Memoar, Opini, Kata Hati

Jumat, 09 September 2016

Kepulihanmu Adalah Permohonan Kami





Kamu barangkali tidak tahu. Bahkan tidak akan pernah tahu bila tidak membaca tulisanku ini. Bahwa aku selalu mengagumi ketangguhanmu. Perempuan yang kukasihi, yang tidak pernah tampak lelah dan sakit selama ini. Namun sapaanmu malam itu di layar gawaiku seakan membuat degup jantungku berhenti sejenak.

Beberapa jam itu terasa amat lama sewaktu kamu belum membalas pesanku. Aku tidak menyangka bahwa rasa sakit tiba-tiba yang kualami sore itu adalah sebuah firasat. Pertanda yang ditunjukkan kepadaku kalau kamu sedang tidak berada dalam keadaan baik. Rupanya semesta sangat memahami kedekatan hati kita. Hanya saja aku terlalu bebal untuk lekas menyadari pertanda itu.


Aku tak sanggup membayangkan rasa sakit dan resah yang kamu alami. Tetapi semesta terus memberikan pertanda itu selama beberapa hari. Aku pun menjadi sangat tersiksa dengan perasaan yang berkecamuk dan menyita fokus pikiranku. Setiap kali aku berhenti beraktivitas, ingatanku pasti langsung tertuju pada keadaanmu.

Aku pernah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak pernah melihatmu mengenakan kacamata sejak pertama kali kita bertemu. Kini aku sunggu menyesalkan perkataanku itu. Janjiku hanya satu. Aku tidak akan mengatakan hal-hal aneh lagi. Sebab aku hanya ingin segala sesuatu yang baik dan indah yang menjadi kenyataan.

Aku sangat menyukai matamu. Tetapi aku jauh lebih mencintai mataku. Karena tanpa mataku, aku tidak bisa melihat binar-binar kasih tulus dan semangat di matamu. Kini kacamata akan segera membingkai matamu yang begitu indah. Aku tidak peduli akan hal itu. Hal yang kupedulikan dan kuinginkan hanyalah kesembuhanmu.

Kepulihanmu adalah permohonan kami. Karena aku dan mereka tidak akan bisa melalui hari-hari berikutnya tanpa kasih dan semangat darimu. Salah satu dari matahariku rupanya sedang agak meredup dan butuh istirahat sejenak. Beristirahatlah sebentar supaya kamu lekas kembali memancarkan semangat baru. Janganlah kamu memaksakan diri karena mengkhawatirkan kami. Jagalah dirimu dengan baik agar kamu segera bisa menjaga dan membimbing kamu setelah pulih nanti. Semoga doa-doa kami menjadi penguat mustajab yang mendukung kepulihanmu.


Tersenyumlah kembali, matahariku. Biarkan kacamatamu memperlihatkan dunia yang indah sejak kamu mulai mengenakannya nanti.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa