Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas
dan
bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit.
Ikhlas itu seperti ayam.
Ayamlah yang bersusah payah menghasilkan telur.
Namun, setelah digoreng “ceplok” yang dapat nama harum adalah
sapi.
Karena disebut “telur mata sapi” bukan “telur mata ayam”.
Ikhlas itu begini:
Kau rawat kepompong hingga menjadi kupu-kupu.
Meskipun kau tahu bahwa semua yang bersayap akan selalu
terbang.






