Memoar, Opini, Kata Hati

Minggu, 13 Desember 2015

Mengapa Guru di Indonesia Disapa dengan Sebutan Bapak atau Ibu?


“Pak, saya permisi ke toilet dulu , ya.”
“Kemarin bukannya Ibu bilang PR-nya dikumpul hari Kamis??”

Sumber :
www.LautanIndonesia.com


Kalimat-kalimat tersebut memang lumrah terdengar di sekolah. Bahkan tentu di seluruh sekolah di Indonesia. Sejak kecil kita memang sudah akrab menyapa guru kita dengan sebutan bapak dan ibu. Mungkin bagi sebagian orang kata sapaan tersebut terdengar kaku. Apalagi saat ini banyak sekali sapaan yang terkesan lebih gaul dengan sentuhan Bahasa Inggris seperti miss, mam, atau, sir.

Sah-sah saja kalau sekolah internasional membiasakan para murid untuk memanggil gurunya dengan sapaan kebarat-baratan. Guru di luar negeri malah terbiasa dipanggil hanya dengan sebutan namanya saja. Kira-kira kenapa panggilan bapak atau ibu untuk guru di sekolah menjadi salah satu pelajaran hidup yang baik?


Membentuk Perilaku yang Sopan

Orangtua tentu ingin anak-anaknya memiliki perilaku yang sopan dan akhlak yang baik. Itulah mengapa sejak kecil kita sudah diperkenalkan dengan sebutan-sebutan tertentu untuk menyapa orang yang lebih tua. Orang-orang di lingkungan keluarga atau pergaulan yang usianya beberapa tahun lebih tua dari kita biasa disapa dengan sebutan kakak. Sementara orang yang usianya jauh lebih tua bisa disapa dengan sebutan bapak, ibu, om atau tante. Panggilan tersebut biasanya akan berusaha dipantaskan sesuai dengan rentang umur antara kita dengan orang yang bersangkutan.

Menciptakan Keseragaman Di Sekolah

Guru-guru di sekolah kita tentu berbeda-beda umurnya. Ada yang sudah tua hingga pantas dipanggil nenek atau kakek namun ada pula yang usianya hanya terpaut kurang dari 10 tahun dari kita. Perbedaan umur tersebut tidak boleh dijadikan patokan di sekolah. Karena sejatinya salah satu esensi pendidikan di sekolah adalah mengajarkan kesetaraan harkat dan martabat manusia kepada generasi muda.

Oleh sebab itu, keseragaman di sekolah bukan cuma tersirat dari penggunaan pakaian murid yang sama setiap hari. Melainkan juga ditampakkan dari kebiasaan pergaulan setiap hari, salah satunya panggilan bapak atau ibu kepada semua pendidik di sekolah.

Menciptakan Hubungan Emosional yang Erat

Panggilan bapak atau ibu untuk orangtua kita di rumah menunjukkan bentuk rasa hormat sekaligus hubungan emosional yang erat. Pasti kita tidak pernah berani memanggil orangtua kita di rumah hanya dengan menyebut namanya saja. Sudah sepatutnya kita menghormati orangtua yang sudah melahirkan, merawat, mendidik, serta mencukupi semua kebutuhan hidup kita.

Makna hubungan emosional yang erat antara orangtua dan anak ini juga berusaha diwujudkan di sekolah. Melalui panggilan bapak atau ibu, diharapkan murid-murid memiliki ikatan emosional yang erat dengan guru-gurunya di sekolah. Guru dapat diibaratkan sebagai orangtua kita di sekolah. Orangtua yang akan berusaha sekuat tenaga untuk mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga sudah sepantasnya kita memiliki rasa hormat kepada guru selayaknya menghormati orangtua kita sendiri. Panggilan bapak atau ibu tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan sederhana yang bisa kita sampaikan secara lisan.


Itulah 3 alasan utama yang mendasari penggunaan kata bapak atau ibu untuk memanggil guru di sekolah. Hormati bapak dan ibu kita di sekolah, seperti halnya kita menghormati orangtua kita sendiri. Karena merekalah yang turut menuntun dan mengajari kita untuk berjuang di kehidupan yang nyata.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa