20 Kutipan tentang Luka


Luka mungkin akan dimaafkan
tetapi tidak akan terlupakan.

Lukaku atas kepergianmu tak lagi menguak.
Namun nyatanya rinduku terus menyeruak.

Hati yang rusak memang mencintai kenangan,
walau sadar di dalamnya banyak luka dan kekecewaan
yang tak pernah sembuh.
Itulah manusia, semakin sakit semakin ingat.

Perpisahan paling keji adalah yang tiba-tiba menghilang.
Tidak ada pelukan, tidak ada kecupan,
tidak ada perpisahan, tidak ada kalimat penyelesaian.
Dipaksa ikhlas melepas ketika masih ada rasa sayang.

Nasihat Penting dari Kawan-Kawan Milenialku


Beberapa waktu lalu saya berbincang dengan dua kawan saya, via DM Instagram dan WhatsApp. Pembicaraan dengan dua kawan tersebut menghasilkan satu kesimpulan yang sama tentang kehidupan. Saya rasa begitulah pola pikir mayoritas generasi milenial.
Salah seorang kawan saya tersebut mengatakan kalau dirinya tidak lagi ingin bergantung kepada orang lain. People come and go. Kalau mau tinggal di kehidupan gue ya silakan, kalau mau pergi juga silakan. Tidak ada waktu untuk menyenangkan orang lain secara berlebihan. Karena hidup harus terus berjalan.

15 Kutipan Cinta Fiersa Besari


Cinta bukan melepas tapi merelakan.
Bukan memaksa tapi memperjuangkan.
Bukan menyerah tapi mengikhlaskan.
Bukan merantai tapi memberi sayap.

Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia.
Bukan untuk diutarakan,
hanya untuk disyukuri keberadaannya.

Jatuh cinta adalah anugerah,
walau perjalanannya tidak selalu indah.

Jatuh cinta tidak pernah bisa memilih.
Tuhan yang memilihkan.
Kita hanyalah korban.
Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus.

Darimu aku belajar untuk mendamba,
berharap, jatuh cinta, patah hati,
hingga kemudian sembuh
dan mampu melangkah lagi.