Memoar, Opini, Kata Hati

Sabtu, 30 September 2017

11 Kutipan Puitis Berbahasa Indonesia Tentang Sosok Ibu



Siapakah Ibu?
Ibu bukan hanya orang yang rahimnya pernah kita tempati. Banyak hal yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan sosok Ibu. Barangkali kita kerap canggung mengutarakan isi hati kepadanya. Tak jarang pula kita malah menyakitinya, entah sengaja ataupun tidak.

Penggambaran tentang sosok Ibu berhasil diinterpretasikan secara sempurna oleh beberapa orang.
Ini saatnya duduk sejenak sembari membaca penggalan-penggalan kata tentang dia yang kita cinta.


R.A. Kartini

Dan siapakah yang lebih banyak berusaha memajukan kesejahteraan budi itu …
Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia,
ialah wanita, Ibu …
Karena haribaan Ibu itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali.

Surat untuk Ibu - Joko Pinurbo

Semoga Ibu selalu sehat dan bahagia bersama penyakit yang menyayangi Ibu.
Jangan khawatirkan keadaan saya.
Saya akan normal-normal saja.
Sudah beberapa kali saya mencoba meralat nasib saya
dan syukurlah saya masih dinaungi kewarasan.
Kalaupun saya dilanda sakit atau bingung, saya tak akan memberi tahu Ibu.

Ibunda - WS Rendra

Kamu adalah tugu kehidupanku,
yang tak dibikin-bikin dan hambar seperti Monas dan Taman Mini.
Kamu adalah Indonesia Raya.
Kamu adalah hujan yang kulihat di desa.
Kamu adalah hutan di sekitar telaga.
Kamu adalah teratai kedamaian samadhi.
Kamu adalah kidung rakyat jelata.
Kamu adalah kiblat hati nurani di dalam kelakuanku.

Kahlil Gibran

Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas di kala kita lara.
Impian kita di kala rengas.
Dan rujukan kita di kala nista.

Tere Liye

Ibu adalah orang terakhir yang berputus harapan,
saat semua orang telah menyerah dengan kita.
Tidak pernah berhenti.
Dan doa Ibu yang tulus
Meski kadang kita tidak tahu
dia menangis malam-malam mendoakan kita,
boleh jadi telah membuka begitu banyak kunci kesempatan kepada kita.

Andrea Hirata

Nasihat Ibu bak suara Tuhan.
Nasihat Ibu, sering meragukan awalnya, apa adanya, tak ilmiah, tak keren, tak penting.
Namun di ujung sana nanti, pendapat yang hakiki itu pastilah nasihat Ibu.

Dewi Lestari

Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi
untuk merangkai jutaan hal kecil
agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
Bukan baginya.

Renjanatuju

Sering kali yang membuat kita masih selama bukan keberuntungan.
Tapi doa Ibu, doa Ibu, dan doa Ibu.

D. Zawawi Imron

Ibu, jika aku ikut ujian, lalu ditanya tentang pahlawan.
Namamu Ibu, yang kusebut paling dahulu.

@RizgaWilda

Malaikat penjaga tak bersayap,
dengan sepasang tangan penuh kasih dan surga di telapak kakinya.
Panggil dia “Ibu”.

@Irf_Journey

Ibu,
pinjami aku hatimu sebentar,
agar aku paham
apa yang engkau rasakan
atas apa yang tak dapat aku lihat.



 
Bu, aku memang tak selalu mengadu kepadamu. Sepasang mata kita pun tidak sering bertemu pandang. Namun aku tahu bahwa tanganmu yang hangat akan senantiasa ada ketika aku membutuhkannya. Mana tega aku mengoyak hatimu yang penuh kasih sayang itu. Doa-doamu sudah lebih dari cukup untuk mengiringi langkahku. Setiap kali aku berhasil membuatmu tersenyum, mudah-mudahan Dia sedang menambahkan pahalaku. 

Hatimu Ibu, adalah tempat terhangat untuk melepas lara.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa