Memoar, Opini, Kata Hati

Selasa, 11 April 2017

15 Kutipan Indonesia Tentang Dahsyatnya Rasa Rindu






Semua orang pasti pernah merindukan orang lain. Rindu bukan hanya soal hubungan asmara lo. Siapa pun bisa merindukan orang, sesuatu, atau suasana apapun yang pernah mengisi hidupnya. Rindu itu menunjukkan bahwa kita masih sangat menyayangi orang atau sesuatu yang sedang kita rindukan.

Sesekali merasa mellow karena rindu sih tidak masalah. Karena biasanya rasa rindu membuat kita jadi lebih puitis. Coba tengok dulu 15 kutipan berbahasa Indonesia tentang dahsyatnya rasa rindu berikut ini. Semoga kutipan-kutipan ini menginspirasi dan tidak menyebabkan galau berlebihan, ya.




Jangan rindu,.

Ini berat, kau tak akan kuat.

Biar aku saja.
-Pidi Baiq-



Dan rindu menjadi urusanku,

Padahal kamulah penyebabnya.

Benar-benar kau ini,

Tidak bertanggung jawab!
-Pidi Baiq-



Rindu ini curang.

Selalu bertambah

Tanpa tahu bagaimana caranya agar berkurang.
-Irham Anshar-


Cinta itu kotak, adil di tiap sisinya.

Cemburu itu segitiga, tajam di tiap sisinya.

Rindu itu lingkaran, tak berujung.
-Raditya Dika-


Doa adalah bahasa rindu dan cinta

yang paling cepat sampai ke hati

tanpa perlu didengar atau dibaca.
-Anonim-


Seperti rindu,

aku lebih suka memenjarakannya dan membisu.

Menunggu kau yang mengungkapkannya.

Kemudian aku tertawa menang

hahahaha.
-Raden Rauf-


Tak pernahkah kau merasa

Oksigen di dadamu dirampas rindu, sesak.
-Raden Rauf-


Kepada hujan yang menjamah bumi,

dinginmu tak kunjung usai,

meski kau telah berlalu.

Seperti rinduku, kepada seseorang, yang hanya diam.

Dari aku (yang belum lelah merindu)
-Senandung Makna-


Jangan tanya seberapa besar

Perasaanku kepadamu.

Cukup Tuhan yang tahu

seberapa bosan Ia mendengar

namamu dalam doaku.
-Anonim-


Puncak kangen paling dahsyat

ketika dua orang

tak saling menelepon,

tak saling SMS,

tak saling BBM-an,

dan lain-lain tak saling.

Namun diam-diam

Keduanya saling mendoakan.
-Sudjiwo Tedjo-


Sebelum pergi,

ajarilah sepasang lenganku cara memeluk sepi.

Agar saat kau tiada,

aku bisa melakukannya sendiri.
-Sabda Liar-


Hujan tak pernah paham,

Sesedih apa payung di musim kemarau.
-Tupin-


Jangan mengukur apapun

hanya karena tak berkabar.

Kamu belum tentu tahu

berapa banyak rindu yang ia tampung sendiri.
-Abhi Habibi-



Bila kamu rindu,

Cukuplah kamu diam di situ.

Jangan bergerak sedikit pun,

Biarkan aku yang berjuang mendekat.
-Melisa-

Hadiah paling berharga

yang bisa kamu berikan

kepada dia yang kamu rindukan

adalah menyebut namanya di setiap doamu.
-Melisa-




Kepada kalian yang sedang kurindukan, mungkin nanti kalian akan membaca tulisan ini. Namun barangkali juga tidak karena tertimbun oleh tulisan-tulisan lainnya. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kalian adalah salah satu keberuntungan terbesar yang kumiliki.

Betapa bahagianya aku saat duduk berdampingan dengan kalian. Memandangi kalian yang sedang sibuk beraktivitas. Tanpa harus berkata-kata. Tanpa ada kontak mata. Biarkan aku yang sesekali menangkap momen itu dengan kamera ponselku. Atau bahkan cuma dengan kedua mataku. Agar nanti bisa kuingat-ingat lagi. Hingga membuatku tersenyum ketika sedang sendiri.










 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa