Banyak orang beranggapan kalau keputusan jalan-jalan ke Kuala Lumpur (KL), Malaysia, itu aneh.
Ngapain sih ke KL? Kan suasananya sama aja sama Jabodetabek?
Semrawutnya, macetnya, pemandangannya...
Enggak, ya. KL itu beda sama Jakarta. KL, Jakarta, Bangkok, dan Ho Chi Minh punya vibes yang beda-beda. Bahkan saya secara pribadi bisa ngerasain kalau aromanya pun beda. Ada aroma khas yang bikin kita mikir “nah ini dia, gue udah sampe KL” jika udah lebih dari sekali ke sana.
Sebagai orang yang udah beberapa kali ke KL, saya jadi tergerak bikin artikel ini. Sebuah artikel berisi tips-tips liburan ke KL berdasarkan pengalaman pribadi. Tentu saja isinya bersifat subjektif dan bisa berbeda dengan fakta di lapangan, apalagi seiring berjalannya waktu. Tapi semoga apa yang saya tulis saat ini bisa menjadi kenang-kenangan bagi diri saya sendiri dan akan lebih menyenangkan lagi kalau membawa manfaat bagi orang lain.
Ya udah mulai aja deh yuk dalam bentuk poin-poin berikut ini:
- Satu modal yang harus kita punya kalau mau jalan-jalan mandiri di KL: baca. Satu hal ini aja udah bisa nyelametin kita dari banyak masalah; risiko scam, nyasar, salah beli, dan lainnya. Kombinasikan dengan sikap proaktif untuk bertanya ke orang-orang yang kita temui. Namun, jangan pasang tampang planga-plongo supaya nggak rentan jadi korban penipuan, ya.
- Eksplor KL secara mandiri tanpa tour itu sebenarnya gampang. Jangan malas cari info di internet dan medsos, terutama TikTok. Sekarang, banyak banget panduan jalan-jalan di KL yang bebas kita akses kapan saja dan di mana saja. Kalau soal rekomendasi makanan sih nggak harus semua diikutin ya, pilih aja yang cocok berdasarkan bujet, selera, dan lokasi penginapan. Tutorial lainnya kayak rute transportasi umum dan tempat berburu oleh-oleh sih komplit dan mudah banget dipahami.
- Menurut saya, penerbangan ke KLIA sebaiknya pilih yang pagi atau maksimal siang hari jika kita berencana melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum. Kira-kira yang sampai di bandara paling lambat jam 5 sore, atau bahkan lebih awal lagi jika tujuan berikutnya adalah Genting Highland. Saya kurang tau sih bus dari KLIA itu tersedia sampai jam berapa, tapi rasanya lebih safety aja bila kita memulai perjalanan via bus pas hari belum terlalu larut malam. Soal Genting Highland, tentu harus lebih awal supaya nggak kehabisan cable car (kereta gantung) akibat kemalaman jika sudah reservasi hotel di atas bukit.
- Petaling Street adalah surganya scam. Pokoknya harus ekstra hati-hati kalau ke kawasan populer yang satu ini. Scam-nya beragam banget, mulai dari tukang taksi yang nentuin harga di luar nalar sampai tukang oleh-oleh yang harganya juga selangit. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, semakin ke dalam area Petaling, harga oleh-oleh yang dijual pedagang etnis India itu makin nggak wajar. Di bagian depan jalan ini, ada penjual yang membanderol 1 set gantungan kunci isi 6 pcs dengan harga 10 RM (fixed price), sedangkan di bagian dalam ada penjual membanderol dengan harga 30 RM untuk barang yang sama persis. Jadi, luangkan lebih banyak waktu untuk melihat-lihat. Jangan terburu-buru membeli karena paksaan para pedagang di sini, ya. Karena yang barang dagangannya murah nggak bakal maksa pembeli, malah kiosnya rame terus.
