Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 12 Juli 2016

Ragam Ilmu Non Akademis yang Wajib Dikuasai Guru





“Jadi guru itu gampang kan. Apalagi guru TK dan SD.”

Ah, kata siapa. Jangan suka sok tau dulu kalau belum pernah menjalankannya. Ilmu-ilmu yang dipelajari anak TK dan SD mungkin terlihat sederhana. Hanya membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan umum tingkat dasar. Tetapi bukan berarti menjadi guru yang baik bisa dilakukan oleh semua orang.

Mungkin semua orang bisa menjadi guru. Namun hanya sedikit yang mampu menjadi pendidik berkualitas. Selain harus menguasai ilmu-ilmu dasar, tentu saja guru yang baik juga patut menguasai beberapa ilmu non akademis ini :


Kemampuan Intrapersonal yang Baik





Menjadi seorang guru berarti menjalin hubungan dengan banyak orang. Di samping murid-murid, ada pula orang tua murid serta rekan-rekan guru lainnya. Kemampuan intrapersonal bisa didefinisikan sebagai cara seseorang untuk mengenal karakter dirinya sendiri. Jika sudah mengenal karakter diri sendiri, maka seseorang bisa mengontrol emosi dan tindakannya dengan mudah.

Guru yang memiliki kemampuan intrapersonal yang baik tidak akan mudah meledak-ledak di hadapan murid. Bahkan sosok guru seperti ini juga pandai mengambil hati murid, mahir bersikap persuasif, dan paham cara menghadapi orang-orang nyeleneh yang ia temui.

Ilmu Parenting Pun Tak Kalah Penting




Sejatinya guru memang merupakan orang tua kedua bagi murid. Tumbuh kembang dan aktivitas murid selama berada di sekolah sudah dipercayakan kepada para guru yang membimbingnya. Itulah sebabnya guru mesti memahami ilmu parenting dan menerapkannya dalam aktivitas belajar mengajar setiap hari.

Bukan sosok orang tua yang konvensional dan bawel yang dibutuhkan generasi masa kini. Melainkan sosok orang tua yang menyenangkan, bisa menempatkan diri sebagai sahabat, dan fleksibel terhadap hal-hal tertentu. Prinsip fleksibilitas tersebut tidak boleh mengganggu didikan kedisplinan dalam proses tumbuh kembang murid.

Setelah Intrapersonal, Kini Giliran Interpersonal




Penguasaan interpersonal akan melengkapi kemampuan intrapersonal dan parenting yang sudah dikuasai seorang guru. Tak sekadar membantu guru mengenal dan memahami pribadi murid, kemampuan interpersonal juga akan memuluskan hubungan dengan orang lain. Jangan lupa bahwa profesi guru bermuara pada kepentingan sekolah dan kemajuan dunia pendidikan.

Alasan inilah yang membuat guru wajib berkomunikasi secara luwes dan interaktif dengan semua orang. Mulai dari pemimpin sekolah, rekan sesama guru, karyawan sekolah, orang tua murid, dan pihak-pihak lainnya. Menjadi guru yang baik tanpa menggurui pasti bisa dilakukan oleh guru yang menguasai komunikasi interpersonal.

Psikologi Umum 





Mempelajari ilmu psikologi umum sesungguhnya tidak sulit. Kini banyak sekali buku yang menyajikan ilmu-ilmu psikologi umum. Ilmu psikologi umum yang dikemas secara menarik dan konkret akan membantu guru untuk mengenali kondisi di sekitarnya. Beberapa contoh materi psikologi umum yang harus dikuasai guru antara lain kemampuan mengidentifikasi emosi orang, psikologi anak, dan dasar-dasar psikologi pendidikan.

Para guru tak cuma bisa mempelajari ilmu psikologi umum dari buku. Sebab pengalaman menjadi guru selama bertahun-tahun juga merupakan salah satu cara terbaik untuk memantapkan ilmu psikologi. Bertemu dengan banyak orang yang karakternya sangat beragam sudah pasti memberi pengalaman baru setiap hari.

Character Building





Beberapa puluh tahun yang lalu ilmu yang satu ini belum populer di Indonesia. Tetapi saat ini character building tidak sekadar diajarkan di tingkat perguruan tinggi. Ilmu character building secara umum juga sudah bisa diaplikasikan pada murid sejak usia dini. Meski erat kaitannya dengan ilmu psikologi, character building punya ciri khasnya sendiri.

Contoh penerapan character building yang bisa dilakukan guru adalah memotivasi murid yang malas belajar, membantu menemukan bakat dan minat murid serta menumbuhkan sikap sportif dan kreativitas. 

Ilmu yang Tidak Boleh Terlewatkan, Ilmu Sabar





Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang sabar dan tekun dalam menjalani kehidupan. Kelima ilmu yang sudah disebutkan di atas tidak ada artinya bila seorang guru tidak memiliki kesabaran. Ilmu sabar memang tidak bisa didapatkan begitu saja. Butuh pembelajaran dan proses yang panjang untuk memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. 

Bertemu dengan banyak masalah setiap hari pasti menggerus kesabaran dan daya juang seorang guru. Kendati demikian, tujuan mulia untuk menjadi pendidik berkualitas pasti membawa seorang guru mencapai ilmu sabar yang semakin baik dari hari ke hari. Kesabaran memang pahit. Tetapi buahnya sudah tentu terasa manis.


Niscaya guru yang sudah menguasai 6 ilmu non akademis ini akan menjadi pendidik berkualitas yang siap mengantarkan generasi modern menuju kesuksesan. Karena guru yang baik tak hanya mengajar dan mendidik, tetapi juga menginspirasi.

 








4 komentar:

  1. Justru jadi guru TK dan SD paling sulit menurut saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Bu guru :)
      Sayangnya, masih banyak yang nganggep enteng profesi guru TK dan SD.
      Padahal harus bener-bener tricky ngadepin murid-murid kecil

      Hapus
  2. sabar itu loh... susahnya minta ampun :D

    mungkin karena alasan itulah Tuhan tidak menjadikan saya jadi guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerrr banget, Mas Yudi.
      Kalo gak sabar, bisa2 muridnya takut liat Bapak/Ibu gurunya ngamuk :D

      Hapus

 
Copyright©Melisa