Memoar, Opini, Kata Hati

Rabu, 19 Oktober 2016

Kontak Batin, Kekuatan Dahsyat yang Ada di Luar Akal Sehat






The human heart feels things the eyes cannot see.
And knows what the mind cannot understand.

Kalau makna kalimat di atas diresapi secara mendalam, tentu kita mulai teringat dengan hal-hal yang pernah terjadi dalam hidup kita. Dari sekian banyak hubungan yang terjalin dengan orang lain, selalu ada bermacam kisah menarik yang kita lalui bersama orang-orang spesial. Tak jarang pula kita merasakan atau mengalami sesuatu yang tidak masuk akal ketika berinteraksi dengan mereka. Hal semacam ini sering dikenal dengan istilah kontak batin.


Mari Mencoba untuk Mendefinisikan Kontak Batin

 

Kontak batin merupakan salah satu hal yang sangat sulit didefinisikan di dunia ini. Bahkan para peneliti yang berusaha mengungkap misteri kontak batin pun masih belum menemukan jawabannya. Setidaknya saat ini kita bisa mencoba mendefinisikan kontak batin agar lebih mudah dipahami. 

Secara harfiah, kontak batin dapat didefinisikan sebagai jalinan erat yang menghubungkan alam bawah sadar orang-orang yang saling mengenal. Kontak batin bisa terjadi pada dua orang atau lebih. Pada umumnya, kontak batin yang kuat terjalin dalam hubungan ibu dan anak, saudara kandung, dan suami istri. Kontak batin yang terjadi karena hubungan sedarah dapat disebut sebagai karunia dari Sang Pencipta. Biasanya kontak batin ini akan semakin erat bila orang-orang yang punya hubungan sedarah juga memiliki kedekatan emosional dan komunikasi yang baik.

Namun kontak batin juga bisa terjadi pada bentuk-bentuk hubungan istimewa lainnya. Misalnya kontak batin dengan sahabat atau dengan orang lain yang tidak punya ikatan sedarah tetapi memiliki kedekatan emosional. Ada hal menarik yang bisa dicermati dari kontak batin pada hubungan tidak sedarah. Bahwa ternyata kontak batin dapat berasal dari rasa saling mengasihi dan kedekatan emosional yang terjalin dalam waktu lama. Orang-orang yang saling mengasihi dan saling peduli cenderung memiliki kemampuan kontak batin yang tidak kalah kuat bila dibandingkan dengan kontak batin sedarah.

Kontak Batin Membutuhkan Kesamaan Frekuensi

 

Masih ingat bunyi hukum kekekalan energi yang dicetuskan oleh James Prescott Joule?

“Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.
Namun energi dapat berubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.”

Memaknai kontak batin dapat dilakukan dengan analogi energi. Semua yang ada di sekitar kita adalah energi. Kekuatan pikiran kita pun memancarkan energi yang tidak kasat mata. Energi positif maupun energi negatif yang berada dalam frekuensi pikiran kita. Setiap orang memiliki nilai frekuensi yang berbeda-beda.

Tapi ada sebuah keistimewaan yang dianugerahkan kepada orang-orang dengan hubungan yang luar biasa. Orang-orang dengan kedekatan emosional istimewa cenderung memiliki frekuensi pikiran yang nyaris sama. Hal inilah yang kemudian membuat energi negatif atau energi positif yang dipancarkan oleh seseorang bisa dirasakan oleh orang lain melalui kontak batin. Orang lain dapat merasakan, memikirkan, atau mengalami sesuatu yang sama dengan yang sedang terjadi pada si sumber energi.


Sumber :
Pinterest.com


Semakin dekat hubungan seseorang dengan orang lain, maka biasanya semakin kuat pula kontak batin yang terjadi di antara mereka. Kejadian demi kejadian yang terasa irasional dan tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat itu berlangsung begitu saja. Tak jarang pula kontak batin itu hadir sebagai firasat sesaat sebelum hal buruk terjadi. Kadang kala penalaran kita terlalu lelah atau bebal untuk menanggapi kontak batin yang sedang berlangsung. Suatu perasaan yang tidak kasat mata tetapi benar-benar hadir secara nyata melingkupi suasana hati kita. 

Kita Mesti Lebih Bijak dan Cekatan Menanggapi Kontak Batin

 

Setelah menyadari bahwa ada kontak batin yang menghubungkan kita dengan orang-orang yang kita kasihi, sudah semestinya kita berusaha lebih bijak dan cekatan. Mungkin kita masih sering lalai dan salah tafsir dalam menanggapi pancaran energi dari orang-orang yang kita kasihi. Namun percayalah bahwa seiring berjalannya waktu, kita pasti bisa lebih peka terhadap tanda-tanda semesta itu. 

Mengandalkan hati nurani untuk menerjemahkan kontak batin tentu membuat kita semakin terasah. Dalam menjalani hidup ini, tidak semua hal bisa dijelaskan secara rasional melalui ilmu pengetahuan. Syukurilah kontak batin yang ada di antara kita dan orang-orang yang kita kasihi. Sebab tidak semua orang mendapatkan keberuntungan berupa anugerah kontak batin tersebut. Resapi saja tanda-tandanya. Sehingga spiritualitas kita semakin matang dari hari ke hari.




Teruntuk kalian yang belakangan ini kerap terhubung dengan alam bawah sadarku melalui kontak batin kita, tiada ungkapan yang bisa kutuliskan selain kata terima kasih. Terima kasih karena selalu ada “di sisiku”, walaupun raga kita tidak senantiasa berdekatan satu sama lain. Terima kasih pula karena bersedia memahami kebodohan demi kebodohanku ketika menerjemahkan arti kontak batin itu. Kejadian demi kejadian yang sudah kita alami, niscaya menjelma jadi pembelajaran berharga dalam proses pendewasaan kita.


“Dalam diammu, aku mendengar banyak suara.
Diammu berkata-kata.”
-Dee Lestari-












2 komentar:

  1. bahasannya menarik, cuman yang kyk gini sukar dibuktikan, tapi saya rasa sih banyak yang punya, biasanya ibu ke anak, bener gitu kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul sekalii. Kontak batin paling sering terjadi antara ibu dan anak. Dan memang kontak batin sulit dibuktikan walaupun bisa dirasakan oleh orang yang mengalaminya :)

      Hapus

 
Copyright©Melisa