Karena Matahari Tidak Boleh Ada Dua





Aku bisa merasakan tanda-tanda kecil itu. Beberapa tanda yang tampak ketika kamu dan dia sedang tidak enak hati. Kurasa kamu dan dia memang harus mahir menata hati. Karena tugas-tugas besar ini bisa meluluhlantakkan kenyamanan hati kalian di saat yang tidak terduga.

Kamu lebih sering memilih diam sewaktu menghadapi terpaan badai masalah. Kalimat-kalimatmu dalam percakapan kita menjadi singkat. Hal semacam ini sungguh tidak lazim aku temui darimu. Sebab biasanya kita bercakap-cakap lama dan panjang sekali. Bahkan pernah hingga berjam-jam lamanya. Tetapi aku paham gejolak suasana hatimu. Aku, yang tak segan melontarkan candaan atau beradu pendapat denganmu, akan berusaha membiarkanmu menata puing-puing hati yang berserakan.

Lain kamu, lain pula halnya dengan dia. Saat dia sedang semenjana saja, obrolanku dengannya berkisar tentang senda gurau. Tak jarang aku dan dia bertukar informasi tentang aktivitas yang sedang dilakukan. Namun ketika ada ketidaknyamanan yang mengusik kelembutan hatinya, maka ia pasti akan memunculkan gejala-gejala ini.

5 Destinasi Wisata Bali yang Cocok untuk Anak-Anak






Siapa sih yang tak senang kalau bisa berlibur di tengah rutinitas?

Istilahnya sih short escape gitu, deh. Pasti tubuh dan pikiran akan menjadi lebih segar setelah kembali dari liburan. Tetapi bagi kita yang sudah berkeluarga, liburan bukan sekadar short escape sendirian. Ada banyak faktor yang patut dipertimbangkan, salah satunya adalah mengenai pemilihan destinasi wisata yang cocok untuk anak.

Soal urusan short escape yang paling nyaman dan tidak jauh dari ibu kota, sudah pasti Bali adalah salah satu pilihan terbaiknya. Kini Bali juga menjadi destinasi wisata ramah anak lo. Lima detsinasi wisata berikut ini cocok dikunjungi bersama anak-anak. Karena anak-anak jadi bisa bermain sekaligus belajar sewaktu berlibur :

Memori Sepotong Roti





Murid-murid di kelas enam itu masih kebingungan. Dua di antara mereka, Melani dan Okta ditugaskan mengambil pesanan roti di gang sembilan. Bu Santi yang memberikan tugas tersebut.

“Okta sama Mel tau kan Cherry Bakery yang di gang 9 itu?”
“Tau, Bu.”
“Tolong ambilin roti pesanan Ibu, ya. Bawa bonnya, nih. Kalo udah langsung balik ke kelas lagi.”

Kedua murid tersebut mengangguk takzim kemudian bergegas keluar dari kelas. Jarak dari sekolah ke gang sembilan tidak terlalu jauh. Bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit. Tak ada hal yang dibicarakan Melani dan Okta dalam perjalanan menuju ke toko roti. Keduanya terlihat tergesa-gesa dengan langkah kaki yang lebar agar lekas sampai di tujuan.

7 Hal yang Kemarin Aku Pelajari dari Kamu, Dik!






Bagiku kembali ke sekolah selalu menyenangkan. Bisa duduk manis di pilar batu itu saja sudah bahagia. Apalagi kalau berkesempatan untuk masuk ke gedung bahkan kelasnya. Hari itu, 5 Agustus 2016, aku berusaha menepati janji yang kubuat di tahun lalu. Janji sederhana itu terasa begitu istimewa bagiku. Karena sudah bertahun-tahun aku tidak menginjakkan kaki di kelas.

Kupikir aku sudah lupa bagaimana caranya menghadapi banyak orang. Terlebih orang-orang yang usianya jauh di bawahku. Keresahan itu aku rasakan sembari tercenung di atas pilar. Ketika matahari menampakkan terangnya, keresahan itu masih belum hilang. Namun sungguh di luar dugaan. Hal-hal kecil yang kujumpai sepanjang hari itu memberikan banyak pembelajaran baru.
 
Ingin tahu hal-hal apa saja yang aku pelajari dari kalian, Dik?