Aku Pernah

Aku Pernah

Aku pernah mengasihi sepenuh hati

hingga akhirnya kusadari kasih itu hanya sia-sia.

 

Aku pernah merasa lega setelah mencurahkan isi hati

sebelum aku tahu bahwa cerita itu hanya beban atau angin lalu bagi orang lain.

 

Aku pernah merasa punya persahabatan yang sempurna

lalu ternyata semua sirna seiring berjalannya waktu dan berubahnya keadaan.

 

Aku pernah memiliki banyak impian besar

sampai kupahami bahwa tidak semua orang beruntung meraih mimpi-mimpinya.

 

Aku pernah menganggap orang yang kukasihi juga mengasihiku

tetapi nyatanya itu sekadar harapan kosong karena melangkah pergi begitu ringan baginya.

 

Aku pernah begitu terang-terangan menunjukkan rasa sayang

hingga kemudian aku tiba di titik tak berani membalas ungkapan sayang orang lain

karena enggan kecewa lagi.

 

Aku pernah merasa sangat berharga bagi kehidupan orang lain

lalu menghadapi fakta bahwa kehilangan aku hanya serupa angin lalu.

 

Aku pernah mengasihi sederas hujan bulan Januari

tapi ternyata orang yang kukasihi itu tidak menyukai hujan

lantas ia menghilang dengan payung barunya.

 

Aku pernah diam-diam diserang rendah diri

sebab nyatanya banyak sosok lebih hebat muncul di depan matamu

sehingga kamu amat mengaguminya.

 

Aku pernah punya banyak harapan besar dalam hidup

sebelum kusadari kalau harapan-harapan itu cuma akar dari kekecewaan.

 

Dalam hidup ini,

banyak yang pernah aku rasakan.

Dan cukup, aku tak ingin merasakannya lagi.

 

No comments