Mengapa Orang Lebih Memilih Berbohong?

Banyak orang suka mengucapkan kalimat klise yang satu ini:
“Mendingan gue denger kejujuran yang nyakitin daripada harus dibohongin.”

Padahal kalimat itu sering kali cuma sok iye doang.
Coba ingat-ingat tentang respon yang kita tunjukkan waktu mengetahui fakta di balik sebuah kebohongan.
Apakah kita bisa tenang? Bisa mengontrol emosi? Bisa menahan diri untuk tidak mengumpat?
Sebagian besar dari kita tentu tidak bisa menanggapi kebohongan dengan cara yang elegan.

7 Prinsip Bisnis ala Si Cina yang Jarang Diketahui Orang

Cina kok bisa kaya-kaya gitu, ya.
Apa sih rahasianya?
Banyak orang merasa iri dengan kesuksesan bisnis orang Cina. Ya, masyarakat keturunan etnis Cina memang dikenal sebagai pebisnis ulung. Anda mungkin jarang bertemu dengan orang Cina yang mengalami kebangkrutan ketika berbisnis. Usut punya usut, rupanya hal ini bisa dicapai karena orang Cina memiliki prinsip finansial yang istimewa.
Faktanya, bukan hanya orang Cina saja kok yang berpeluang besar untuk sukses berbisnis. Anda pun bisa mencapai keberhasilan yang sama bila mau menjalankan prinsip-prinsip bisnis berikut ini:

24 Things I’ve Grateful For


Dalam menjalani hidup, mungkin kita sering terlalu fokus mengejar hal-hal besar. Hingga akhirnya kita lupa bersyukur untuk hal-hal kecil yang pernah kita miliki atau rasakan. Saya rasa sesekali menengok ke belakang tentu tak jadi masalah. Karena hal tersebut bisa mengingatkan saya akan 24 hal ini. Dua puluh empat hal yang barangkali remeh bagi orang lain tetapi cukup membahagiakan bagi saya.

Khalil Gibran: Mencari Kesempurnaan

Suatu hari, Khalil Gibran bertanya kepada gurunya,
“Guru, bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”
Sang guru lantas menjawab, “Berjalanlah lurus di taman bunga. Petiklah setangkai bunga yang menurutmu paling indah. Tetapi kamu tidak boleh kembali ke belakang.”
Setelah berjalan sampai ke ujung taman, Khalil Gibran kembali dengan tangan kosong. Gurunya pun bertanya,

Sudahkah Kita Menggunakan Lima Bahasa Cinta Ini?


Definisi cinta bukan hanya untuk sejoli yang sedang dimabuk asmara. Karena nyatanya definisi cinta jauh lebih luas dan mulia daripada stereotip tersebut. Kita bisa memberikan cinta untuk Tuhan, orang tua, sahabat, dan orang-orang terdekat lainnya. Cinta yang kita miliki akan membuat kita bahagia dan termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Cinta tak hanya cukup dirasakan dan disimpan dalam hati saja. Kita mesti melakukan berbagai hal untuk mengekspresikan rasa cinta tersebut. Sebab kita tentu ingin orang-orang terdekat kita tahu bahwa kita mencintainya. Seorang penulis terkenal bernama Gary Chapman sudah beberapa kali membuat buku best seller tentang bahasa cinta.   Menurut Gary, ada lima bahasa cinta yang dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan. Lima bahasa cinta tersebut yaitu:

What is Your Relationship Goal?


Pernah lihat anak-anak zaman now di kolom komentar Instagram artis?
Biasanya ada di Instagram artis yang lagi anget-angetnya pacaran atau baru menikah gitu deh. Anak-anak zaman now akan mengomentari foto-foto romantis pasangan artis dengan kalimat yang gampang ditebak.

“Wah, relationship goal banget, Kakak.”
“Ini baru relationship goal. Cucok meong…”
“Kapan ya aku bisa kayak gini sama @X (kemudian nge-tag pacar atau suami).”
“Nanti kita prewed-nya gini aja, Beb @X ”