Memoar, Opini, Kata Hati

Sabtu, 02 September 2017

Peringatan Hari Pangan Sedunia di Sekolah, Enaknya Ngapain Ya?



Sebentar lagi hari pangan sedunia lo!
Sudah tahu belum tentang peringatan yang dirayakan oleh masyarakat sedunia yang satu ini?

Hari pangan sedunia diperingati pada tanggal 16 Oktober setiap tahun. Peringatan penting ini digagas oleh negara-negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 1979. Terhitung sejak tahun 1981, peringatan hari pangan sedunia senantiasa memiliki tema khusus setiap tahunnya. Tema tersebut biasanya ditentukan berdasarkan topik hangat di bidang pangan yang sedang membutuhkan perhatian istimewa.

Sudah sepatutnya peringatan hari pangan sedunia dimulai dari sekolah. Karena sekolah merupakan salah satu sarana pendukung pendidikan karakter bagi anak. Kalau mau anak-anak tumbuh menjadi generasi penerus yang peduli terhadap kondisi pangan dunia, tentu saja nilai-nilai penting tentang pangan harus diajarkan sedini mungkin.


Banyak acara seru yang bisa dilakukan untuk memperingati hari pangan sedunia di sekolah.
Tujuh kegiatan berikut ini adalah contohnya.

Lomba Memasak

Acara yang satu ini pasti mengasyikkan dan bikin peringatan hari pangan sedunia jadi lebih meriah. Setiap kelas bisa mengirim perwakilan peserta lomba memasak, tentu saja disertai pendampingan wali kelas. Tema masakannya harus berhubungan dengan cita rasa asli nusantara. Karena Indonesia memiliki variasi makanan yang sangat beraneka ragam dan tak kalah lezat. Mulai dari resep makanan rumit sampai resep praktis yang hanya butuh beberapa jenis bahan saja, semua bisa dikreasikan sesuai selera.

Bazar Makanan Tradisional

Siapa sih yang tak tertarik melihat aneka makanan lezat tersaji di acara bazar hari pangan sedunia?
Yes, hari pangan sedunia memang momen tepat untuk mempopulerkan aneka makanan tradisional yang selama ini tak banyak dikenal orang. Jangan cuma kenal fried chicken atau matcha latte yang hits itu, ya. Ragam makanan berat dan kue tradisional khas Indonesia ternyata sangat menarik untuk dicoba. 

Cara mengajarkan anak-anak untuk mengenal dan menyukai makanan tradisional tidak sulit kok. Ajak anak-anak bersiap jajan di bazar makanan tradisional dengan uang jajan Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Setiap anak harus menanyakan tentang nama, asal daerah, dan bahan baku makanan yang akan dibelinya. Informasi tersebut mesti dicatat untuk kemudian dinilai oleh gurunya. Makanan yang sudah dibeli pun harus disantap sampai habis. Lumayan, kan. Cara sederhana ini membantu mengembangkan aspek berbicara, mendengarkan, dan menulis pada anak-anak.

Seminar Makanan Bergizi



Acara seminar peringatan hari pangan sedunia bisa membahas tentang makanan bergizi yang lezat dan praktis. Sekolah bisa membuat seminar yang berbeda untuk anak-anak atau orang tua siswa. Tema seminar untuk anak-anak harus lebih fun, disertai contoh, ada ice breaking yang berhubungan dengan pembahasan, dan durasinya tidak terlalu lama.

Sedangkan seminar untuk orang tua siswa bisa membahas tema sehari-hari yang mudah dicerna dan dilengkapi dengan demo masak sederhana. Karena pengetahuan baru akan jauh lebih bermanfaat bila dapat langsung dipraktikkan ketika menjalani rutinitas harian.

Pameran Daur Ulang Tanaman

Benarkah tanaman bisa didaur ulang?

Tentu saja bisa. Sebagian tanaman pangan yang bisa dikonsumsi memiliki kemampuan perkembangbiakan vegetatif alami. Sehingga kita bisa melakukan proses “daur ulang” untuk mendapatkan tanaman baru. Beberapa jenis tanaman yang bisa didaur ulang antara lain jahe, bawang, sawi putih, kentang, selada, dan daun bawang. Kita bisa merekam video perkembangan tanaman yang sedang didaur ulang dan memamerkan hasilnya pada peringatan hari pangan sedunia di sekolah. Wow, pasti seru sekali ya.

