Pentingnya Budaya Nggak Enakan terhadap Orang-Orang Terdekat

Pentingnya Budaya Nggak Enakan terhadap Orang-Orang Terdekat

Suatu hari saya makan seafood lesehan di restoran deket rumah. Tepat di samping meja saya, ada keluarga kecil yang lagi makan seafood juga. Keluarga itu terdiri dari Ibu Bapak dan dua orang anak laki-laki yang usianya antara 8 hingga 12 tahun. Saat semua makanan pesanan keluarga itu sudah siap di meja, saya denger anak laki-laki yang lebih kecil bilang begini,

“Yah, aku pengen makan ayam goreng juga deh.”

Mendengar perkataan sang anak, bapaknya lantas berkata, “Ya udah, pesen aja ayam gorengnya.”

Eh, si anak berkata lagi, “Enggak ah, Yah. Nanti mahal.”

Si Bapak ketawa mendengar perkataan anaknya lalu ngomong lagi, “Enggaaak. Udah nggak apa-apa, pesen aja. Yuk, panggil masnya (buat pesen ayam).”

20 Quotes tentang Pernikahan

 

20 Quotes tentang Pernikahan

Menikah bukan ajang perlombaan,

bukan soal cepat atau lambat.

Tetapi, siapa yang siap mengemban amanah besar.

 

Pernikahan bukanlah sebuah akhir,

melainkan titik awal dari sebuah perjalanan panjang.

 

Pernikahan tanpa kompromi

hanyalah dua orang jomblo yang sedang resepsi.

 

Pernikahan seperti mozaik yang kita buat dengan pasangan kita,

jutaan momen kecil yang menjadi kisah cinta.

 

Pernikahan yang sukses adalah

jatuh cinta sering kali dan selalu terhadap orang yang sama.

20 Quotes Jenaka nan Logis Cak Lontong

 

20 Quotes Jenaka nan Logis Cak Lontong

Ketika kamu bilang biar Tuhan yang membalas,

yang harus kamu tahu adalah

bahwa yang kamu alami sekarang mungkin adalah balasan dari Tuhan.

 

Miskin beda dengan sederhana.

Miskin itu kondisi hidup.

Sederhana itu cara hidup.

 

Bila Anda jelek jangan taku mencintai

karena yang seharusnya takut adalah yang Anda cintai.

 

Semua yang diawali dengan rasa marah

akan berakhir dengan rasa malu.

Kafka, Gadis Kecil, dan Sebuah Boneka yang Hilang

Kafka, Gadis Kecil, dan Sebuah Boneka yang Hilang

Ketika berusia 40 tahun, Franz Kafka (1883-1924) yang memutuskan tidak menikah dan tidak memiliki anak pernah mengunjungi taman di Kota Berlin. Di taman itu, ia bertemu seorang anak perempuan yang sedang menangis karena kehilangan boneka kesayangannya. Kafka membantu sang gadis kecil mencari bonekanya tetapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Lantas, Kafka sepakat dengan si gadis kecil untuk bertemu lagi di taman itu keesokan hari agar bisa mencari bonekanya yang hilang.