Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 14 April 2015

Ibu Guru yang Penuh Dedikasi Pasti Akan Melakukan Hal-hal ini




Sumber :

Guru adalah profesi yang unik dan penuh dengan dedikasi. Mungkin semua orang bisa menjadi guru. Tapi belum tentu semua orang bisa menjadi guru yang baik. Memilih profesi guru tentu harus dilandasi kecintaan dan dedikasi yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena besarnya passion seorang guru akan membawa generasi muda ke jenjang kesuksesan di masa mendatang.

Banyak wanita yang memilih profesi sebagai guru karena waktu kerja yang sedikit lebih ringan daripada profesi pegawai kantoran. Selain itu, profesi guru memperoleh libur semester yang lebih panjang, masa liburan yang tidak bisa diperoleh pegawai kantoran biasa. Inilah yang membuat para Ibu menjadikan profesi guru hanya sebatas profesi formal yang kurang diiriingi dengan dedikasi dan kesungguhan hati. Ibu guru yang hanya sekedar menjalankan profesinya akan berusaha membuatmu jadi pribadi yang cerdas, tapi tidak halnya dengan mengarahkan perilaku dan kepribadianmu.

Sebenarnya hal apa saja yang akan dilakukan Ibu guru yang berdedikasi pada dunia pendidikan?


Sumber :



Ibu guru tentu lebih peka daripada Bapak guru
Banyak yang menganggap Ibu guru sama saja dengan Bapak guru. Padahal Ibu guru dan Bapak guru tentu saja ada bedanya. Bila Bapak guru hanya memperhatikan prestasi akademik dan perilakumu di kelas, lain halnya dengan Ibu guru. Kamu tentu masih ingat bahwa pria biasanya lebih sering menggunakan logika sementara wanita cenderung memadukan intuisi dan emosinya dalam menjalani kehidupan. Jadi, tentu tidak mencengangkan bila ternyata Ibu gurumu lebih perhatian padamu dibandingkan dengan Bapak gurumu.

Ibu gurumu akan lebih peka dengan kepribadian masing-masing siswa siswinya. Ia tak akan segan mengajak kamu yang introvert untuk mengobrol sejenak atau sekedar menyuruhmu mengirimkan catatan soal ke kelas lain. Tidak banyak yang ia harapkan darimu. Hanya perilaku yang baik, kepercayaan diri dan prestasi cemerlang yang akan membuat ia bangga kepadamu.

Semua sama dimatanya
Sebagai manusia biasa, wajar bila Ibu gurumu memiliki “anak emas” di kelas. Ia begitu menyayangi siswa siswi yang manis, penurut dan rajin belajar. Tapi profesionalitas dan dedikasi membawanya untuk meredam semua hal tersebut. Semua siswa sama di matanya. Siswa siswi yang malas, agak nakal dan suka membangkang juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian dan kasih sayang darinya. Semua sama dimatanya, tidak ada yang lebih dikasihi atau tidak diacuhkan olehnya.

Kamu adalah bagian dari perjalanan hidupnya
Ibu guru yang bijaksana akan menganggap kamu seperti anaknya sendiri. Kamu adalah salah satu bagian penting yang ada dalam perjalanan hidupnya. Siswa siswi yang nakal dan malas membuat ia belajar untuk menyiasati kenakalan dan kemalasan tersebut. Sementara siswa siswi yang rajin dan penurut akan membuatnya bersyukur dan bertekad untuk menjadi seorang guru yang lebih baik lagi.

Tidak ada siswa bodoh, yang ada hanya siswa malas
Bagi Ibu guru yang sekedar menjalankan profesinya, siswa yang malas belajar seringkali dianggap sebagai pribadi yang bodoh dan tidak bisa berkembang. Tapi lain halnya dengan Ibu guru yang berdedikasi pada dunia pendidikan. Ibu guru yang begitu menyayangimu akan berupaya membuat kamu lebih termotivasi untuk rajin belajar. Dia mungkin akan melakukan berbagai cara untuk membuatmu rajin belajar, mulai dari menasihatimu hingga melakukan sedikit aksi extreme yang membuat kamu kapok. Namun yakinlah, semua yang ia lakukan hanya demi kebaikanmu dan demi kualitas hidupmu.

Marahnya hanya di bibir saja
Sesekali ketika kamu membuat Ibu gurumu kesal dan hilang akal, ia mungkin akan mengeluarkan kata-kata yang menjengkelkan sambil menjewer telingamu atau menjawil lenganmu. Jangan pernah kamu masukkan hal tersebut ke dalam hati. Sebab marahnya Ibu gurumu hanya di bibir saja. Ekspresi kekesalan itu tentu sangat manusiawi dan wajar. Jauh di lubuk hatinya, kamu tetap menjadi kesayangan dan kebanggaannya. Ia pasti merasa beruntung dan bersyukur bisa mengenal pribadi yang begitu unik seperti kamu. Dari kamulah, ia belajar untuk menjadi orang yang lebih sabar dan lebih baik dari hari kemarin.

