di atas kertas buram. Tulisan itu ia gambarkan dengan ukuran besar sekali, menggunakan huruf balok yang jelas terbaca dari jarak 6 meter. Sederhana saja, Marga hanya membuat tulisan “Try Out = Mencoba keluar”. 

Saking asyiknya menggambar, Marga tidak sadar jika Pak Jes sudah berdiri di sisi kirinya. Pak Jes yang melihat kertas buram Marga kemudian berujar dengan suara yang berat.

Try Out, mencoba keluar.”                                 
“Eh, uh, Bapak…” Marga langsung salah tingkah.
“Maaaar… kamu mau keluar?” Pak Jes Memberi isyarat mengusir Marga dari kelas.
“Enggak, Pak …” Jawab Marga sambil tersenyum.

Senyum Marga siang itu tampak lucu sekali. Barisan giginya yang rapi berusaha melunakkan hati Pak Jes. Menyaksikan kejadian tersebut, semua murid di kelas tertawa terbahak-bahak. Pak Jes pun tersenyum, lengan kanannya menyenggol bahu Marga kala beliau berlalu ke depan kelas. Melihat Pak Jes berlalu dari hadapannya, Marga lantas mengeluarkan selembar saputangan dan menyeka keringat di dahinya.

Ya, keringat nervous karena aksi kreativitasnya di atas kertas buram baru saja disergap Pak Jes. Kejadian di siang itu menjadi memori lucu di masa kini. Memori yang kalau diingat-ingat, pasti berhasil membuat murid yang pernah menyaksikannya jadi tersenyum simpul.









4 komentar:

  1. Halo Mba Mel.. ini kunjungan balasan dari saya hehe

    Memang Kadang2 murid suka bikin tingkah koplak yang bikin gurunya harus menahan tawa ya haha....


    BalasHapus
  2. Halo Masnya...
    Iya bener, itu pengalaman temenku waktu try out SMU.
    Seisi kelas ngakak gara2 kekoplakan sederhana.
    Selamat ngeblog ya, Mas.
    Aku seneng baca tulisannya Pak Guru yang sharing2 tentang kejadian sehari-hari.

    Jangan lupa dishare tulisannya :)

    BalasHapus
  3. Masa SMA itu masa yang sangat menyenangkan, teringat masa lalu yang penuh cerita dan cinta,,, Hehehe ketahuan!! pokoknya asik dech,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyeeeee...
      Pokoknya yang lucu dan seru biasanya kejadian pas SMA ya, Mas Katon :)

      Hapus

 
Copyright©Melisa