- Banyak traveler yang ngerekomendasiin nginep di area Bukit Bintang, tapi setelah saya ke sana ternyata saya tetap lebih jatuh cinta sama Petaling Street. Petaling bagi saya adalah kawasan yang lebih humble bagi traveler dengan bujet menengah ke bawah. Nggak dikelilingi surga belanja, tapi cukup nyaman untuk jalan-jalan menikmati suasana KL. Lokasinya juga dekat dengan LRT Pasar Seni jadi praktis bila mau bepergian naik transportasi umum. Harga makanan di kawasan ini juga masih terjangkau. Oh iya, kalau mau ke beberapa destinasi kayak China Town dan Kwai Chai Hong juga gampang karena tinggal jalan kaki.
- Jalan Alor (Alor Street) itu kawasan overated karena isinya turis semua. Biarpun overated, tapi tetapi menarik buat dikunjungi kok seenggaknya sekali seumur hidup pas traveling di KL. Kunjungin aja biar tau suasananya. Harga makanan di sini emang lumayan mahal karena target utamanya turis. Satu sisi jalan didominasi restoran chinese food dan seafood, sedangkan sisi lainnya didominasi pedagang makanan kaki lima yang cukup variatif. Panipuri di Jalan Alor kurang enak kalau dibandingin sama panipuri di Batu Caves.
- Jalan-jalan ke Batu Caves itu wajib banget berangkatnya dari pagi, paling telat jam 7 pagi udah berangkat dari hotel, ya. Karena Batu Caves di siang hari itu udah panas, pengunjungnya banyak banget, monyet juga banyak. Sebaliknya, jalan-jalan dari pagi tuh suasananya masih sejuk dan tenang. Apalagi bila berniat mendaki gua yang ada di samping patung dewasanya, harus dari pagi udah naik supaya suasananya masih enak. Jangan tunggu siang baru naik karena dijamin bakal mandi keringat dan super khawatir ngadepin monyet-monyet yang hobi ngejambret barang.
- Jangan cuma ngandelin fitur QRIS MYBCA yang fitur transaksi luar negerinya udah dibuka. Emang sih QR DuitNow di Malaysia udah bisa dibayar pake MYBCA, tapi nggak jarang juga transaksi nggak berhasil lo. Sebaiknya kita tetap nyiapin beberapa alternatif, seperti uang tunai, aplikasi Touch & Go Wallet, atau alat pembayaran nontunai lainnya.
- Mydin adalah salah satu andalan saya untuk belanja oleh-oleh murah di KL. Varian cokelatnya nggak seterkenal toko-toko lain, tapi masih banyak juga yang worth it dan nggak malu-maluin untuk diberikan ke orang terdekat. Oh iya, kalau sempet sih bisa juga mampir ke Haniffa Department Store yang katanya murah juga. Sisanya, KK Mart dan 7Eleven adalah pendukung. Isi 7Eleven di KL nggak seseru 7Eleven Bangkok yang varian makanan siap saji dan camilannya beragam, tapi udah cukup untuk melengkapi oleh-oleh yang nggak ada di Mydin. Sebenarnya KK Mart dan 7Eleven saling melengkapi karena ada barang yang hanya ada di salah satu minimarket itu aja. Beberapa produk di KK Mart harganya lebih murah daripada di 7Eleven.
- Factory Outlet Store (FOS) adalah salah satu toko pakaian murah yang cocok dijadikan oleh-oleh. Lokasinya tersebar di banyak tempat, antara lain Genting Highland, Sungei Wang Plaza, dan Fahrenheit Bukit Bintang. Varian oleh-oleh paling menarik di FOS itu aneka kaos yang dijual secara bundling (isi 3) sehingga harganya lebih murah daripada beli satuan. Bahan kaosnya sejuk dan desainnya nggak norak.
Setiap perjalanan ke luar negeri pasti ngasih pengalaman baru yang belom pernah kita dapetin sebelumnya, termasuk ke KL yang dianggep biasa banget oleh sebagian orang. Jika punya rezeki berlebih dan waktu senggang, coba deh realisasikan rencana liburan ke KL supaya bisa merasakan sensasi kota besar yang beda dari Jabodetabek.


No comments