Tidak lupa untuk menyiapkan materi pelajaran
Meski sudah menjalankan pekerjaannya selama bertahun-tahun, ia tidak pernah lupa untuk menyiapkan materi pelajaran sesaat sebelum siap mengajar. Ia tidak ingin terpaku pada text book dan hanya menyalin isinya di papan tulis atau slide presentasi. Catatan dan soal-soal latihan akan ditulis atau diketik rapi agar kamu lebih mudah mengerti dan memahami materi pelajaran baru yang kamu terima hari ini. Karena ia ingin kamu tumbuh menjadi pribadi yang cinta akan kerapian dan keteraturan.

Mungkin akan menyiksamu dengan setumpuk tugas
Setumpuk tugas darinya seringkali membuat kamu kesal, bosan dan kelelahan. Tapi ketahuilah bahwa hal tersebut adalah caranya untuk melatih kamu menjadi pribadi yang lebih disiplin dan kuat. Secara tidak langsung, tugas-tugas itu akan membiasakanmu untuk berpikir lebih cepat dan teliti. Tidak pernah ada maksud lain darinya, kecuali mendidik dan membimbingmu menjadi pribadi yang tahan banting, cekatan dan tidak mudah mengeluh.

Dia akan membantu menemukan bakat dan potensimu
Dikala masih kecil mungkin kamu belum menyadari apa bakat dan potensimu. Padahal setiap orang pasti punya bakat dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pada akhirnya, Ibu gurumu akan membantumu menemukan bakat dan potensi yang menjadi kekuatanmu. Ketika dia melihat gambar-gambarmu yang indah, menghardikmu karena seragam yang bermandikan keringat saat asyik bermain bola, menemukan bahwa kamu pandai menulis karangan atau sewaktu kamu ketahuan membongkar alat peraga laboratorium, disaat itulah dia akan menyadari bakatmu dan berusaha mengarahkanmu untuk mengikuti aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakatmu.

Menceritakan kondisi kelasmu pada rekan-rekannya
Waktu istirahat di ruang guru akan ia gunakan untuk menceritakan kamu dan teman-temanmu pada rekan-rekannya. Ia selalu berusaha mencari solusi atas kenakalan, masalah dan perilaku yang dilakukan oleh siswa siswinya. Sehingga ketika Bapak Ibu guru yang lain masuk ke kelasmu, mereka tidak akan kaget dengan perilaku dan kebiasaan kelasmu yang “ajaib”. Ibu gurumu adalah sosok yang membuat guru-guru lain mulai mengenal kamu dan teman-teman sekelasmu.

Kelulusanmu adalah sebuah kebanggaan baginya
Ketika kamu berhasil menamatkan pendidikanmu dengan nilai yang memuaskan, ia adalah salah satu orang yang paling bangga terhadap pencapaianmu. Ia akan tersenyum hangat sambil mengucapkan salam perpisahan ketika kamu akan menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Kesedihan yang datang karena harus melepasmu ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan terbayar lunas dengan kelulusan dan senyum yang tergambar di wajahmu.

Saat kamu masih kecil, kamu mungkin tidak menyadari betapa besarnya perhatian Ibu guru padamu. Begitu berharganya momen-momen kebersamaan kamu dan dia karena momen tersebut adalah salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupmu. Mulailah luangkan waktu untuk sekedar menanyakan kabarnya ketika nanti kamu mulai beranjak dewasa.

_________________________________________________________________________________

Terima kasih Ibu, kau sudah mendidik dan membimbingku menjadi pribadi yang selalu berusaha untuk disiplin dan mau belajar. Terima kasih untuk cinta dan kesabaranmu yang begitu besar dan berarti bagiku. Sudah belasan tahun berlalu sejak kita pertama bertemu tapi tatapanmu yang hangat dan penuh kepercayaan sedikit pun tidak pernah berubah. Aku akan selalu mengingat dan mengenang semua hal yang sudah kau sampaikan dan ajarkan padaku selama ini. Mengenal dan memperoleh bimbinganmu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku. Kau adalah sosok sahabat sekaligus orangtua yang dihadiahkan Sang Pencipta untukku.

Tetaplah jadi Ibu guru yang aku kenal dulu. Sebab masih banyak siswa siswi yang butuh bimbingan dan cahaya cintamu. Semoga Ibu selalu sehat, sabar dan semakin bijaksana dalam mendidik siswa siswi menuju masa depan yang gemilang.

Love you,my super moms ... 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa