20 Quotes tentang Kebohongan

20 Quotes tentang Kebohongan

Karena kejujuran yang setengah-setengah

tetaplah kebohongan.

 

Cermin tidak pernah berbohong.

Dia merefleksikan apa yang tersaji di hadapannya,

di dunia ini, di kehidupan ini.

 

Bohong itu adalah urusanmu.

Tugasku, cuma pura-pura percaya agar kamu bahagia.

 

Satu kebohongan

sudah cukup untuk meragukan berjuta kebenaran.

 

Kebohongan terbaik adalah

kebohongan yang mampu menjadi alasan seseorang untuk tetap semangat bertahan hidup.

Kejujuran terburuk adalah

kejujuran yang akan membuat seseorang berhenti merasa hidup.

 

Quotes tentang Umur dan Usia

Quotes tentang Umur dan Usia

Begitu banyak hal yang sering didambakan seiring bertambahnya usia;

pikiran yang tenang, hidup yang damai, dimudahkan dalam segala usaha.

 

Manusia dituakan oleh usia

dan didewasakan oleh keadaan.

 

Semakin bertambah usia, semakin bosan dengan basa-basi.

Semakin bertambah usia, semakin menyadari arti belas kasih.

Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang perlu diseleksi.

Semakin bertambah usia, semakin mengerti bahwa keputusan penting

tidak boleh diambil dalam keadaan emosi.

 

Umur itu angka, dewasa itu tentang sikap.

Semua orang bisa tua, tapi sikap belum tentu semua orang bisa.

 

Seseorang dengan usia mapan

cenderung menghindari konflik dengan tetap berpegang pada idealismenya.

 

Review Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon (2023)

Review Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon (2023)

Saya termasuk salah seorang penggemar Alm. Suzzanna Martha Frederica Van Osch. Film-filmnya yang diputar kembali di televisi selalu menemani masa kecil saya. Seingat saya dulu film Beliau nggak mendapatkan banyak sensor ketika tayang di layar kaca. Sayangnya, lambat laun sensor yang sebenarnya tidak penting terus-terusan bertambah hingga durasi filmnya makin pendek.

Sama seperti ketika hendak menonton film Suzzanna Bernapas Dalam Kubur, saya kembali penasaran kala mendengar kabar bahwa film serupa dirilis awal Agustus 2023. Luna Maya yang dirias ala Suzzanna rupanya jadi pemeran utama yang berhasil menggelitik rasa ingin tahu saya maupun penggemar Alm. Suzzanna lainnya.

Saat Rasa Iba Mengalahkan Logika

Saat Rasa Iba Mengalahkan Logika

Beberapa waktu lalu saya sedang boncengan motor bersama Mama di depan toko material. Tiba-tiba ada seorang bapak yang usianya kira-kira separuh baya menghampiri kami. Perawakannya gemuk, berkumis tebal, dan berkulit sawo matang, cukup mudah dikenali asalnya dari suatu suku tertentu. Bapak itu mengendarai motor Beat Street yang terbilang masih baru. Si Bapak lantas memanggil Mama pelan sambil menunjuk-nunjuk spidometer motornya, “Bu, maaf ada sepuluh ribu buat bensin. Tolong, Bu. Bensin saya habis.”

Mama yang hatinya seluas samudra, setinggi langit, sedalam sumur, dan seramai KRL Manggarai pada jam kerja, tentu saja mudah iba. Beliau hampir menyerahkan uang sepuluh ribuan tapi saya langsung menawarkan ide lain.

“Ya udah, isiin bensin ecer aja, Ma. Itu di (jalanan) depan kan ada tukang bensin.”

Usai mendengar ide brilian tersebut, si Mama langsung setuju. Seperti ada bohlam yang menyala di atas kepalanya. Orang yang sedang kehabisan bensin motor sewajarnya langsung bahagia kalau ada yang berinisiatif membelikan bensin secara cuma-cuma. Namun, tidak demikian halnya dengan bapak-bapak berkumis tersebut. Wajahnya seketika berubah jadi berang kemudian berseru,