Memoar, Opini, Kata Hati

Minggu, 10 Januari 2016

Ragam Tipe Guru Ketika Sedang Marah


Kemarahan itu manusiawi. Selama masih punya akal sehat dan hati, semua orang tentu bisa marah. Pemicu kemarahannya pun bervariasi. Bisa karena marah pada diri sendiri, marah karena keadaan atau marah karena menerima perlakuan yang tak sepantasnya. Tentu saja di dunia ini tidak ada orang yang tidak pernah marah. Apalagi seseorang yang berprofesi sebagai guru.

Guru biasanya akan marah ketika mulai merasa kewalahan menghadapi tingkah laku murid-muridnya. Ada murid yang nakal, murid yang tidak konsentrasi saat belajar atau bahkan murid seisi kelas yang selalu gaduh saat pelajaran sedang berlangsung. Setidaknya ada 7 tipe guru berdasarkan caranya dalam melampiaskan kemarahan :

Guru yang Sering Berteriak

Sumber :
Instagram

Tipe yang satu ini merupakan tipe yang paling umum dan sering dijumpai di sekolah. Amarah yang memuncak biasanya akan membuat guru berteriak histeris untuk membuat murid-muridnya diam. Lengkingan suara guru adalah salah satu cara ampuh untuk membuat murid-murid yang gaduh jadi diam seribu bahasa.


Hobi Menyindir

Sumber :
 Instagram
 
Guru yang suka menyindir bisa menciptakan 2 resultan, murid-murid yang terdiam karena sakit hati dengan sindirannya atau murid-murid yang tidak peduli dan terus berbuat gaduh. Bentuk sindirannya pun bermacam-macam, misalnya

“Kelas-kelas lain itu prestasinya lebih bagus. Tapi tingkahnya gak pernah liar kayak kelas ini.”
Tentu bisa kita bayangkan ekspresi apatis sang guru sembari mengeluarkan kalimat-kalimat sarkasme.

Serangan Diam-diam yang Mematikan

 
Sumber :
 Instagram
 
Disebut serangan diam-diam mematikan karena tipe guru ini menampakkan ekspresi santai ketika murid-murid di kelas sedang gaduh dan tidak memperhatikan pelajaran. Tetapi di akhir pelajaran, akan ada perkataan yang begitu mengejutkan dan membuat hati murid jadi perih teriris-iris.

“Kayaknya semua udah paham sama materi bab ini, ya. PR-nya dari halaman 58 sampai 63 di kerjain di kertas ulangan, besok pagi dikumpul seblom jam 7.”
Jadi, sudah paham kan dengan istilah serangan diam-diam yang mematikan?

Mengeluarkan Ancaman Demi Ancaman

 
Sumber :
Instagram
 

Hampir tidak ada cara efektif menghadapi murid yang nakal dan sering membuat kericuhan, kecuali dengan ancaman. Ancaman yang dikeluarkan dengan nada suara yang meninggi bisa menjadi cara ampuh untuk membuat murid-murid jadi jera.
“Deby, yang kerja tangannya bukan mulutnya.”
“…”
“Deby masih mau ribut? Deby keluar kelas sekarang atau Ibu yang keluar?”

Diam Seribu Bahasa

 Sumber :
 deny-profileblog.blogspot.com

Guru yang dikenal bijaksana dan disegani adalah guru yang sering menggunakan cara ini. Duduk diam di mejanya sambil memandangi murid satu per satu, kedengarannya cukup mudah bukan?

Biasanya murid-murid akan menyadari kegaduhan kelas dengan sendirinya. Barulah murid-murid tersebut akan berangsur-angsur diam sambil menunduk karena tak berani menatap wajah guru yang terdiam di depan kelas. It’s sounds cool, eh?

Menyerah dan Kemudian Menangis

 
Sumber : 
Instagram

Guru yang menangis karena kenalan murid-murid rupanya bukan sekadar mitos. Hal ini sering terjadi pada ibu guru baru yang usianya masih muda dan belum memiliki banyak pengalaman mengajar. Agar tidak membuat diri sendiri menjadi malu, derai air mata yang jatuh ke pipi akan diiringi dengan tindakan angkat kaki dari kelas.

Pergi dari Kelas

 
Sumber : 
Instagram
 
Tindakan guru tipe ini bisa membuat murid-murid jadi resah setengah mati. Di tengah kegiatan belajar mengajar, sang guru yang kesal dengan tingkat muridnya memutuskan untuk angkat kaki dari kelas. Jika sudah begini, harus ada beberapa murid yang ditumbalkan untuk dikirim ke ruang guru. Karena tidak ada cara lain yang bisa mengatasi kepergian sang guru selain permintaan maaf dan penyesalan dari murid-muridnya.


Sejatinya gurumu adalah manusia biasa yang memiliki batas kesabaran dan permasalahan pribadinya sendiri. Janganlah kamu membebani gurumu dengan tingkah laku yang ajaib dan sulit dikendalikan. Belum terlambat untuk berubah. Jadikan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Sebab orang yang baik dan pantas dihargai adalah mereka yang mampu menghargai orang lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa