25 Quotes Tan Malaka

 

25 Quotes Tan Malaka

Terbentur,

terbentur,

terbentur,

terbentuk.

 

Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan,

malah menjadikan orang jadi bodoh, mekanis, seperti mesin.

 

Kepentingan rakyat tidak akan pernah bisa diwakilkan

oleh orang-orang yang tidak hidup seperti rakyat.

 

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.

 

Kematian sejatinya bukan semalam tanpa makan,

namun sehari tanpa berpikir.

 

Air berkumpul dengan air, minyak berkumpul dengan minyak.

Setiap orang berkumpul dengan jenis dan wataknya sendiri.

 

Tuan rumah tak akan berunding

dengan maling yang menjarah rumahnya.

 

Berpikir itu sulit,

sebab berpikir adalah usaha untuk meruntuhkan dinding ketidaktahuan,

melawan kebodohan,

dan memancarkan sinar terang dalam kegelapan.

 

Di negeri yang ramai doa tapi miskin logika,

yang waras sering dikira durhaka.

 

Mereka tidak takut rakyat miskin,

mereka takut ketika rakyat terlalu kritis dan cerdas.

Mereka ingin kita patuh, bukan cerdas,

karena yang cerdas sulit ditipu.

 

Politik butuh rakyat bodoh, agama butuh jamaah patuh.

Kebenaran tidak dibutuhkan oleh keduanya,

karena kebenaran suka memberontak.

 

Gaya hidup bangsawan dan raja yang mahal biayanya ini

ditanggung oleh rakyat yang melarat,

yang seolah-olah diciptakan hanya untuk membayar pajak.

 

Penindasan tidak akan pernah hilang,

jika rakyat masih percaya bahwa pemimpin adalah tuan,

bukan pelayan.

 

Negara yang hidup dari meminjam,

pasti menjadi budak peminjam.

 

Ketahui apa yang kau katakan,

tetapi jangan katakan semua yang kau ketahui.

 

Kalau semua tunduk tanpa tanya,

untuk apa kita dikasih otak?

 

Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak.

Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya.

 

Ketika semua pintu terasa tertutup,

ingatlah bahwa di mana pun ada pintu, di situ juga ada jendela,

carilah peluang di tengah keterbatasan.

 

Lebih baik mati sebagai manusia berpikir,

daripada hidup sebagai budak yang patuh.

 

Kita selalu diajari buat percaya,

tapi jarang diajari buat memahami.

Maka jangan heran kalau banyak orang beriman,

tapi sedikit yang bijak.

 

Orang yang berpikir dianggap sesat,

orang yang ikut arus dianggap baik.

 

Logika itu senjata.

Tanpa logika, manusia cuma jadi budak yang pintar berdoa

tapi tidak tahu arah.

 

Agama digunakan untuk menghibur orang miskin agar tidak memberontak

sementara kekayaan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.

 

Pendidikan sejati bukan mencetak manusia patuh,

tetapi membentuk manusia yang mampu berpikir

dan melawan ketidakadilan.

 

Cara termudah membodohi diri sendiri:

percaya sesuatu hanya karena semua orang percaya.

 

No comments