Featured Slider

9 Tips agar Tidak Dicap Perawan Tua


Tulisan ini adalah self reminder. Hasil dari pemikiran serta pengalaman pribadi yang menjengkelkan tentang topik yang satu ini. Di negara-negara barat, mempertanyakan status pernikahan orang lain merupakan hal tabu. Karena pertanyaan tersebut bersifat sangat privasi. Tapi jelas beda eim kalau dibandingkan dengan masyarakat Indonesia yang super nyinyir dan kepo?

Kapan kawin?
Umur udah hampir 30 lo. Coba deh buka diri biar banyak temen.

Seriously, kalimat “coba deh buka diri biar banyak temen” itu baru minggu lalu saya dengar dari mulut seorang pria tua. Pria tua yang bahkan belum dua jam mengenal saya. Ya kalo ngana mau nyariin jodoh kualitas super sekalian bayarin biaya kawinan sama biaya rumah tangga gue seumur hidup sih silakan aja komentar sepuasnya. Tapi kalau tujuannya cuma mau kepo mendingan cepet-cepet mingkem sebelum gue sumpel pake sendal (Eh, malah ngegas).

Esensi Broken Home bagi Seorang Manusia


Orang-orang mendefinisikan broken home sebagai kondisi perpisahan ibu dan ayah dalam rumah tangga. Jadi, anak broken home itu tidak lagi punya orang tua yang utuh. Orang tuanya bercerai dan sudah pasti hidup di tempat terpisah. Sehingga sang anak tidak mendapatkan kasih saya dari kedua orang tuanya secara bersamaan. Meskipun orang tua modern saat ini terbilang lebih kooperatif untuk urusan anak meskipun sudah bercerai.

20 Quotes tentang Memaksa


Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa.
Tidak juga janji atau kesetiaan.
Tidak ada.
Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu,
hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun.

Biarkan cinta menemukan jalannya sendiri.
Sampai takdir berkata iya.
Jangan dipaksa dan memaksa.
Setiap kita akan menemui masa itu
dengan cara dan waktu yang berbeda-beda.

Ketika kamu tidak menjadi pilihan yang terpilih,
janganlah memaksa untuk dipilih.

Belajarlah memasrahkan kehendak,
bukan memaksakan kehendak.

20 Quotes tentang Melepas


Saat sudah terlalu berat untuk bertahan.
Maka cobalah untuk melepaskan secara perlahan.

Kamu tak bisa terus berpegang pada sesuatu yang ingin melepaskan dirimu.
Kamu hanya bisa mencintai apa yang kamu miliki saat masih memilikinya.

Ikhlas melepas lebih menenangkan.
Daripada bertahan namun penuh luka,
atau menanti tanpa kepastian.

Belajar melepaskan orang yang dicintai.
Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa besar.

Semua yang diikhlaskan
akan kembali dengan kebaikan yang lebih besar.

Semua yang Datang Pasti akan Pergi


Dunia ini diselimuti keteraturan. Hanya saja manusia sering kali tidak peka atau terlena dengan apa yang sudah ada di genggamannya. Padahal, semua yang datang pasti akan pergi. Ada tiga cara pergi yang selalu dialami, yaitu kematian, pengkhianatan, dan mundur perlahan-lahan.
Bila sudah tiba saatnya sesuatu atau seseorang untuk pergi, tak ada yang bisa menahannya. Garis takdir yang akan menentukan segalanya. Sekuat apa pun manusia berusaha, yang harus pergi tetap akan pergi dengan caranya masing-masing. Sebenarnya kita sudah tahu segala sesuatu pasti akan pergi. Kita cuma tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Atau barangkali kita yang berlaku serakah dan menginginkan semuanya.