Memoar, Opini, Kata Hati

Rabu, 21 Juni 2017

Mengenal Alter Ego : Karena Dia Adalah Kita





Semua orang berpotensi memiliki alter ego.

Yes, tak ada satu pun manusia yang dilahirkan sempurna. Sebaik apa pun kita mencoba, pasti kita memiliki masalah dan ketidaknyamanan yang sulit dituntaskan. Kalau kita kesulitan menceritakannya kepada orang lain, maka tak ada jalan lain. Kita harus berusaha membuat diri sendiri merasa nyaman dan aman. Karena life must go on, dengan atau tanpa bantuan dan perhatian orang lain.

Apa Itu Alter Ego?



Alter ego sering didefinisikan sebagai “aku yang kedua”. Sosok kedua yang ada dalam diri kita, yang sesekali muncul pada saat-saat tertentu. Ternyata tak banyak orang yang sadar bahwa dirinya punya alter ego. Padahal kemunculan alter ego tersebut justru sudah dideteksi oleh orang-orang di sekitarnya.

Sebenarnya alter ego adalah cerminan karakter pribadi yang tidak bisa selalu kita tampilkan ketika menjalani hidup. Kita pasti menemukan banyak hal selama beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain. Tetapi hal-hal tersebut tak selalu membuat kita bebas mengekspresikan diri. Ada orang yang butuh teman diskusi, pelindung, sosok pemberani dalam dirinya, atau pemakluman terhadap kegagalan yang ia alami. 


Mengapa Banyak Orang yang Tak Sadar dengan Alter Egonya?

Nyatanya, belum banyak orang yang tertarik mempelajari tentang alter ego. Padahal alter ego bukanlah suatu masalah psikologis berat yang hanya dialami pengidap gangguan jiwa. Kemunculan alter ego pada setiap orang berbeda-beda, misalnya :

Si A : butuh teman curhat dan diskusi hingga akhirnya menciptakan percakapan di otaknya.
Si B : butuh sosok ceria untuk menutupi sifatnya yang pemalu dan introvert.
Si C : butuh sosok tegas karena dirinya dikenal senantiasa lembut, sabar, dan cinta damai.
Si C : butuh jiwa penyemangat dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya.

Hal inilah yang menyebabkan pemahaman tentang alter ego menjadi sangat luas. Ada orang yang merasa agak terganggu dengan alter egonya. Ada pula yang bahkan sama sekali tidak menyadari kalau alter egonya kerap muncul dan mulai dikenali orang lain. Bila seseorang mengetahui bahwa dirinya memiliki alter ego, berarti orang tersebut mengenal dirinya sendiri dengan cukup baik. 


Alter Ego Bukanlah Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID) masih sering disamakan dengan alter ego. Faktanya, alter ego berbeda dengan kepribadian ganda. Seseorang yang mengidap DID biasanya memiliki 2 kepribadian atau lebih, sementara alter ego hanya terdiri dari 2 kepribadian. Bahkan ada pengidap DID yang bisa memiliki lebih dari 20 kepribadian.

Perpindahan kepribadian pada pengidap DID berlangsung tanpa sadar dan tak dapat dikendalikan. Karakternya pun sangat beragam, mulai dari lawan jenis, anak kecil, lansia, hingga sosok yang berasal dari masa lampau. Ketidaksadaran yang terjadi pada pengidap DID membuatnya sulit mengendalikan diri sendiri maupun kepribadian lain yang ada dalam dirinya.

Sementara alter ego justru muncul ketika seseorang memiliki kesadaran penuh. Karena alter ego masih merupakan kesatuan dengan diri sendiri, meskipun karakternya berbeda dengan karakter asli orang tersebut. Contohnya, kita mengenal seseorang yang karakternya sangat baik. Dia lembut, sabar, penyayang, dan selalu mengutamakan kepentingan orang lain. Suatu ketika kita dibuat kaget olehnya ketika dia marah besar. Tatapan mata dan tingkah lakunya benar-benar berbeda 180 derajat dengan dia yang selama ini kita kenal. Kita seperti berhadapan dengan orang lain yang tidak kita kenal. Namun fisiknya tak asing bagi kita.

Nah, kemungkinan besar alter ego orang tersebut sedang muncul. Karena alter ego seseorang memang cenderung muncul ketika dirinya merasa terusik, tak nyaman, atau marah. Semua orang berpeluang memunculkan alter ego pada saat-saat tak terduga. That’s the power of universe

Barangkali alter ego dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi diri sendiri.

Cara Menyikapi Alter Ego pada Diri Sendiri

Kita tak perlu panik jika menyadari bahwa diri kita sepertinya punya alter ego. Hal yang mesti kita lakukan adalah berusaha menjaga kestabilan karakter setiap saat. Sabar dan konsisten memang bukan hal yang mudah. Cuma orang hebat yang mampu melakukannya. Dan kita semua berpeluang menjadi salah satu orang hebat tersebut. Jangan menyerah dengan himpitan keadaan. Jangan sampai kita “jatuh tersungkur” karena pengaruh orang lain.

Bila alter ego negatif muncul begitu saja saat kita terdesak, berusahalah menenangkan diri sesegera mungkin. Kondisi kesehatan yang prima dan waktu tidur yang cukup tentu membuat kita merasa lebih fit. Sehingga kita bisa berpikir secara jernih sewaktu menghadapi masalah atau hendak mengambil keputusan. Tak perlu buru-buru bereaksi saat menghadapi sesuatu. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk mencerna hal-hal yang ada di sekitar kita sebelum mengeluarkan tanggapan yang tepat.

Jangan lupa meminta maaf kepada orang-orang yang merasa tersinggung, terluka, atau dirugikan saat diri kita menampilkan “sisi yang lain”. Meminta maaf dan memperbaiki diri menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap orang-orang yang kita sayangi.

Tentang Alter Ego pada Diri Orang Lain

Semakin kita mengenal orang-orang terdekat, maka semakin mudah pula bagi kita untuk merasakan kemunculan alter egonya. Hal ini bisa terjadi karena intensitas kebersamaan yang tinggi atau kedekatan hati yang sangat erat. Jika baru satu dua kali menghadapinya, kita pasti sangat terkejut. Namun kita pasti lebih terbiasa kalau pengalaman tersebut sudah terjadi beberapa kali.

Kuncinya hanya satu, maklum. Pahami bahwa semua orang pasti memiliki kekurangan. Kemunculan alter ego negatif tentu bukanlah sesuatu yang dikehendaki. Yakinlah kalau nanti orang-orang yang kita cintai akan kembali dengan karakter pribadinya masing-masing. Ada orang yang butuh teman curhat untuk meminimalkan pengaruh alter egonya. Namun tak sedikit pula yang justru butuh waktu khusus untuk menyendiri dan merenung.


Jangan pernah lelah berusaha memahami diri sendiri maupun orang-orang yang kita cintai.
Yakinlah bahwa pertanyaan “are you OK?” rupanya teramat sangat berarti dan dapat membuat perasaan orang yang kita cintai jadi lebih tenang.

I’m not a therapist. I also have alter ego.
I have a personality I can’t handle. Maybe it ever shocked you or make you feel disappointed.
But I want you to know it :
I will listen, I will care.


 
Referensi :
https://hellosehat.com/memiliki-alter-ego-normal-atau-tidak/








 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa