Memoar, Opini, Kata Hati

Jumat, 17 Maret 2017

7 Pertanyaan yang Sering Dilontarkan Murid Sesaat Sebelum Ulangan





Hal apa yang paling menakutkan ketika belajar di kelas?

Salah satunya pasti ulangan. Sebenarnya ulangan sih tidak menakutkan kalau kamu sudah menguasai pelajaran dengan baik. Tetapi mayoritas murid pasti masih bergidik ngeri kalau mendengar kata ulangan. Apalagi kalau gurumu selalu membuat soal-soal yang susah setiap kali ulangan.

Percaya atau tidak, dari tahun ke tahun biasanya murid-murid pasti memiliki pertanyaan yang sama sesaat sebelum ulangan. Coba ingat-ingat siapa yang sering mengucapkan 7 pertanyaan ini di kelas, temanmu atau malah kamu sendiri?


Boleh pake pensil gak, Bu?

Pertanyaan yang satu ini kerap diucapkan ketika ulangan matematika atau ulangan yang mengharuskanmu untuk menggambar. Menulis atau berhitung dengan pensil memang membuatmu lebih leluasa menghapusnya ketika terjadi kesalahan. Sayangnya, tidak semua guru mengizinkanmu menulis jawaban ulangan dengan pensil. Karena tulisan yang tidak terlalu jelas pasti jadi sulit terbaca.

Nulis jawabannya boleh diacak gak, Bu?

Kalau dicermati lebih lanjut, pertanyaan yang satu ini bernada sangat putus asa. Karena murid yang menguasai pelajaran dengan baik pasti bisa menjawab soal ulangan secara berurutan. Biasanya guru juga jarang mengizinkanmu menjawab pertanyaan secara acak. Sebab gurumu jadi kesulitan dan butuh waktu lama saat mengoreksi hasil ulanganmu.

 


Soalnya ditulis lagi gak, Bu?

Entah apa tujuan dari menulis soal lagi di lembaran jawaban ulangan. Tetapi ada saja sih guru yang melakukannya. Barangkali supaya muridnya terlihat lebih sibuk dan jam pelajaran pun berlalu setelah diisi dengan ulangan saja. 

Jawab ABCD aja atau tulis jawaban lengkapnya juga, Bu?

 


Ah, dasar anak kecil. Selalu banyak tanya ketika ulangan. Padahal kan kamu tinggal mengingat peraturan yang ditetapkan gurumu ketika ulangan. Ada guru yang hanya menginginkan kamu menulis ABCD saja, tetapi ada pula yang ingin kamu menulis jawaban lengkapnya. Mulai sekarang, kamu mesti mengingat-ingat kebiasaan ulangan tersebut dengan baik, ya.

Tulis rumus gak, Bu?

Mata pelajaran berupa hitung-hitungan pasti mengharuskanmu menulis rumus sebelum menghitung jawaban ketika ujian. Jadi, jangan berusaha mengelabui gurumu dengan pertanyaan ini ya, jangan. Tulis saja rumusnya supaya jawabanmu ulanganmu tidak disalahkan oleh gurumu. Tidak ada murid yang nilainya dikurangi karena menulis rumus. Namun kalau kamu sengaja tidak menuliskannya, siap-siap saja mendapatkan nilai ulangan yang babak belur.

Boleh buka buku gak, Bu?

Kamu pasti tidak berani menanyakan pertanyaan ini kalau gurumu galak. Sementara terhadap guru yang lembut dan baik hati, pertanyaan ini bisa menjadi “pancingan”. Siapa tahu nanti gurumu merasa bersalah dengan soal-soal yang terlalu sulit. Akhirnya, kamu dan teman-temanmu diperbolehkan membuka buku cetak dan buku catatan untuk menjawab soal ulangan. Inilah kemustahilan yang senantiasa kamu semogakan.

Ulangannya masuk nilai gak, Bu?

 


Benarkah kamu berani menanyakan pertanyaan ini sesaat sebelum ulangan?
Faktanya, ada lo guru yang sengaja tidak menjadikan ulangan sebagai bahan penilaian. Hal ini biasanya disampaikan ketika jawaban ulangan sudah dikumpulkan. Iya, setelah kamu memutar otak setengah mati, sakit perut menahan grogi, dan lapar banget karena berpikir keras sepanjang waktu ulangan. Rupanya gurumu hanya mau menguji pemahamanmu tentang materi pelajaran yang sudah disampaikan. “Ulangan yang masuk nilainya nanti minggu depan aja, ya.”

Astaga …





1 komentar:

  1. Wehh jeli juga mba Mel. Topik kayak gitu bisa jadi bahan postingan. Saya aja nggak kepikiran hihi.
    Terkait pertanyaan macam no 3, kalau saya minta murid2 menjawab pakai jawab panjang untuk soal uraian.

    BalasHapus

 
Copyright©Melisa