Ombak dapat mengalahkan batu karang bukan karena kekuatannya,
tetapi karena ketekunannya.
Kerasnya batu bisa terbelah karena terus-menerus terkikis air,
bayangkan kalau hati yang setiap hari tersakiti.
Terkadang manusia berbicara semudah melempar batu ke laut,
tapi dia tidak tahu sedalam apa batu itu tenggelam.
Kata-kata lembut
melunakkan hati yang lebih keras dari batu.
Kata-kata kasar
mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutra.
Memang kelihatan remeh.
Kadang, batu kecillah yang membuat kita jatuh dan tersandung
karena nggak tampak sama mata.
Kalau batu besar, jelas kita hindari dan antisipasi.
Aku hanyalah batu.
Iya, hanya diam yang kulakukan meski apa yang kulihat,
apa yang kudengar, dan apa yang kurasakan
sangat sakit pun tak akan membuatku bergerak.
Karena aku takut, aku begitu keras.
Aku takut jika seseorang akan terluka karena aku.
Untuk itu aku akan tetap diam.
Sampai seseorang datang untuk mengambilku dan melemparku
atau mungkin menghancurkanku lalu membuangku.
Sering kali kita jatuh bukan karena batu yang besar
tetapi tersandung karena batu yang kecil.
Batu karang yang hancur karena paparan air terus-menerus
Mengajarkan kamu tentang makna kerja keras.
Manusia tidak jatuh karena gunung yang tinggi,
tetapi oleh kerikil kecil.
Maka perlu berhati-hati dalam setiap langkah kita.
Kamu melewatkan permata.
Semoga beruntung saat mengumpulkan batu kerikil.
Sekecil apa pun sebuah kerikil
akan menjadi batu penghalang,
jika ia diletakkan di hadapan seseorang yang berkecil hati
dan menolak untuk mencoba melangkahinya.
Jangan pernah merasa sedih atas air mata yang berlalu,
karena bebatuan tak pernah menyesali air terjun.
Orang yang berhasil memindahkan gunung
memulainya dengan mengangkat batu-batu kecil terlebih dahulu.
Tidak semua yang dibakar api akan hangus menjadi abu.
Batu bata sengaja dibakar supaya jadi semakin keras
begitu juga dengan kehidupan kita.
Tidak semua yang menimpa kita akan menghancurkan.
Kadang sebenarnya kita sedang diuji agar jadi lebih kuat.
Kata ahli pedang,
ilmu tertinggi adalah kalau sudah bisa membelah kapas yang melayang-layang
tanpa mengubah arah gerak kapas itu.
Aneh,
ujian tertinggi bagi keahlian pedang bukanlah baja atau batu karang melainkan kapas.
Kekerasan yang telah mencapai puncaknya berubah menjadi kelembutan,
kelembutan tak bisa dikalahkan oleh kekerasan.
Kau ombak dan aku batu karang.
Kau datang dan pergi sesukamu,
sementara aku diam.
Pada akhirnya,
pertemuan kita hanya akan mengikisku hingga musnah.
Aku bukanlah pantai indah tempatmu bersandar.
Aku hanyalah batu karang yang akan memecah dan meredam ombakmu,
sebelum kau bersandar di pantai impianmu.
Akan ada saatnya,
dia yang sekuat batu karang, sekokoh tembok besar, butuh juga dikuatkan.
Butuh dirangkul kemudian diberi bisikan,
“kamu kuat, kamu pasti mampu melewati ini semua.”
Orang yang tangguh akan mampu berdiri teguh di atas batu karang,
meskipun gemuruh ombak datang menerjang
atau bahkan seluruh dunia runtuh di hadapannya.
Bagaikan sebuah batu karang keras yang tidak bergeming oleh hembusan angin.
Demikianlah orang bijaksana tidak terguncangkan dalam celaan dan pujian.
No comments