Yuk simak dulu video berikut ini agar makin memahami proses daur ulang tanaman:



Selain daur ulang tanaman, inovasi tanaman pangan lainnya juga bisa diwujudkan secara praktis. Salah satunya yaitu membuat tauge tanpa akar.



Belajar Membuat Biopori

Biopori adalah metode resapan air pada permukaan tanah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan serta mencegah banjir. Kita bisa membuat biopori di berbagai tempat, misalnya di halaman rumah, tanah kosong, halaman sekolah. Cara membuatnya juga sangat mudah. Kita tinggal membuat lubang dengan diameter 10-30 cm dengan kedalaman 30-100 cm.

Lubang tersebut nantinya akan diisi dengan sampah organik berupa sisa sayur dan buah-buahan, sisa makanan tanpa tambahan bahan kimia, dan dedaunan kering. Jarak ideal antara biopori yang satu dengan biopori lainnya berkisar antara 50 cm sampai 100 cm. Terakhir, jangan lupa menutup lubang biopori dengan penutup berlubang dari fiber atau bahan lain. Supaya bakteri pengurai di dalam tanah mendapatkan asupan udara yang cukup.

Sampah organik yang terurai pada lubang biopori akan membuat tanah semakin subur dan gembur. Kumpulan sampah tersebut akan mengalami penyusutan selama beberapa bulan dan menghasilkan pupuk kompos alami yang bisa diambil secara berkala. Semakin tinggi intenstias hujan di suatu tempat, maka semakin banyak pula lubang biopori yang dibutuhkan untuk resapan air.

Belajar membuat biopori akan membuat anak-anak semakin paham bahwa makanan sisa pun bisa dimanfaatkan untuk hal-hal berguna. Salah satunya pembuatan biopori yang sangat mudah dan penting bagi kelestarian lingkungan.

Nonton Bareng Film Tentang Bahan Pangan Tradisional

Pernah nonton tayangan TV tentang variasi makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar tak biasa?

Iya, ada kok acara-acara edukatif semacam itu. Jangan cuma asyik nongkrongin sinetron minim faedah selama berjam-jam. Acara edukatif yang membahas pangan tradisional seperti Jejak Si Gundul tak kalah menarik untuk ditonton. Jika tak ada acara khusus untuk menyambut hari pangan sedunia di sekolah, nonton bareng film tentang bahan pangan tradisional pun bisa jadi aktivitas menarik.

Seperti tayangan Jejak Si Gundul episode “dadar gulung daun anggur” berikut ini. Iya, daun anggur yang resek dan suka ngotor-ngotorin halaman itu ternyata sangat bergizi dan bisa diolah menjadi makanan.



Aksi Sosial ke Panti Wreda atau Panti Asuhan

Rezeki berlebih yang kita miliki dapat digunakan untuk melakukan aksi sosial ke panti wreda atau panti asuhan. Para wali kelas bisa melakukan koordinasi dengan siswa bila ingin melakukan aktivitas ini. Selain menyiapkan acara yang menyenangkan, jangan lupa pula membawa bekal berupa makanan untuk dibagikan kepada anak-anak panti asuhan atau kaum lansia di panti wreda.

Hal sederhana seperti ini bisa menjadi pengalaman istimewa bagi anak-anak. Sekaligus sebagai bahan pembelajaran untuk menghargai makanan kapan pun dan di mana pun kita berada. Sebab tak semua orang beruntung mendapat kesempatan menikmati makanan lezat nan melimpah seperti yang sering kita konsumsi setiap hari.  


Bagaimana dengan ketujuh ide tersebut? Seru? Pasti seru banget.

Sekolah berkualitas tak hanya menghasilkan siswa yang pandai secara akademis. Pendidikan karakter dan kepedulian terhadap isu-isu terkini juga tak kalah penting. Karena dunia selalu berkembang dari waktu ke waktu. Senantiasa membutuhkan tangan dan hati yang peduli serta penuh kasih sayang. Peringatan hari pangan sedunia dapat menjadi salah satu momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian tersebut.








 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright©Melisa