Featured Slider

20 Quotes tentang Kebencian

 

20 Quotes tentang Kebencian

Kebencian adalah seperti

meminum racun dan berharap musuhmu yang terbunuh.

 

Tidak ada orang dapat lelah tertidur

jika masih menyimpan kejahatan dan kebencian di dalam hatinya.

 

Kebodohan dan kebencian adalah saudara kembar yang sulit dipisahkan.

Manusia semakin bodoh semakin mudah membenci

karena minim pengetahuan dan sempitnya pola pikir.

Selamat Ulang Tahun, Ibu!

 

Selamat Ulang Tahun, Ibu!

Selamat pagi, Bu.

Selamat ulang tahun ya, Bu.

Malaikat pelindungku yang tidak bersayap hari ini melewati fase pertambahan usia.

Semoga Ibu selalu sehat, bahagia, banyak berkat dan rezeki.

Tambah usia semoga semakin sabar dan bijaksana.

Semoga apa yang Ibu cita-citakan bisa tercapai.

Sejujurnya, aku benci melihat Ibu menua.

Namun, untungnya Ibu sehat, cantik, dan awet muda dengan penampilan yang masih sama seperti saat pertama kali kita bertemu.

 

Aku patut berterima kasih kepada Dia yang sudah mengutus malaikat tak bersayap di hidupku.

Terima kasih banyak sudah hadir di hidupku, Bu.

Memberi banyak warna dan kebahagiaan.

Fill Eat Chicken: Bisnis Franchise Populer Pelopor Rice Bowl Sambal Nusantara

 

Fill Eat Chicken: Bisnis Franchise Populer Pelopor Rice Bowl Sambal Nusantara

Apa yang ada di benakmu saat mendengar kata “bisnis kuliner”?

Bisnis kuliner memang merupakan bidang usaha yang selalu berkembang pesat karena dibutuhkan semua orang. Demand bisnis ini terbilang besar dan berlangsung sepanjang waktu. Namun, bukan berarti bisnis kuliner itu mudah lho. Tak sedikit usaha kuliner yang terpaksa gulung tikar karena tidak disertai perencanaan matang dan eksekusi yang tepat. Kalau kamu ingin merintis usaha di bidang tersebut, tak ada salahnya memilih model bisnis kemitraan (waralaba atau franchise) supaya tidak repot menyiapkan rencana bisnis. Untuk urusan bisnis franchise, Fill Eat Chicken bisa menjadi solusi yang tepat untukmu.

Mengenal Latar Belakang Fill Eat Chicken

Fill Eat Chicken adalah bisnis waralaba kuliner yang menjadi pelopor rice bowl sambal nusantara. Meskipun kini sudah meraih kesuksesan dan popularitasnya kian meningkat, perjuangan Fill Eat Chicken untuk bertahan di bidang bisnis kuliner tidak selalu mulus. Bisnis makanan populer ini diprakarsai 3 orang founder, yaitu Muhammad Alfian Perdana (Chief Executive Officer atau CEO), Bayu Dwi Respati (Chief Financial Officer atau CFO), dan Susana Eliyanti (Product Development). Ketiga sahabat tersebut mendapatkan pendanaan dari investor pada April 2020 dan berinisiatif merintis bisnis kuliner.

20 Quotes tentang Datang Saat Butuh

 

20 Quotes tentang Datang Saat Butuh

Aku ke kamu seutuhnya.

Kamu ke aku sebutuhnya.

 

Kalau orang datang kepadamu di saat mereka butuh,

bahagia saja.

Setidaknya, kamu serupa cahaya di saat gelap.

 

Untuk tahu kondisimu itu gampang.

Kalau senang susah ditemukan,

kalau susah bisa selalu ada.

 

Jangan datang hanya saat butuh,

aku bukan Tuhan.

 

Jangan terlalu berharap.

Kau hanya dijadikan pelampiasan saat dia kesepian.

Menolong Diri Sendiri Sebelum Menolong Orang Lain

 

Menolong Diri Sendiri Sebelum Menolong Orang Lain

Waktu di sekolah dulu saya dikenal sebagai murid yang cukup cerdas. Meskipun sebenarnya sesekali saya juga menyontek untuk mata pelajaran tertentu yang tidak saya sukai, salah satunya Kewarganegaraan. Ketika menyontek, biasanya saya bekerja sama dengan beberapa teman yang sama-sama duduk di deretan paling belakang. Untuk beberapa mata pelajaran sulit seperti Matematika, Fisika, dan Kimia, teman-teman saya tidak bisa diharapkan. Menulis contekan rumus sih bisa, tapi biasanya malah bingung saat harus memasukkan angka. Maka saya tidak pernah menyontek untuk mata pelajaran yang sulit, terutama mata pelajaran yang melibatkan angka.

Saya tidak tahu kalau ternyata guru-guru SMU saya merestui muridnya untuk saling menyontek saat Ujian Nasional (UN). Barangkali mereka menyadari bahwa cukup banyak murid yang kompetensi belajarnya di bawah standar ketuntasan belajar sehingga akan kesulitan melewati UN dengan lancar. Sehingga murid yang dianggap pintar diharapkan membantu temannya yang dianggap “kurang” sewaktu UN. Guru Kimia saya yang terkenal sangar pun turut melakukan hal serupa. Hari itu ketika ulangan harian, Beliau berkeliling ke sudut-sudut kelas seperti biasa. Kemudian Beliau berdiri di samping saya sambil memperhatikan kertas ulangan yang sedang saya isi.

Dua menit berlalu, tiba-tiba si Pak Guru menyentuh lengan saya dengan siku kanannya sambil setengah berbisik, “Mel, kau tolonglah si M (inisial) waktu UN nanti…”