Memoar, Opini, Kata Hati

Senin, 26 Juni 2017

Domba, Anjing Gembala, dan Serigala



 

The sheeps go through life refusing to see evil.
The wolves are the evil preying on the sheeps.

But the sheepdogs?
They protect the sheeps.
They fight the evil.

So, don’t let the sheepdogs fighting each other.
Because it will make wolves strike while the iron is hot.

 
Kawanan domba itu beruntung memiliki dua ekor anjing gembala yang bertanggung jawab dan senantiasa siaga. Risiko diterkam oleh serigala lapar pun jadi berkurang. Domba-domba lemah yang dagingnya empuk itu selalu berlindung di balik penjagaan sang anjing gembala. Mereka adalah gerombolan naif yang terus bermimpi tak pernah bertemu serigala di sepanjang perjalanan.

Sementara sang serigala lapar justru telah mengincar kawanan domba lemah tersebut. Berharap ada kesempatan ketika dua ekor anjing gembala lengah dan mulai melemah. Pada saat itulah serigala berencana mengacak-acak gerombolan domba dan membuat keadaan menjadi kacau. Maka akan kenyanglah perut serigala serta puaslah hatinya.

Tetapi apa daya. Dua ekor anjing gembala itu juga makhluk hidup biasa. Mereka punya keterbatasan dalam menjalankan tugas yang diamanahkan kepada mereka. Ada kalanya mereka merasa lelah dan ingin mundur saja. Bahkan sesekali mereka pun saling berselisih satu sama lain. Mereka berhenti di tengah jalan, saling menunjukkan kegelisahan, dan perang dingin pun dimulai. Kalau sudah begini, tentu saja yang paling diuntungkan adalah si serigala. Karena dua anjing gembala sedang tak akur dan tidak memperhatikan gerombolan dombanya dengan cermat.


Wahai anjing-anjing serigala, perjalanan panjang itu memang tak selalu mulus dan menyenangkan. Banyak aral yang menghambat perjalananmu dan kawanan dombamu. Namun kalian berdua pasti tahu, bahwa kekompakan dan saling percaya adalah kuncinya. Supaya tak ada situasi lengah yang membuat kalian berselisih terlalu lama hingga akhirnya menguntungkan serigala. Perselisihan itu wajar. Tetapi selalu kukatakan, janganlah melakukan perang dingin terlalu lama. Ah, sudahlah. Mengapa aku jadi nyinyir begini.



Kalian pasti sudah tahu solusinya.
Sebab kalian selalu begitu sejak dulu. Saling memahami, melengkapi, menguatkan. 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa