Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 28 Juni 2016

Meski Bergaji Kecil, Membeli Barang Tak Jadi Soal Bagi Guru






Kebutuhan barang elektronik di zaman modern ini memang semakin banyak. Apalagi semakin kini produsen berlomba-lomba menghadirkan variasi barang yang canggih dan menarik. Semua profesi memiliki kebutuhan tersendiri. Salah satu profesi yang paling bergantung dengan perkembangan teknologi adalah guru.

Sabtu, 25 Juni 2016

Catatan untuk Para Pemimpin yang Kukasihi





Tak kusangka secepat ini akan mendapat kabar dari kalian. Secepat berkedipnya kelopak mata atau membalikkan telapak tangan. Entah aku harus bersyukur atau menatap nanar. Melihat kalian yang kukasihi benar-benar mendapatkan kesempatan itu. Sudah pasti aku gembira mendengar kabar tersebut. Tetapi aku juga punya keresahan tersendiri. Membayangkan semburat awan kelabu yang membuat kalian merasa kalut.

Takdir tidak pernah salah memilih arahnya. Di kala takdir itu sudah memilih kalian, tak ada alasan lagi untuk menggelengkan kepala. Jika sekarang kalian yang mendapat kesempatan, berarti Ia sudah menghendakinya sejak lama. Puluhan tahun kiranya Ia menempa dan menyiapkan kalian. Agar hari ini kalian mampu berdiri tegar dan siap menghalau badai masalah.

Derai air mata yang kalian tumpahkan kemarin menjadi penutup sempurna bagi lembaran lama. Belajarlah dari pemimpin-pemimpin kalian yang terdahulu. Tentu ada hal baik untuk dipetik dan hal buruk yang mesti ditinggalkan. Sesekali tidak ada salahnya menoleh ke belakang. Untuk belajar dari kesalahan dan berterima kasih pada pahitnya pengalaman. Kejernihan hati dan cita-cita mulia nanti akan membantu kalian mengurai masalah satu per satu.

Menyatukan dua pikiran dan dua hati bukanlah perkara mudah. Kendati demikian, tekad dan persahabatan kalian pasti membantu mewujudkannya. Perselisihan itu soal biasa. Salah satu dari kalian berhak marah sejenak. Bilamana seorang lainnya sedang keliru dan patut disadarkan.

Jangan lakukan perang dingin terlalu lama. Sebab ada kapal besar yang menunggu titah kalian. Bukankah sang nakhoda dan pendampingnya harus saling melengkapi satu sama lain?



Tentang perantara kasih-Nya kepada kalian, tentu malaikat pun tahu kalau akulah salah satunya. Namun sekarang aku tak akan mencintai kalian apa adanya lagi. Karena kini dua pemegang kendali harus mendapat tuntutan baru. Agar terus terpacu melangkah maju.

Pada akhirnya semua akan pergi dari dunia ini, kecuali doa. Jadi, mohon doakan aku supaya kasihku kepada kalian tidak pernah berubah. Supaya aku punya kekuatan untuk membantu kalian semampuku. Selama masih ada napas yang bisa kuhembuskan, maka selama itu pula aku akan berusaha menguntai doa-doa demi perjuangan kalian.

Barangkali aku terlalu banal untuk menyampaikan segenap doaku. Meskipun begitu, biasanya doa anak untuk sang ibu beroleh jawaban terbaik dari-Nya. Yakinlah bahwa hal-hal baik yang dahulu kalian tanam bisa segera kalian tuai di masa kepemimpinan ini.


Semoga semangat juang kalian menyerupai mentari yang menyinari bumi. Yang tidak pernah berjanji terbit lagi di esok hari. Tetapi selalu hadir demi menghangatkan seisi dunia.



Demikian catatan untuk para pemimpin yang kukasihi.
Salam takzim selalu dari aku, putrimu.










Rabu, 22 Juni 2016

Serba-Serbi Humblebrag dan Hubungannya dengan Anak-Anak






Pernah dengar tentang istilah humblebrag?
Istilah yang satu ini memang masih terasa asing bagi sebagian besar orang Indonesia, ya. Faktanya, meski terdengar asing sebenarnya humblebrag mulai terjadi bahkan sejak usia kanak-kanak.

Definisi Sederhana Tentang Humblebrag




Sumber :
Seattlesportsnet.com
 
Humblebrag berasal dari dua kata dalam Bahasa Inggris yaitu humble yang berarti sederhana dan brag yang berarti membual. Secara harfiah, humblebrag dapat didefinisikan sebagai tindakan mencela diri sendiri atau menunjukkan suatu kesederhanaan. Tujuan humblebrag yaitu menarik perhatian orang lain terhadap sesuatu yang sebenarnya ingin dibanggakan. Atau dengan kata lain, humblebrag adalah sombong yang terselubung.

Rabu, 08 Juni 2016

Hulu dari Setiap Perjalanan Itu Adalah Rumah





Kalau ditanya tentang tempat paling nyaman yang saya sukai, jawabannya sudah pasti adalah rumah. Saya bukan tipe orang yang senang bepergian atau travelling ke tempat-tempat yang jauh. Bagi saya, rumah yang nyaman merupakan sebuah inspirasi dan kebahagiaan besar. Di sudut mana pun saya berada, asalkan itu di rumah maka saya akan merasa bahagia. Ah, bahagia memang sederhana, ya.

Jumat, 03 Juni 2016

Semoga Kalianlah yang Jadi Jawabannya





Bukankah menyenangkan jikalau kamu bisa berjalan berdampingan dengan sahabatmu?

Langkah kakimu dan langkah kakinya tentu tak selalu seirama. Namun tekadmu demi mewujudkan cita-cita mulia merupakan alasan yang lebih dari cukup untuk melangkah bersama. Sesekali bila dia tertinggal, kamu bisa berhenti sejenak untuk menunggunya. Sementara jika dia mulai berhenti seraya mengeluh, maka kamu siap menarik tangannya dan mengajaknya melanjutkan perjalanan.

Tatkala dia mengambil jalan yang salah, wajar kalau kamu merasa kesal dengan keputusannya. Tetapi perasaan itu tak akan berlangsung lama. Sebab kamu tentu sigap untuk segera mengingatkannya.Watakmu yang tegas dan cekatan membuatmu kerap berada beberapa langkah di depannya. Nanti dia juga akan memberitahumu. Bahwa ada kalanya melangkah perlahan-lahan sangat dibutuhkan. Supaya tidak salah mengambil jalan atau terkena jebakan.

 
Copyright©Melisa