Memoar, Opini, Kata Hati

Minggu, 01 Januari 2017

Yang Baru dan Seru di Penghujung Tahun 2016 : Alumni Mengajar






Pernah dengar tentang Indonesia Mengajar?

Gerakan di bidang pendidikan ini mengajak anak muda dari berbagai daerah di tanah air untuk lebih peduli pada dunia pendidikan. Visi dan misi program ini tidak muluk-muluk, yaitu mewujudkan pemerataan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil. Sehingga anak-anak usia sekolah tersebut bisa turut mendapatkan pendidikan yang berkualitas dari segi tenaga pengajar, fasilitas, dan materi pelajaran.

Sayangnya …


Masih banyak orang yang merasa terhambat oleh kendala waktu dan tempat jika ingin berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Mengajar. Padahal sebenarnya berbagi ilmu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tidak harus selalu melalui wadah organisasi non profit di bidang pendidikan.


Kegiatan berbagi ilmu secara menyenangkan telah dilakukan oleh salah satu SD di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Menyapa adik-adik kecil dan berbagi kebahagiaan tidak harus menyita waktu dan membuat kita merasa repot. Melalui program Alumni Mengajar, kakak-kakak alumni sekolah bisa menyapa adik-adik kelasnya dan berbagi pengalaman.

 
Sumber :
Dokumentasi Pribadi



Serba-Serbi Alumni Mengajar Ala SD Santo Lukas 1


Tidak ada visi misi atau tujuan besar yang mendasari program alumni mengajar di SD Santo Lukas 1. Pada awalnya, kegiatan ini menjadi acara selingan kegiatan belajar dan mengajar. Targetnya sangat sederhana, hanya ingin menghadirkan suasana baru dan segar bagi murid-murid kelas 6.

“Murid-murid kan bosen kalo liat muka gurunya terus.”
Begitu deh kira-kira ucapan salah seorang guru senior yang menggagas program alumni mengajar sejak awal tahun 2016. Akhirnya kegiatan ini berhasil dilaksanakan pertama kali pada tanggal 5 Agustus 2016. Keseruan demi keseruan mewarnai kegiatan alumni mengajar yang pertama. Karena murid-murid kelas 6 ternyata begitu antusias bertemu kakak kelasnya. 

Ada banyak hal yang dilakukan murid-murid bersama kakak kelasnya yang mampir untuk mengajar. Murid-murid tersebut bisa bertanya banyak hal tentang pengalaman sekolah kakak kelasnya, kesan-kesan selama diajar oleh guru tertentu, hobi, pengalaman kerja, dan masih banyak lagi. Pada kegiatan pertama Alumni Mengajar, kakak alumni yang berpartisipasi di kelas sedang menjalani profesi yang tidak biasa. Bukan sekadar kerja kantoran, profesi sebagai penulis lepas rupanya berhasil menggugah rasa ingin tahu murid-murid. Sehingga pertanyaan-pertanyaan seru seputar pelajaran Bahasa Indonesia dan dunia menulis pun terus dilontarkan oleh murid-murid secara bergantian. 

Berkumpul dengan murid-murid kelas 6 rupanya seru sekali. Dua jam pelajaran dengan total waktu 70 menit rasanya belum cukup untuk menuntaskan pelajaran, cerita nostalgia, dan permainan interaktif. Pengalaman pertama Alumni Mengajar sangat berkesan bagi kakak alumni, murid-murid, maupun guru. Inilah yang membuat guru serta alumni sekolah mulai menyusun gagasan kegiatan Alumni Mengajar sesi selanjutnya.

Konsep Unik untuk Mengembangkan Bakat Murid


Kreativitas dalam menyusun konsep kegiatan Alumni Mengajar membuat murid-murid tidak sabar mengikuti sesi selanjutnya. Pada sesi kedua, dua orang alumni yang menjadi pengisi kegiatan menyuguhkan konsep talk show ala acara TV. Di setiap kelas, ada dua orang murid yang bertugas menjadi pembawa acara dan dua orang sebagai tim dokumentasi. Sementara itu, murid-murid lainnya bertugas mengumpulkan daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada kakak-kakak alumni.


Sumber :
Dokumentasi Pribadi
 

Sesi kegiatan alumni mengajar yang kedua juga diselingi games seru untuk memeriahkan suasana. Tak sekadar menyenangkan dan menghibur, kegiatan Alumni Mengajar dengan konsep ini juga sangat bermanfaat bagi murid-murid. Sebab murid-murid jadi kreatif dan bersemangat mengatur susunan acara di kelasnya. Bakat-bakat alami sewaktu memandu acara, membuat dokumentasi, serta menyusun pertanyaan pun mulai bermunculan. Hasilnya, suasana kelas menjadi lebih hidup dan jauh dari kata membosankan. Profesi alumni yang unik membuat murid-murid belajar banyak hal. Bahwa cita-cita tidak sekadar bisa jadi dokter, pilot, guru, atau polisi saja.

Harapan yang Tidak Muluk-Muluk


Kegiatan alumni mengajar tentu membawa harapan baru bagi keluarga besar sekolah. Harapan para guru untuk melihat kembalinya murid-murid kecil mereka yang kini sudah dewasa. Tak terlukiskan betapa bahagianya guru ketika melihat murid-muridnya sukses memilih jalan hidup masing-masing. Bahkan lebih menyenangkan lagi melihat murid-murid bisa mengenal dan berbagi kisah dengan kakak kelasnya. Bercerita bersama sembari tertawa saat mengingat masa sekolah dulu dan membandingkannya dengan kejadian di masa kini.


Sumber :
SayingImages.com


Sejatinya kita tidak perlu jadi orang besar dan terkenal untuk bisa berbagi. Ilmu dan pengalaman yang kita bagikan bisa membuat kita jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga program Alumni Mengajar yang sangat sederhana ini bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi. Sehingga sekolah-sekolah lain bisa mencontoh hal yang satu ini sebagai salah satu program rutin di sela-sela aktivitas belajar mengajar. 

Kini SD Santo Lukas 1 juga masih berbenah diri. Mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar seraya mengembangkan program Alumni Mengajar secara konsisten dan kreatif. Kakak-kakak alumni SD Santo Lukas 1 yang membaca tulisan sederhana ini, semoga tergugah untuk kembali ke sekolah, ya. Bapak Ibu guru kita sudah rindu dan menunggu kita “pulang”. Adik-adik kelas pun tak sabar ingin berkenalan dan berbagi dengan kakak-kakak kelasnya yang hebat.

Homecoming unites the past and the present.












1 komentar:

  1. Wihhh kerennn.... Nggak kepikiran saya ide seperti itu. Acara talkshow yang melibatkan siswa itu juga kreatif.

    Kegiatan ini memang pasti bikin suasana kelas jadi seru dan menambah wawasan anak tentang aneka profesi. Idealnya, kegiatan belajar memang harusnya variatif seperti itu. Memberi pengalaman baru bagi anak.

    BalasHapus

 
Copyright©Melisa