15 Etika Hidup di Zaman Modern

15 Etika Hidup di Zaman Modern

Kalau dikirimi sesuatu oleh orang lain (baik via jasa pengiriman atau ojek online), jangan lupa segera memotret kiriman tersebut lalu mengirimkannya sambil mengucapkan terima kasih via chat atau telepon. Jangan jadi orang tidak tahu diri yang menerima kiriman tetapi tidak memberi kabar kepada si pengirim.

 

Jika ada orang menghubungimu via japri di chat, usahakan membalasnya terlebih dahulu sebelum nimbrung di obrolan grup yang memuat orang tersebut juga. Andaikan kamu benar-benar kesal dan tak ingin membalas pesan orang tersebut, sebaiknya tunda keinginan bergabung dalam obrolan grup. Melihat orang tidak membalas pesan kita tetapi bisa nongol di grup itu sungguh memuakkan.

 

Saat menumpang mobil orang lain, berusahalah mengisi bangku depan di samping pengemudi terlebih dahulu. Jangan memposisikan si pemilik mobil seperti sopir karena kamu (atau kalian) duduk di bangku belakang.

 

Bila ada orang yang mengantarkan barang pesanan anggota keluargamu, jangan lupa menanyakan harganya dan langsung membayar. Jangan biarkan si penjual atau pengantar pulang dengan tangan kosong karena ia pasti mengharapkan barangnya segera dibayar. Kamu bisa menagih uang tersebut kepada si pemesan nanti.

 

Jangan pernah berbasa-basi mengatakan “jangan lupa oleh-olehnya ya” kepada anggota keluarga, sahabat, tetangga, atau siapapun yang bepergian ke tempat jauh. Basa-basi ini sungguh tidak penting dan tidak sopan. Mereka tidak punya kewajiban untuk membawakanmu oleh-oleh sebab mereka akan melakukannya secara sukarela jika memang menginginkannya.

 

Biasakan memulai percakapan di chat dengan kalimat sapaan, terutama kepada orang-orang yang tidak pernah berinteraksi denganmu. Tak perlu ragu mengatakan “selamat pagi/ siang/sore, hai, halo” dan “apa kabar?” Kebiasaan sederhana ini penting untuk menggambarkan kepribadianmu yang tahu sopan santun.

 

Ketika meminjam uang dan janji mengembalikan dalam kurun waktu tertentu, kembalikan uang tersebut tepat waktu. Jika belum bisa mengembalikan, jangan lupa memberi kabar dan minta maaf kepada orang yang meminjamkan uang. Tindakan ini menunjukkan itikad baikmu sebagai orang yang menepati janji.

 

Berusahalah menjadi orang yang paling terakhir membalas chat. Kamu bisa mengucapkan ok, sip, terima kasih, bye, atau memberikan emoticon maupun stiker untuk mengakhiri percakapan secara sopan.

 

Biasakan membaca apapun secara teliti sebelum bertanya atau merespon, misalnya membawa chat dari orang lain, deskripsi barang di toko online, petunjuk pemakaian barang, dan lainnya. Jangan terbawa budaya malas membaca yang membuatmu kelihatan dungu dan ceroboh.

 

Siapkan makanan terbaik yang masih segar, belum diacak-acak, dan bukan makanan sisa jika ingin memberikannya kepada orang lain. Jangan memberikan makanan yang kamu sendiri tidak ingin memakannya.

 

Sewaktu sedang berkirim chat dengan orang lain (terutama via WhatsApp), tunggu sampai lawan bicaramu selesai mengetik. Perhatikan dulu apakah masih ada keterangan “typing” atau tidak. Etika sederhana ini sama seperti kecenderungan tidak memotong pembicaraan orang lain ketika mengobrol.

 

Jangan menyapa orang lain yang kamu temui di jalan dengan basa-basi tidak sopan seperti “ngapain?” atau “bawa apa?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat tidak sopan karena terkesan mau tahu urusan orang lain. Dua pertanyaan basa-basi yang umum adalah “mau ke mana?” atau “dari mana?” Kalau sedang malas menyapa, tersenyum saja sudah cukup.

 

Saat ingin menanyakan alamat kepada orang lain di jalan, awali dengan kata permisi/ selamat pagi/ selamat siang/ selamat sore/ selamat malam dan akhiri dengan ucapan terima kasih. Usahakan pula untuk menggunakan kata sapa yang tepat, seperti Bu, Pak, Mbak, Mas, atau sapaan lainnya. Jangan jadi orang tidak tahu tata krama dengan langsung mengucapkan pertanyaan kepada orang yang tidak kamu kenal, misalnya “gerbangnya di mana?” atau “Blok X ini di mana?”

 

Ketika ditraktir orang lain, usahakan untuk tidak memilih menu yang mahal-mahal. Karena kamu tidak pernah tahu isi kantong orang yang sedang menraktirmu. Pilih saja menu yang harganya murah atau lebih murah daripada yang dipesan si penraktir. Bila perutmu masih kenyang, tak perlu memaksakan diri memesan makanan hanya karena mumpung ditraktir. Pesan minuman juga sudah cukup.

 

Kalau ada orang lain yang sedang bercakap-cakap dengan orang di dekatmu tetapi tidak ikut mengajakmu bicara, jangan menunjukkan ekspresi kepo. Lanjutkan aktivitasmu seperti biasa tanpa harus menatap wajah orang yang sedang ngobrol.

No comments