Memoar, Opini, Kata Hati

Senin, 11 April 2016

Sesekali Menjauh dari Rutinitas Itu Wajib Hukumnya




Ada banyak sekali hal yang ingin kita capai selama menjalani hidup. Mayoritas orang memang begitu. Setelah dewasa, ada banyak sekali pilihan yang bisa diambil. Ingin kuliah, langsung bekerja, atau bahkan segera menikah. Semuanya sah-sah saja. Sebab manusia dewasa memang bebas menentukan jalan hidupnya sendiri.

Saat lelah dengan rutinitas, tak ada salahnya kita menjauh sejenak dari rutinitas tersebut. Kita bisa mengenang banyak hal yang sudah kita lewati selama ini. Kaca spion ukurannya memang jauh lebih kecil dari kaca belakang. Berarti sesekali kita boleh menoleh ke belakang untuk mengukur sudah sejauh apa langkah kita ke depan.


Duduk tercenung di teras sekolah hari itu terasa menyenangkan. Jumat, 12 Februari 2016. Ada banyak memori yang melintas dan menari-nari selama satu setengah jam duduk di situ. Murid-murid SD yang sedang beristirahat pun berlalu lalang. Ada yang bermain bola dengan temannya, ada pula yang duduk sembari menikmati bekal makan siang. Orangtua murid pun tampak sibuk menantikan kepulangan anaknya dari balik gerbang sekolah.

Waktu berlalu begitu cepat. Dulu bentuk bangunan sekolah belum serapi saat ini. Belum ada tetesan-tetesan air AC yang jatuh dan membasahi rambut ketika duduk di terasnya. Lahan parkirnya pun dahulu tidak terlalu luas. Namun kini semuanya sudah berubah. Tentu saja berubah menjadi lebih baik dari tahun-tahun lalu.




Bel sekolah berbunyi setiap 35 menit sekali. Menandakan waktu istirahat yang usai atau pergantian jam pelajaran. Hiruk pikuk suara murid SD sayup-sayup terdengar di telinga. Kebiasaan yang satu itu masih ada. Kebiasaan memberi salam setiap guru masuk dan pergi dari kelas. 

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang. Aktivitas sekolah pun mulai sepi. Murid-murid kelas 4 SD sudah masuk ke kelasnya masing-masing. Sementara wanita setengah baya penjual es mambo juga beranjak pergi dari tempatnya berjualan selama satu setengah jam tadi. Lamunan nostalgia itu masih terus dilanjutkan, sampai ada suara yang berasal dari arah taman.

“Hmm, di situ dia rupanya dari tadi, ya.”

Saatnya tersenyum lalu bangkit dari tempat duduk. Menghampiri mereka yang sudah dinantikan sejak satu setengah jam yang lalu.

 







5 komentar:

  1. Betul, mbak. Sejenak menjauh dari rutinitas memang perlu, agar kita bisa merefresh tubuh dan pikiran untuk berkarya lebih baik lagi :)
    Postingannya menarik. Salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, Biar kita jadi lebih fresh terus siap beraktivitas lagi, deh ya :D
      Terima kasih sudah mampir, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. Menjauh dari rutinitas itu perluuuuuu huhuhuh sehari saja deh gak nyentuh gadget atau tutup nih laptop, berasa ada tambahan energi baru.

    Salam kenal ya mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia tuh yang masih susah ya, Mbak Ranny.
      Gak bisa ninggalin gadget atau laptop untuk beberapa jam aja.
      hehehehe
      Salam kenal juga, terima kasih udah mampir ya :)

      Hapus

 
Copyright©Melisa