Kamu tidak perlu takut terhadap orang yang membaca banyak buku;
kamu harus takut pada orang yang hanya punya 1 buku;
menganggapnya sakral, tapi tidak pernah membacanya.
Kalau dasarnya tidak suka,
kesalahan sekecil apa pun dibesar-besarkan.
Kalau dasarnya sudah suka,
kesalahan sebesar apa pun dibenar-benarkan.
Fanatisme membawa ketidakadilan dalam menilai.
Fanatisme itu sederhana.
Ia membuat seseorang merasa paling benar,
tanpa pernah merasa perlu belajar.
Dan yang paling berbahaya dari fanatisme adalah
ia sering merasa dirinya sedang membela kebenaran.
Fanatisme adalah penjara paling halus.
Kau tidak merasa terkurung
tapi tak pernah bisa berpikir jernih.
Hanya ada satu jenis kotoran yang amat sulit dibersihkan dengan bening
ialah kebencian dan fanatisme buta yang telah melekat dalam ruh.
Orang pintar mencari bukti.
Orang fanatik mencari pembenaran.
Fanatisme dimulai ketika pertanyaan dianggap sebagai ancaman.
Orang itu kalau sudah fanatik agama, kejamnya bukan main,
kejam atas nama Tuhan, kontradiksi yang aneh sekali,
tetapi begitulah manusia.
Hidup ini bukan sinetron
di mana yang baik selalu teraniaya,
dan yang jahat selalu berbicara sendiri sambil melotot-melotot.
Manusia sulit ditebak.
Alangkah disayangkan jika kebencianmu membabi buta dan kecintaanmu fanatik,
seolah yang benar takkan pernah salah, dan sebaliknya.
Fanatisme lahir saat pertanyaan dianggap dosa,
dan rasionalisme mati saat jawaban dianggap suci.
Percakapanlah yang memelihara peradaban.
Dendam dan kemarahan menutup percakapan.
Fanatisme mulai dari situ, mendaur ulang kejahatan.
Seorang fanatik adalah
orang yang tidak bisa mengubah pikirannya
dan tidak akan mengubah topik pembicaraan.
Dia yang tidak mau bernalar adalah seorang fanatik;
dia yang tidak bisa bernalar adalah orang bodoh;
dan dia yang tidak berani berpikir adalah seorang budak.
Kata orang bijak,
jangan berbantah dengan tiga orang ini:
orang yang memihak, orang yang fanatik, dan orang yang berprasangka.
Mengagumi dan mengidolakan seseorang
jangan berlebihan hingga timbul fanatisme buta.
Siapa pun yang dianggap sebagai saingan sang idola
akan dihina dan dihujat habis-habisan.
Mereka lupa bahwa setiap manusia
mempunyai kelebihan dan kekurangan
hingga terjadi saling hina dan saling hujat.


No comments