Memoar, Opini, Kata Hati

Sabtu, 23 April 2016

Mengapa Menahan Tangis Berbahaya Bagi Anak-Anak?




Orang yang mengaku tidak terlalu menyukai anak-anak biasanya mulai kesal saat harus menghadapi anak-anak yang menangis. Rasanya pasti bingung deh bagaimana caranya membujuk anak-anak untuk berhenti menangis. Faktanya, tak masalah bila anak-anak menangis untuk alasan yang tepat. Karena menahan tangis justru bisa berbahaya bagi anak-anak.


Benarkah Menahan Tangis Berbahaya Bagi Anak-Anak?

 

 
Sumber :
Whatsupfagans.com
 
Menangis adalah respon alami tubuh terhadap stres, kondisi menakutkan, rasa kekecewaaan, dan emosi pada seseorang. Sejak kecil, kita memang sudah memiliki kemampuan untuk mengekspresikan sesuatu melalui tangisan. Tangis bahagia sih memang ada. Tetapi intensitasnya tentu tidak sesering tangisan karena sedih, kecewa, atau marah.

Dengan menangis, anak-anak akan belajar untuk melepaskan emosi yang ada dalam dirinya. Itulah sebabnya anak-anak akan menjadi lebih tenang bahkan ada pula yang tertidur usai menangis. Akumulasi emosi yang berlebihan dalam diri anak dilampiaskan secara tepat melalui tangisan. Sehingga hal ini tidak akan mempengaruhi kondisi psikologi dan sistem kekebalan tubuh anak di kemudian hari.

Semakin banyak beban yang dirasakan oleh anak, maka semakin banyak pula intensitas tangisan yang dibutuhkannya. Menangis sendirian, di hadapan orangtua, atau di depan orang-orang terdekat lainnya, semuanya sama-sama bermanfaat bagi anak. Sementara itu, anak-anak yang sering menahan tangis justru berisiko mengalami temper tantrum.

Apa Itu Temper Tantrum?

 

Sumber :
Knowyourmeme.com
 
Temper tantrum adalah kondisi yang terjadi ketika anak-anak melampiaskan emosinya secara berlebihan. Selain menangis sembari berteriak-teriak, anak yang sedang temper tantrum juga kerap melakukan tindakan lainnya seperti berguling-guling di lantai, melempas barang, bahkan memukul orang yang ada di sekitarnya.

Sebenarnya temper tantrum merupakan kondisi yang lazim terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Pada usia tersebut, anak belum memiliki kemampuan bahasa yang baik untuk mengungkapkan maksud, kesedihan, atau keinginannya. Namun temper tantrum yang berlarut-larut saat usia anak semakin bertambah tentu bukanlah hal yang baik.


Mengapa Menahan Tangis Menyebabkan Temper Tantrum?

 

Sumber :
Cutestpaw.com

Cukup banyak orangtua modern yang memanjakan anak secara berlebihan. Sebelum anak menangis karena menginginkan sesuatu, orangtua pun segera mengabulkan keinginan sang anak. Akibatnya, luapan emosi anak tidak bisa tersampaikan dengan baik melalui tangisan.

Saat anak menginginkan sesuatu yang mustahil terwujud atau mengalami kekecewaan berat, tangisan yang meledak-ledak membuat anak sulit mengendalikan dirinya sendiri. Alam bawah sadar anak akan turut melampiaskan emosi yang sudah terakumulasi sejak lama. Akhirnya, temper tantrum pun menjelma jadi masalah psikologi yang lebih serius.

Kesimpulannya, orangtua, guru, dan orang terdekat lainnya bisa membiarkan anak yang sedang menangis. Ketika anak mulai tenang, bicarakanlah masalah yang membuatnya menangis secara baik-baik. Sampaikan dengan jelas mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Hal ini pasti lebih baik daripada selalu menuruti keinginan sang anak atau malah memarahinya habis-habisan ketika anak mulai menangis.


Sometimes, crying is the only way your eyes speak when your mouth can’t explain how broken your heart is.










8 komentar:

  1. sesekali menangis boleh ya jangan hanay di pendam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mbak.
      Jangan dipendam biar risiko temper tantrum bisa diminimalkan :)

      Hapus
  2. Kedua anak saya jarang tantrum mbak, kadang nangis karena keinginannya tidak saya penuhi. Tapi memang iya, yg sering dimanja kalo nggak diturutin nangis sampe ngamuk2 gitu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik ya Mbak kalo anaknya lebih sering anteng dan gak pernah ngamuk-ngamuk.
      Bener tuh, yang terlalu dimanja malah kalo ngambek kayak mau nelen orang :D

      Hapus
  3. wah makasih mbak mel atas berbaginya. keponakan saya beberapa kali nangis sambil berteriak-berteriak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mas.
      Terima kasih udah mampir ya :D
      Semoga menambah pengetahuan dan keponakannya makin anteng

      Hapus
  4. Menangis emang gak perlu dilarang sih menurutku, namanya juga ungkapan emosi,...
    Asal jangan keseringan dan lihat kondisi aja sih :)
    *sendirinya masih sering nangis kalo lagi nge-drama korea hehe*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo drama Korea sih gak usah diragukan lagi ya, Mbak.
      Selalu bikin klepek-klepek naangis bombay :D
      hehehehe

      Hapus

 
Copyright©Melisa