Hanya karena dia diam, bukan berarti dia kalah,
Beberapa orang lebih meninggikan kewarasan daripada pembalasan.
Tidak bereaksi juga bisa disebut sebagai reaksi.
Kekalahan yang merendahkan hatimu
lebih baik daripada kemenangan yang meninggikan egomu.
Kamu tidak kalah saat terjatuh.
Kamu baru benar-benar kalah ketika memilih untuk tetap terjatuh.
Orang yang pertama minta maaf bukan berarti dia kalah,
dia menang melawan ego.
Jika kamu kalah pintar, kamu harus menang displin.
Jika kamu kalah modal, kamu harus menang konsisten.
Jika kamu kalah pendidikan, kamu harus menang pengalaman.
Tidak semua pertempuran harus dimenangkan.
Kadang, bertahan saja sudah merupakan kemenangan.
Kadang kita terlalu fokus pada kemenangan,
sampai lupa bahwa kalah juga bisa membuat kita lebih kuat.
Orang hebat bukan yang tak pernah kalah,
tapi yang selalu bangkit.
Dari sekian banyak kekalahan
yang paling telak adalah aku berjanji akan lebih baik dari kemarin,
tapi hari ini masih sama.
Saat kalah,
kamu akan belajar dari kelemahanmu;
sesuatu yang tak kamu temukan saat menang.
Apa pun itu,
setelah serangkaian kekalahan yang sudah kamu lewati sampai hari ini
walau babak belur,
kabar baiknya, kamu masih hidup.
Kabar buruknya, kamu masih hidup.
Kadang hidup dimulai ketika kamu hampir pasrah.
Ketika dunia menginjakmu, mendepakmu, dan tidak berpihak,
kehidupan sesungguhnya dimulai ketika kamu tengah kalah-kalahnya.
Tumbang itu manusiawi,
tapi menolak untuk hancur adalah pilihan.
Rayakan kekalahanmu hari ini,
besok kita rapikan kembali punggungnya.
Jika menunya seporsi kekalahan,
Pesanlah segelas keikhlasan agar bisa menelannya.
Tetap sisakan ruang kecil dalam dirimu untuk menerima sedihnya kegagalan,
dan tragisnya kekalahan.
Karena percayalah,
tidak semua hal berjalan seperti yang kita rencanakan,
maka sisakanlah ruang pengikhlasan itu.
Walaupun sempit, walaupun sedikit.
Menyerah adalah bentuk kekalahan yang paling memalukan,
karena kamu memilihnya sendiri.
Kita perlu mengakui kalah kita kalah,
agar mudah bagi kita berdamai dengan realita,
menerima apa yang sudah terjadi,
sehingga kita bisa kembali berusaha.
Tak masalah.
Beberapa kali kalah.
Beberapa kali mengalah.
Sampai tiba satu waktu, untuk bangun dan melawan.
Setidaknya bertahan.
Sebenarnya aku tidak terlalu bersedih mengikuti arus takdirku,
hanya saja di momen tertentu aku seperti merasa kalah dengan hidup.
Kalah tak harus berdarah-darah,
pemenang pun belum tentu yang leluasa tersenyum lebar.


No comments