Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 05 April 2016

Kami Gak Ikutan UNBK dan Kami Berbahagia




Senin, 4 April 2016. Hampir seluruh SMU di Indonesia mulai menerapkan sistem UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sebagai salah satu syarat kelulusan. Beberapa tahun yang lalu sih sistem ini belum diberlakukan. Tetapi bukan berarti murid zaman dahulu itu gak kekinian lho. Mereka sudah kenal komputer, karena tidak hidup di zaman batu.

Sistem UNBK tentu memiliki banyak keunggulan. Selain memudahkan proses pengumpulan hasil UN, sistem koreksi jawaban pun jadi lebih praktis. Tetapi bukan berarti sistem UN konvensional itu gak punya keunggulan lho. Setidaknya beberapa manfaat ini pernah didapat oleh kami yang dulu harus melewati sistem UN konvensional :



Jadi Rajin Menyiapkan Alat Tulis

 

Sumber :
FB Meme Comic Indonesia 


Iya, alat tulisnya lumayan lengkap lho. Senjata wajibnya sih pasti pensil 2B berkualitas untuk bulet-buletin jawaban di LJK (Lembar Jawaban Komputer). Selain itu, alat tulis lainnya yang biasa dibawa saat UN konvensional adalah penghapus dan pulpen untuk menandatangani lembar absen. 

Penghapusnya bukan sembarang penghapus. Harus penghapus yang agak mahal biar seratnya halus dan gak membuat LJK jadi sobek. Bahkan murid-murid perempuan lebih telaten lagi dengan menyiapkan penggaris khusus buat bulet-buletin LJK. Rapi sih, tapi malah jadi agak kelamaan kalau pakai penggaris khusus LJK.

Lebih Berhati-Hati

Sumber :
Milasyakila.blogspot.com


Maksudnya berhati-hati saat mengisi LJK. Kami berhati-hati supaya LJK-nya gak sobek karena terlalu semangat ngisi jawaban. Atau bahkan sobek karena menghapus jawabannya terlalu buru-buru. Pernah ada murid yang kocar-kacir karena LJK-nya sobek sewaktu dihapus. Mungkin dia menghapus jawaban dengan semangat membara. Alhasil, seisi kelas jadi kaget dan berharap agar hal itu tidak terjadi lagi.

Sudah cukup kepanikan yang kau buat karena LJK-mu yang sobek, nak. Berlarian ke meja guru untuk minta kertas LJK yang baru. Ah, beberapa tahun mendatang hal ini pasti tak akan pernah terjadi lagi.

Gercep (Gerak Cepat)

 

Sumber :
Pinterest.com

Karena harus bulet-buletin LJK dengan hati-hati, kami harus mampu menyeimbangkan waktu dengan jumlah soal yang sudah terjawab. Apalagi untuk murid yang namanya terdiri lebih dari 2 kata, bisa-bisa murid lain sudah mengerjakan sampai nomor 5 sementara dia masih harus ngisi kolom nama.

Untuk urusan gerak cepat, strategi setiap murid biasanya beda-beda. Ada yang memilih untuk langsung bulet-buletin jawaban sampai hitam pekat. Ada pula yang hanya meninggalkan titik pada bagian jawaban yang dianggap benar. Nanti kalau LJK sudah terisi semua, barulah si murid menghitamkan jawaban-jawaban tersebut dengan waktu yang masih tersisa.

Sensasi Deg-Degan Bareng-Bareng

 

Sumber :
FB Meme Comic Indonesia 


Masuk ke kelas UN masih cengar-cengir. Kalau soal-soal UN-nya terbilang mudah, kami keluar kelas dengan wajah sumringah. Sementara saat soal-soal UN-nya astagfirullah, secara serempak kami keluar kelas dengan wajah suram. Beberapa di antara kami bahkan ada yang mulai menangis, meraung-raung, garuk-garuk tembok, mencakar-cakar pengawas UN, tertunduk lunglai. Bisa ditebak, yang ekspresinya netral biasanya hanya deretan “bintang kelas” dengan persiapan UN yang luar biasa. 

Sekarang kalau UNBK dilaksanakan dengan sistem shift, mungkin murid yang kebagian shift dua dan seterusnya akan bertambah parno melihat wajah teman shift sebelumnya yang begitu lemas. Kemudian mereka pun mulai bertanya atau menduga-duga apakah soal UN-nya sangat sulit atau tidak. Ibarat kalah sebelum berjuang, ekspresi teman yang sudah selesai UNBK lebih dahulu bisa membuat nyali murid shift selanjutnya menciut.


Penerapan sistem apa pun pada bidang apa pun pasti memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Termasuk penerapan sistem UNBK di masa kini. Semoga semua generasi muda bisa beradaptasi dengan perubahan sistem. Tak perlu ada kata takut atau ragu. Hadapi yang ada di depan mata dengan penuh rasa percaya diri.




4 komentar:

  1. wah, aku termasuk generasi yang masih pakai LJK. ngebuletinnya harus ekstra hati-hati supaya nggak rusak dan bisa terbaca komputer. soalnya sering diingatkan supaya LJK nya jangan rusak dan kotor karena bisa tidak terbaca komputer xixiixii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong, Mbak.
      Aku juga dari generasi LJK *tosss :D
      Ekstra hati-hati biar gak ada kesalahan saat LJK dikoreksi, ya.

      Hapus
  2. UNBK ini memang berasa cukup riweh tapi praktis dari segi ngebulet-buletin jawaban juga ya.. Hehe. Semoga hasil dari perpindahan LJK ke UNBK ini bagus semua yaaa. Aaaaaminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiiiiiin, Mbak :D
      UNBK sudah rampung, tinggal menunggu hasil, ya.
      Mudah-mudahan suksesss semua yang ikut UNBK tahun ini.

      Hapus

 
Copyright©Melisa