Memoar, Opini, Kata Hati

Jumat, 29 Januari 2016

Terima Kasih, Langit Hidupku




Salah satu hari yang paling kusukai adalah hari saat bisa bertemu dengan kalian. Hari itu memang kerap jadi kesempatan langka karena waktu dan tempat yang memisahkan kita. Namun aku tahu bahwa kalian selalu ada. Hadir untuk aku dan untuk sahabat-sahabat kecil kalian. Dulu aku juga sahabat kecil kalian. Sahabat kecil yang kini sudah tidak sekecil dan sepolos dulu lagi.

Ada kedekatan hati yang ditakdirkan oleh semesta untuk kita walaupun aku tak berasal dari rahim kalian. Rasanya memang tidak ada alasan kuat untuk mengasihi kalian hingga sedekat ini. Tetapi aku tahu bahwa ketulusan hati kalianlah yang membuat hatiku tak salah berpijak. Rasa bahagia pun bisa kudapati hanya dengan melihat senyum di wajah kalian.


Tetaplah seperti kemarin dan hari ini untuk seterusnya. Tetaplah menjadi langit hidupku yang senantiasa setia menaungi hari-hariku. Semoga perangaiku selalu jadi perangai gadis kecil kalian yang dulu. Perangai yang kendati tak punya banyak senyum, namun tak pernah jemu menerima nasihat dan ajakan penuh faedah dari kalian.

Kalian adalah langit hidupku. Kata “halo” paling menyenangkan dan kata “sampai jumpa” yang paling berat untuk diucapkan. Jikalau ada kata yang lebih tinggi derajatnya daripada kata “terima kasih”, sudah pasti kata-kata itulah yang hendak kuucapkan pada kalian. 

Bila kalian tak bisa mendekat, cukuplah kalian diam di situ. Biarkan aku yang mendekat pada kalian.




 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa