Memoar, Opini, Kata Hati

Kamis, 02 Februari 2017

Review Pop! Hotel Pasar Baru Jakarta Pusat





“Tuh kan, gue bilang juga apa…
Tinggal di Jakarta kan paling enak, deket ke mana-mana.”

Kira-kira begitu deh isi pikiran saya sepanjang perjalanan ke Pop! Hotel Pasar Baru. Dulu saya memang tinggal di Jakarta Utara. Dekat sekali dengan kawasan Pasar Baru. Mau pergi ke mana-mana, tinggal melangkah. Sekarang kalau mau menikmati suasana Jakarta, saya harus staycation. Yes, bergaya ala traveler padahal tinggal di kota yang bersebelahan persis dengan Jakarta.

Ada hikmahnya juga kalau staycation satu malam begini. Setidaknya saya jadi bisa menuangkan pengalaman singkat saya ketika staycation. Pada tanggal 28-29 Januari 2017 yang lalu, saya memilih Pop! Hotel Pasar Baru yang terletak di kawasan Jakarta Pusat. Hotel kelas low budget ini memang menjadi salah satu pilihan staycation terbaik karena dekat dengan berbagai lokasi wisata dan ibadah. Tamu hotel bisa mengunjungi pusat perbelanjaan dan kuliner Pasar Baru, Gereja Katedral, Gereja Ayam, dan Masjid Istiqlal yang tak jauh dari Pop! Hotel Pasar Baru. Mau ke daerah lainnya seperti Mangga Dua, Ancol, atau Cikini pun tak akan memakan waktu lama.


Suasana Lobi Hotel yang Eye Catching dan Minimalis

 
Suasana Tampak Depan Pop! Hotel Pasar Baru



Suasana halaman Pop! Hotel Pasar Baru memang tidak se-eye catching Pop! Hotel lainnya. Saya pernah menginap di Pop! Hotel Sangaji Yogyakarta. Halaman Pop! Hotel Sangaji tampak lebih seru dan ceria daripada Pop! Hotel Pasar Baru. Sedangkan nuansa Pop! Hotel Pasar Baru bernuansa lembut dengan gedung yang didominasi warna abu-abu.

Halaman parkirnya tidak terlalu luas, tapi terbilang cukup untuk mobil-mobil tamu hotel. Sementara untuk motor, ada lahan parkir lainnya yang terletak di basement gedung hotel. Di bagian depan hotel, ada electronic display yang memuat informasi tentang rate hotel untuk satu malam. Lumayan deh, bisa jadi informasi bagi kita yang ingin menginap tetapi belum tahu rate hotelnya. Di awal tahun 2017 ini, rate Pop! Hotel Pasar Baru berkisar di angka Rp 388.000 per malam.

 
Electronic Display yang Menunjukkan Rate Hotel 


Ketika memasuki lobi, kesan homy dan santai langsung terasa. Interior lobi Pop! Hotel Pasar Baru ternyata cukup istimewa. ada banyak meja dan kursi untuk tamu hotel yang sedang menunggu giliran check in, mau check out, sarapan, atau sekadar duduk-duduk santai. Di bagian kanan lobi, terdapat internet corner yang terdiri dari 2 komputer berukuran mungil. Wah, internet corner tersebut tentu bermanfaat bagi kita yang mesti mengakses internet untuk kebutuhan penting.

 Lobinya Eye Catching dan Cukup Instagramable

Selain ruangan duduk-duduk indoor, di sisi lobi yang lain juga terdapat ruangan terbuka yang tak kalah menarik. Ruangan tersebut diperuntukkan bagi para perokok yang ingin bersantai di lobi. Meskipun dikhususkan bagi perokok, ruangan ini tetap kelihatan istimewa karena pemilihan furniture yang menarik dan keberadaan tanaman penyejuk ruangan.

 Smoking Area Outdoor Sekaligus untuk Bersantai

Bagian resepsionis Pop! Hotel Pasar Baru kelihatan unik karena menempel langsung dengan Pitstop Café. Pop! Hotel Pasar Baru memang tidak menyiapkan fasilitas sarapan untuk para tamunya. Jadi, kalau ingin ngemil atau makan berat dari pagi, siang, hingga malam, kita bisa membelinya di Pitstop Café bila malas keluar hotel.

 Resepsionisnya Nempel Sama Pitstop Cafe 

 Tamu yang Berurusan dengan Resepsionis Pasti Ngeliatin Cafe-nya Juga

Proses Check In dan Menuju Kamar Hotel


Menurut informasi yang tertera di situs Traveloka, tamu Pop! Hotel Pasar Baru mulai bisa check in sejak pukul 2 siang. Namun untungnya saya sudah bisa check in sejak pukul 1 siang. Proses check in membutuhkan informasi dari KTP orang yang melakukan booking hotel. Selain itu, kita juga harus menyiapkan uang deposit sebesar Rp 50.000 untuk jaminan kunci kamar hotel. Uang tersebut akan dikembalikan ketika nanti kita check out.

Usai mengurus proses check in, saya langsung masuk ke lift untuk naik ke lantai 6. Kita harus melakukan tapping di dalam lift dengan menggunakan kunci kamar hotel kita (kuncinya berupa kartu). Tujuannya tentu saja untuk mendukung sistem keamanan hotel. So, tidak sembarang orang bisa masuk ke lift dan menuju ke kamar-kamar hotel.

 Jangan Norak! Ayo Tapping Dulu Biar Lift-nya Bisa Naik

Interior lift-nya kelihatan ceria dan terang. Di bagian pintu lift luar juga terdapat gambar-gambar hewan langka yang dilindungi. Cukup edukatif untuk tamu hotel yang mengajak anak-anak. Namun sayangnya tidak ada pewangi ruangan yang ditempatkan di lift, seperti yang ada pada lift Pop! Hotel Sangaji Yogyakarta. Wangi tutti frutti di lift Pop!Hotel Sangaji Yogyakarta mengalihkan duniaku. Ups.

 Pengharum Ruangannya Sih Ada, Tapi Gak Nyala

Anak-Anak Kecil Pasti Excited Ngeliat Pintu Lift-nya

Seperti Ini Nih Kamar di Pop! Hotel Pasar Baru

Kamar Pop! Hotel Pasar Baru tentu hampir sama dengan Pop! Hotel lainnya. Ukurannya tidak terlalu luas, tetapi sangat nyaman dengan dominasi warna putih dan hijau. Ada wastafel, cermin, safety box berukuran kecil, TV LED, sofa yang bisa menjadi ranjang darurat, dan kamar mandi yang dilengkapi dengan fasilitas shower. Beruntung pula kamar mandi ini ukurannya “agak luas”, tidak seperti kamar mandi berkonsep kapsul yang pernah saya lihat pada ulasan Pop! Hotel lain. Sayangnya, saya tidak mendapatkan kamar dengan jendela yang menghadap ke arah jalanan Pasar Baru. Wah, jadi gak bisa cuci mata melihat pasar baru di siang dan malam hari, deh.

Compliment Berupa Dua Botol Air Mineral

 Gak Ada Lemari Pakaian, Capstock Jadi Gantinya

 Wastafel di Samping Capstock


 Kasur Pop! Hotel Pasar Baru + Pemandangan di Luar Jendela

Shower + Toilet Bernuansa Putih dan Hijau


TV LED yang Berhadapan Langsung dengan Kasur

Di dalam kamar sudah disediakan sehelai selimut tambahan, 2 air mineral botol kecil, 2 gelas bersih, 2 handuk, sabun mandi berukuran kecil, dan keset kaki. Ngomong-ngomong soal keset kaki, ada pengalaman bloon yang pernah saya alami di Pop! Hotel Sangadji Yogyakarta.


Saat itu saya dan teman-teman saya menginap di dua kamar. Kamar yang satu ditempati oleh tiga orang teman saya. Salah seorang teman yang menginap di kamar lain tersebut ingin menggunakan fasilitas handuk bersih dari kamar saya. Karena saya membawa handuk sendiri waktu itu, maka saya berikan saja handuk bersih yang ada di atas toilet kamar saya. Tapi kok handuknya lebih kecil dan teksturnya agak kasar, ya. Usut punya usut, ternyata yang saya berikan itu adalah keset kaki. Kami pun tertawa terbahak-bahak sebelum saya memberikan handuk asli kepada teman saya yang satu itu. Ok, mohon abaikan kebodohan yang satu ini.

Setelah merasakan pengalaman menginap di Pop! Hotel Sangadji Yogyakarta maupun Pop! Hotel Pasar Baru, saya selalu merasakan kejadian ini. Ya, kejadian itu adalah remote AC kamar yang ngadat dan tidak bisa dipakai untuk mengatur temperatur ruangan. Alhasil, sepanjang malam saya mesti menggelinjang dalam selimut tebal untuk mengusir hawa dingin yang berlebihan.

Tentang Pitstop Café dan Mbak Resepsionis yang Jutek


Pop! Hotel Pasar Baru memang tidak menyediakan fasilitas sarapan. Namun ini menjadi kelebihan tersendiri bagi saya. Setidaknya saya tidak perlu bangun pagi-pagi untuk turun dan “rebutan makanan” dengan tamu hotel lainnya. Saya bisa bangun lebih siang, menikmati sisa waktu staycation, dan mencicipi aneka menu di Pitstop Café.

 Aneka Menu di Pitstop Cafe

Pitstop Café? Emang menunya enak-enak?

Pitstop café ini adalah solusi untuk tamu hotel yang malas mencari makanan dan minuman di luar hotel. Menu yang dijual cukup variatif, mulai dari aneka mie instan dalam kemasan cup, sari buah dalam kemasan, minuman bersoda, keripik kentang, kopi, roti, dan makanan berat. Di pagi hari, ada beberapa menu makanan yang siap dipesan untuk sarapan, seperti menu nasi, mie goreng, spaghetti, dan omelette yang dipajang di etalase café. Selain itu, ada pula croissant isi cokelat dan keju, hotdog, brownies slice, bolu pisang, dan salad. Di bagian atas etalase, ada pula kue talam dan éclair yang kelihatan cocok untuk teman ngopi.
 

  Menu Paling Atas dari Kiri ke Kanan :
Omelette, Spaghetti Bolognese, Nasi Goreng, Nasi Kuning, Mie Goreng

 Coffee Corner ala Pitstop Cafe

Selain Makanan Berat, Ada Aneka Kue dan Salad

Ada satu kejadian yang menyebalkan. Tapi untungnya itu masih suasana pagi hari (menjelang siang) sehingga saya belum bernafsu untuk tarik urat. Ada seorang mbak resepsionis yang membantu staf Pitstop Café menyiapkan makanan pesanan tamu hotel. Dengan wajah yang ditekuk terus, dia juga melayani saya dengan jutek. Saya sudah bilang agar pesanan kopi saya dibuatkan dulu sembari menunggu antrian microwave yang sedang memanaskan makanan tamu lain.

Entah si mbak lagi PMS, memang malas, atau lupa, dia tidak memberitahukan mas yang bertugas di Pitstop Café itu untuk membuatkan kopi saya. Hingga akhirnya saya yang harus bilang sendiri ke staf Pitstop Café dan menunggu kurang lebih 15 menit untuk kopi serta makanan yang saya pesan. Usut punya usut, rupanya si mbak bermalas-malasan karena merasa tugas di Pitstop Café itu bukan bagian dari job desk-nya. Dia adalah staf resepsionis yang membantu di Pitstop Café karena kafe itu menempel persis dengan meja resepsionis. What on earth are you thinking about, mbak jutek?

Teruntuk mbak jutek yang bikin jengkel, saya masih inget nama dan raut wajah mbak. Tapi saya gak nyebutin nama mbak di sini, ya. Biar privasi mbak tetap terjaga. Biar calon tamu-tamu Pop!Hotel Pasar Baru berhadapan sendiri dengan mbak yang “nggemesin”.

Harga makanan dan minuman di Pitstop Café tidak terlalu mahal. Segelas kopi hitam siap diseruput dengan harga Rp 15.000. Brownies dan kue-kue lainnya dibanderol dengan harga Rp 5.000 per potong serta makanan beratnya Rp 27.000 per porsi.

Mau mencoba croissant ala Pitstop Café? Waktu itu sih harganya hanya Rp 9.000 per potong.

Soal cita rasa makanan beratnya, rasanya tidak buruk kok. Nasi goreng dan nasi kuningnya gurih dan dilengkapi dengan lauk yang rasanya enak. Makanan yang disajikan dalam keadaan hangat ini dilengkapi dengan kerupuk yang sudah dikemas. Kerupuknya pun terasa renyah dan pas dipadukan dengan nasi serta lauk-lauknya.

 Makanan Berat + Kopi + Aneka Kue Ala Pitstop Cafe

Sewaktu menunggu makanan pesanan saya dihangatkan, saya melihat-lihat amenities dan souvenir lainnya yang dipajang di meja resepsionis. Ada toilet amenities, sandal jepit, dan tote bag dengan warna dan logo khas Pop! Hotel. Harganya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 35.000. Tak lama setelah sarapan, saya langsung kembali ke kamar hotel dan bersiap-siap mandi sebelum check out. Proses check out harus dilakukan maksimal jam 12 siang. Sehingga saya pun bergegas untuk keluar kamar sebelum jam batas check out tersebut.

Amenities Hotel Bukan Bagian dari Fasilitas di Setiap Kamar

Secara keseluruhan, staycation di Pop! Hotel Pasar Baru sangat menyenangkan dan nyaman. Saya akan memberikan peringkat 8 dari 10 untuk hotel di pusat kota yang satu ini. Cukuplah untuk kita yang ingin staycation dan ingin bereksplorasi mengelilingi Jakarta. Jadi kamar hotelnya benar-benar hanya untuk istirahat dan tidur aja. Kalau ditanya ingin kembali staycation di Pop! Hotel Pasar Baru atau tidak, tentu saja saya mau kembali di lain waktu. Semoga rate hotelnya semakin bersahabat dan kualitas pelayanannya ditingkatkan ya, Pop! Hotel Pasar Baru!











1 komentar:

 
Copyright©Melisa