Dari kopi, aku belajar:
Bahwa pahit adalah keniscayaan
untuk tiap nikmat keberhasilan yang kudapatkan.
Kehilangan adalah pahit yang tak pernah dikecap lidah.
Dalam hidup, ada rasa manis dan juga pahit.
Terkadang kita harus merasakan rasa pahit
untuk benar-benar menikmati rasa manis ketika datang pada kita.
Sebab kopi mengingatkanku pada cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Pahit, namun kita tak bisa berhenti menikmatinya.
Hidup tak harus selalu manis
karena pahit pun bisa menguatkan.
Seperti kopi yang tetap nikmat meski tanpa gula.

