Featured Slider

7 Prinsip Hidup Sarkastis yang Gue Banget


Mayoritas orang cenderung menghindari orang yang sarkastis. Maklum saja, pernyataan sarkastis memang rentan bikin orang tersinggung bahkan hingga sakit hati. Sudah jadi sifat alami manusia untuk senang dipuji dan mendengarkan sesuatu yang indah-indah.
Saking sarkastisnya, sering kali saya mendapat komentar miring dari orang-orang di sekitar saya.
“Iiih, kok gitu banget sih, Mel.”

Sempat Tak Ingin Repot dengan Kartu Kredit


Beberapa minggu lalu, ada seorang sahabat saya yang bertanya apakah saya punya kartu kredit atau tidak. Karena saat itu sahabat saya sedang butuh bantuan untuk membuat review belanja di Etsy.com. Saat saya bilang bahwa saya tidak punya kartu kredit, dia tentu tak percaya.
Generasi milenial di zaman super canggih gini masih ada yang gak punya kartu kredit?
Faktanya, saya memang tidak punya kartu kredit. Sebab saya tidak ingin direpotkan oleh biaya administrasi, biaya tahunan, dan urusan kartu kredit lainnya. Belum lagi kalau saya telat membayar tagihan atau menggunakan kartu kredit terlalu sering sampai kesulitan membayar. Bisa-bisa utang kartu kredit malah mengganggu kondisi finansial saya.

Mengukur Kadar Kesetiaan Seorang Freelancer

Head of content di salah satu agency tempat saya bekerja pernah bilang begini,

Aku tuh amazing banget sama penulis-penulis aku, Mel.
Amazing kenapa, Teh?
Iya, soalnya ada nih yang hari ini baru lahiran, eh besoknya udah langsung kerja lagi. Gak minta izin cuti gitu.
Oh, hebat ya.
Kalimat tanggapan terakhir saya itu memang cuma basa-basi aja sih. Itu wajar banget, lumrah, bukan sesuatu yang harus bikin amazing. Status kerja sebagai seorang freelancer memang agak menuntut kami untuk menjadi pribadi yang cenderung workaholic. Menurut ngana, emang ada pekerja kantoran yang mau langsung masuk kerja setelah kemarin melahirkan?

Otak mana otak? *masuk ke restoran Padang
Wanita yang menjadi pekerja kantoran biasanya tetap mendapatkan gaji meskipun sedang cuti melahirkan, entah gaji penuh atau setengah gaji pokok. Hal tersebut tentu membuat para wanita karier tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi finansialnya selama cuti. Lain halnya dengan para freelancer yang hidupnya bisa didefinisikan dengan ungkapan “Gak kerja ya gak makan”.

Tips Membuat Soal Pilihan Ganda yang Berkualitas

Ketika sekolah dulu, saya paling tidak suka dengan soal pilihan ganda (PG). Karena pilihannya njelimet dan bobot nilainya kecil. Saya sih mending menyelesaikan soal-soal esai yang bobot nilainya besar dan bisa dieksplorasi secara bebas. Tapi setelah dewasa, saya baru sadar kalau soal-soal PG yang pernah saya kerjakan dulu banyak ngawurnya juga. Sekarang, justru banyak guru yang tidak paham tentang aturan membuat soal PG yang benar.
Tips berikut ini berusaha saya tulis serinci mungkin. Tentu saja bukan saya sumbernya. Semoga bermanfaat bagi para guru atau siapa pun yang membacanya. Guru itu bukan dewa yang selalu benar. Jadi, tak ada salahnya kan belajar demi pemahaman yang lebih baik lagi?

Etika Saat Menjenguk Orang Sakit. Simpel Tapi Perlu Banget!

Orang sakit adalah orang yang paling menderita.
Ya iyalah. Siapa sih yang mau sakit. Mendingan sehat dan banyak duit kan daripada sakit. Apalagi kalau sampai harus dirawat inap di rumah sakit. Rasanya tuh kayak dunia runtuh gitu. Oke, kalimat terakhir itu agak lebay sih ya.
Niat untuk menjenguk orang sakit sih memang mulia. Tapi sering kali jenguk orang sakit malah bikin ganggu. Malah orang yang sakit bisa tambah sakit setelah dijenguk. Soalnya yang sakit itu pusin dengerin omongan kita yang gak ada habisnya. Itulah yang membuat etika saat menjenguk orang sakit menjadi sangat penting untuk dipahami. Seriously it’s work.