Memoar, Opini, Kata Hati

Rabu, 08 Juni 2016

Hulu dari Setiap Perjalanan Itu Adalah Rumah





Kalau ditanya tentang tempat paling nyaman yang saya sukai, jawabannya sudah pasti adalah rumah. Saya bukan tipe orang yang senang bepergian atau travelling ke tempat-tempat yang jauh. Bagi saya, rumah yang nyaman merupakan sebuah inspirasi dan kebahagiaan besar. Di sudut mana pun saya berada, asalkan itu di rumah maka saya akan merasa bahagia. Ah, bahagia memang sederhana, ya.





Di antara semua ruangan dalam rumah, kamar tidur ialah bagian terpenting bagi saya. Di pojok kiri bawah itu biasanya saya menghabiskan sebagian besar waktu saya. Mulai dari menyelesaikan pekerjaan, menulis blog, mencari ide, atau mempelajari sesuatu yang baru. Karena saya bekerja sebagai freelance writer, saya tidak perlu terlalu sering beranjak dari rumah cuma demi merampungkan pekerjaan. Mencari sesuap nasi, sebuah mercy, dan segenggam berlian hampir semuanya saya lakukan dari dalam kamar tidur. 

Saat merasa lelah bekerja, saya tinggal melirik ke kanan dan mulai merayap ke kasur. Memejamkan mata selama beberapa menit. Bukan, bukan tidur. Melainkan hanya beristirahat sejenak dari padatnya pekerjaan yang menuntut diselesaikan. Sesekali ketika menginginkan suasana yang berbeda, barulah saya bergegas keluar rumah sembari menenteng ransel. Kemudian saya memilih duduk manis untuk mengetik di kafe sembari menyeruput kopi. Tetapi hal itu jarang saya lakukan. Tentu saja karena saya jauh lebih mencintai meja kerja di kamar tidur daripada suasana kafe.

Tempat kedua yang tak kalah menyenangkan adalah kamar mandi. Aneh juga sih kenapa saya menyukai kamar mandi. Tetapi untungnya saya tidak terobsesi untuk tidur di dalamnya. Ketika merasa sedang lelah atau kecewa terhadap sesuatu, saya biasa menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi. Sekadar mandi sambil memikirkan banyak hal, rupanya banyak solusi dan inspirasi yang bisa saya dapatkan.




Ngomong-ngomong soal kamar mandi, saya pernah mengalami kecelakaan di kamar mandi sewaktu kecil. Saat itu usia saya sekitar 4 tahun dan asyik nongkrong di WC jongkok. Karena keramiknya agak licin, saya terpeleset dan perut saya tergores ujung keramik WC hingga luka sepanjang 15 cm. Untungnya, luka sobek itu tidak perlu di jahit. Lebih menguntungkannya lagi, saya tidak punya trauma pada kamar mandi.



Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway "Home Sweet Home" viverasiregar.com











4 komentar:

  1. "Lebih menguntungkannya lagi, saya tidak punya trauma pada kamar mandi."

    Haha gak kebayang deh kalo beneran trauma ama kamar mandi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas.
      Aku bisa gak mandi2 nanti kalo trauma sama kamar mandi :p

      Hapus
  2. Aaaakkk kamarnya serba biru. Sukaaaa ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup Mbak.
      Warna biru bikin kesan adem dan seger.
      Jadi makin betah deh di kamar :D

      Hapus

 
Copyright©Melisa