Kamu adalah tamu terhormat di bumi,
jangan menangis seperti pengemis untuk serpihan dunia.
Pergi dengan harga diri yang tersisa
atau tetap tinggal menjadi pengemis
lalu menangisi keadaan dengan harga diri yang sudah hilang.
Kamu adalah tamu terhormat di bumi,
jangan menangis seperti pengemis untuk serpihan dunia.
Pergi dengan harga diri yang tersisa
atau tetap tinggal menjadi pengemis
lalu menangisi keadaan dengan harga diri yang sudah hilang.
Betapa egoisnya diri,
ketika semua keinginan harus dikabulkan sesuai ekspektasi.
Ya, namanya juga manusia.
Sering membuat jebakan diri,
menyusun skenario yang belum tentu terjadi
dan akhirnya dihancurkan ekspektasi diri sendiri.
Silakan berekspektasi setinggi atau serendah apa pun.
Itu pilihanmu.
Tapi, penuhi sendiri.
Saat ekspektasi ditaruh ke raga lain,
kecewa sering jadi teman.
Aku iri dengan orang yang tidak pernah mengenalmu.
Aku sangat menghargai kontribusimu,
karena tanpa kehadiranmu,
kami tidak akan pernah tahu batasan terendah dari kemampuan manusia.
Kebodohan itu milik setiap orang,
tapi kamu ingin memilikinya sendirian.
Semakin banyak ilmu, semakin lapang hidup.
Semakin kurang ilmu, semakin sempit hidup.
Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kita adalah untuk mencoba,
karena di dalam mencoba itulah kita menemukan
dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.
Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang,
bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.
Berhentilah berpikir berlebihan.
Sepotong besi rusak karena karatnya sendiri.
Jangan biarkan dirimu rusak karena pikiranmu sendiri.
Tidak usah terlalu cemas,
karena cerita hidupmu sudah ditulis oleh penulis skenario terbaik.
Lalu,
apakah manusia bisa sekuat itu untuk bertahan,
sedangkan pikirannya sibuk berbenturan tak beraturan?
Ketika sesuatu terlihat rumit,
mungkin saat itu pikiranmu sedang tidak jernih.
"Day-dreamer, Night-thinker, Black Enthusiast, Fulltime Freelancer."