Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 07 Maret 2017

7 Hal yang Harus Diingat Kembali Saat Ingin Menyerah






“Mungkin gue memang gak ditakdirkan untuk memenangkan ini.”

Kalimat pesimis tersebut mungkin sering kita dengar. Atau malah kita sendiri yang pernah mengucapkannya. Rasa penat dan lelah ketika berjuang itu wajar. Namun jangan perasaan-perasaan tersebut membuat kita mudah menyerah. Hendaknya kita tidak membuat keputusan secara tiba-tiba sewaktu kondisi kita sedang tidak stabil. Agar keputusan sesaat tersebut tidak membuat kita menyesal di kemudian hari.

Mengucapkan kata menyerah itu sangat mudah. Tetapi sebaiknya kita mengingat-ingat kembali 7 hal ini saat kita ingin menyerah :


Sesuatu yang Sedang Kita Perjuangkan

Kadang kala kita begitu ngotot memperjuangkan sesuatu demi kebaikan diri sendiri, atau bahkan lebih mulia lagi yaitu untuk orang lain. Berjuang demi orang yang kita sayangi biasanya memberikan motivasi yang lebih besar bagi kita. Tentu kita ingin hal-hal yang kita perjuangkan bisa menjadi kenyataan. Supaya mereka yang merasakan hasil perjuangan kita dapat tersenyum bahagia dan memperoleh sesuatu yang lebih baik.  


Sumber :
lifestyledezine.com
 

Seluruh Perasaan Tak Menentu yang Kita Rasakan

Karena perjuangan tidak selalu mudah, kita pasti kerap mengalami masa-masa keterpurukan, Suatu periode yang membuat kita begitu marah, sedih, ingin menangis, atau menyesali kemampuan diri sendiri. Seluruh perasaan tak menentu itu harus dibayar dengan hasil yang setimpal. Berdirilah tegar, kuatkan hati dan tekad untuk mengatasi perang batin. Maju sedikit lagi dan raihlah kemenangan yang sudah disiapkan untuk kita.

Waktu yang Sudah Kita Korbankan

Mengorbankan waktu untuk berjuang itu ibarat mengantre untuk membeli makanan. Kelezatan makanan itu membuat antrean pembeli mengular dengan begitu penuhnya. Saat kita sudah ada di tengah-tengah antrean, mengorbankan waktu sekian jam, kita malah putus asa dan memutuskan untuk meninggalkan antrean. Padahal di depan sana, makanan hangat yang kita inginkan sudah menunggu kita. 

Bayangkanlah waktu yang sudah kita sia-siakan untuk berada di antrean tersebut. Berusaha untuk mendapatkan apa yang kita perjuangkan dan kita butuhkan. Jika akhirnya kita malah menyerah di tengah jalan, bukankah akan lebih baik bila dari awal kita tidak pernah mengantre?

Orang-Orang Terdekat yang Menantikan Keberhasilan Kita

Ternyata bukan hanya orang-orang yang kita perjuangkan saja yang menantikan keberhasilan kita. Di luar sana, orang-orang terdekat yang menyayangi kita sepenuh hati juga menunggu hal yang sama. Mereka adalah orang yang akan memberikan senyuman hangat dan menyalami kita saat kita berhasil memenangkan perjuangan.

Semoga kita tak sampai hati untuk menyerah ketika mengingat wajah-wajah mereka. Wajah-wajah yang setia mendampingi perjuangan kita sejak awal. Mereka yang tak pernah bosan meminjamkan bahunya untuk bersandar sejenak jikalau kita kelelahan saat berjuang.

Mereka yang Tertawa Bila Kita Menyerah

 

Masih ingat tentang mereka yang selalu menghalangi perjuangan kita?

Ya, mereka adalah orang-orang yang akan tertawa paling bahagia bila kita menyerah. Sebab mereka sudah berhasil membuat perjuangan kita terhenti di tengah jalan. Selanjutnya, mereka pun leluasa menjalankan keinginan-keinginan mereka. Tugas kita dalam menghadapi berjuang adalah menghentikan tawa mereka. Tunjukkan bahwa kita bukan pribadi yang lemah dan penakut.

Hal-Hal Berat yang Sudah Kita Lewati Sebelumnya

Anggap saja perjuangan itu ujian untuk “naik kelas”. Sebelum perjuangan kita hari ini, pasti kita pernah menghadapi hal lain yang tak kalah beratnya. Kalau hal-hal berat itu saja bisa kita taklukkan, lantas mengapa kali ini kita tidak bisa melakukan hal yang sama?

Tak akan ada kekuatan yang besar jika tidak didasari oleh perjuangan sekuat tenaga. Everybody has their own struggle. Kepribadian kita yang kuat hari ini adalah hasil dari pemahaman dan ketabahan kita dalam menghadapi lika-lika kehidupan. 

Jangan Lupa Bahwa Reputasi Juga Penting

 

 "Mau ditaro di mana muka gue kalo gue mundur. Malulah sama orang-orang..."


Reputasi diri sendiri adalah hal terakhir yang mesti menjadi pertimbangan ketika ingin menyerah. Benarkah kita mau menyerah begitu saja dan kehilangan muka di depan banyak orang?

Kali ini kita butuh kekerasan hati dan sedikit egoisme agar bisa terus melanjutkan perjuangan. Jangan mau dicemooh orang lain karena menyerah dan berhenti di tengah jalan. Apa yang sudah kita mulai, harus kita selesaikan. Pastikan kalau kita akan mendapatkan tepuk tangan dan ucapan selamat karena tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup kita.

Berhenti sejenak karena lelah berjuang itu sangat wajar. Semua orang pasti bisa merasakan lelah, semua orang tentu punya batas kesabaran. Namun tidak semua orang punya kemampuan besar untuk menyelesaikan perjuangan.



Keep your head up.
Keep your heart strong, Moms.
I’ll never let go of your hand.




 
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa