Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 22 November 2016

Sekolah Dasar Modern yang Peduli Murid Memang Butuh 7 Hal Ini





Kalau ingat zaman SD dulu, rasanya tuh bahagia, ya. Ups, jadi ketahuan deh tuanya. Iya, zaman SD memang bahagia. Waktu SD kita punya banyak teman. Banyak sekali, malah bisa dibilang semua murid se-paralel adalah teman kita. Meskipun beberapa belas tahun yang lalu fasilitas sekolah tidak selengkap saat ini, nyatanya mayoritas murid bisa belajar secara efektif. Lain halnya dengan kegiatan belajar mengajar di masa kini. 

Sekarang, murid bebas belajar apa saja dan di mana saja dengan dukungan teknologi. Namun hal ini tidak boleh membuat sekolah mengabaikan kualitasnya sebagai fasilitas pendidikan formal. Komitmen untuk menjaga kualitas pendidikan mulai terasa penting sejak jenjang SD (Sekolah Dasar). Oleh sebab itu, SD modern yang peduli terhadap tumbuh kembang murid memang butuh 7 hal penting ini :

Minggu, 20 November 2016

Semakin Tua, Semakin Keras Kepala, Benarkah Demikian Adanya?





Beberapa hari lalu, kerabat saya yang bekerja sebagai staf Tata Usaha (TU) di sebuah sekolah swasta mengirim pesan singkat via Whatsapp. Rupanya beliau sedang ditugaskan memeriksa soal-soal UAS yang nanti akan dikerjakan murid SD.

“Mel, mana yang bener, ya?
My brothers like to skateboard.
My brothers like to play skateboard.

Setelah membaca pesan tersebut, saya pun bergegas membalasnya sesegera mungkin.
My brother like to play skateboard, Mbak.
Sesudah to harus ada kata kerja.
Sopo sing nggawe soal sih, Mbak?”

Senin, 14 November 2016

Tanoto Foundation Turut Jaga Kualitas Sekolah di Pedalaman Jambi




Fasilitas sekolah sangat berperan dalam proses belajar mengajar. Tidak mengherankan, sekolah di daerah terpencil kerap tertinggal dibanding yang berada di perkotaan. 

Salah satu misi dari kegiatan Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto adalah melakukan perubahan atas hal tersebut. Hasilnya, mereka mampu membantu sebuah sekolah di pedalaman Jambi untuk bisa melahirkan pelajaran berkualitas.


Seperti SDN 180/V Lampisi yang terletak di Desa Lampisi, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lokasinya sangat terpencil sehingga minim fasilitas.          

Akan tetapi, para pengajar di SDN 169/Cinta Damai tetap bisa menghadirkan pelajaran berkualitas yang menarik. CNN Indonesia sudah membuktikannya. Pada 18 April 2016, mereka menyaksikan metode belajar yang unik yang dilaksanakan di Kelas 2.
 
Kala itu, tengah dilangsungkan pelajaran Bahasa Indonesia yang dibimbing oleh guru bernama Lamsaide. Para siswa kemudian diminta oleh Lamsaide pergi ke perpustakaan sekolah dan membaca buku kesukaannya selama 15 menit.

Sesudahnya para siswa kembali ke kelas dan duduk secara berkelompok. CNN Indonesia melaporkan bahwa Lamsaide membacakan sebuah cerita tentang ondel-ondel. Ia lalu memberi pertanyaan yang kemudian bisa dijawab dengan mudah oleh para siswa. Usut punya usut, hal itu terjadi karena para siswa sudah membaca cerita tersebut tanpa diminta sebelumnya.

Sesudahnya, para siswa ganti diminta menceritakan isi buku yang mereka baca bersama kelompok. Teman-temannya memerhatikan karena akan diberi pertanyaan oleh sang guru. Siswa yang dipilih oleh CNN Indonesia berebut menjawab agar bisa mendapatkan poin terbanyak.

"Kami biasa mulai kegiatan seperti ini sejak Kelas I. Setelah membaca satu buku, mereka harus menceritakan ke temannya, biar semakin terbiasa dan tidak malu. Saya juga sering memberi hadiah biar mereka semakin semangat. Hadiahnya kecil, mungkin hanya permen, dan lain-lain," kata Lamsaide.


Metode pengajaran ini terbilang berkualitas karena para siswa jadi lebih bersemangat dan aktif berpartisipasi. Mereka menyerap pelajaran dengan lebih mudah.

Kemampuan para pengajar di SDN 169/Cinta Damai dalam mengajar dengan kreatif tak lepas dari kegiatan Tanoto Foundation. Di bawah naungan kegiatan Pelita Guru Mandiri dan Pelita Sekolah Unggul, yayasan yang didukung oleh keluarga Sukanto Tanoto ini mengajari mereka agar mampu memanfaatkan segala hal di sekitarnya untuk pembelajaran. 

Tanoto Foundation memang tak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui beasiswa Tanoto Foundation saja, tetapi juga meningkatkan fasilitas sekolah. Salah satunya melalui penyediaan perpustakaan dan koleksi bukunya untuk menjaga minat baca para siswa.


   

Rabu, 02 November 2016

Ragam Tipe Orang di Ruang Tunggu Rumah Sakit






Bahagia itu sederhana. Bukan uang melimpah di rekening atau punya pacar yang gantengnya Masya Allah. Bahagia bisa didapatkan dengan cara memiliki kesehatan yang prima. Sehat terus setiap hari agar rutinitas yang harus dijalani tidak terganggu. Sayangnya, tidak semua dari kita beruntung untuk selalu sehat. Ada kalanya kita sakit parah sampai harus berobat ke rumah sakit.

Ternyata banyak hal yang bisa diamati di rumah sakit selain pemandangan orang-orang yang kuyu karena staminanya menurun. Jika kita meluangkan sedikit waktu untuk mengamati keadaan di ruang tunggu rumah sakit, maka kita akan menemukan ragam tipe orang di sana. Amati gerak-geriknya dan mari menyimpulkan termasuk tipe apakah orang-orang tersebut?

Atau malah mau mengidentifikasi diri sendiri saat berobat atau menemani orang ke rumah sakit? Silakan!

 
Copyright©Melisa