20 Quotes tentang Perahu


20 Quotes tentang Perahu

Perahuku kecil,

banyak tambalan dan sering dihantam gelombang,

tapi aku bangga masih bisa berlayar.

 

Jangan salahkan perahu

jika kau tak pandai memegang dayung.

 

Jika kamu mendayung perahu hanya di satu sisi,

ia hanya akan berputar-putar dalam lingkaran.

 

Ketika aku tahu kau adalah lautan,

tanpa ragu aku melubangi seluruh perahuku.

Sebab tenggelamku adalah cara untuk bisa bersamamu.

 

Akan kuperbaiki perahuku hingga aku bisa berlayar lagi.

Semoga angin membawaku ke tempat terbaik,

meski pernah terdampar di tempat yang salah.

 

Pada akhirnya semua berlabuh di dermaga yang sama.

Hanya saja dari perahu yang berbeda-beda.

 

Sebuah perahu tidak akan tenggelam karena air di sekitarnya,

Melainkan akan tenggelam jika air masuk ke dalamnya.

 

Apa pun yang kamu lakukan,

jangan pernah menenggelamkan perahu orang lain.

Laut masih cukup luas untuk kita semua berlayar dengan aman.

 

Tiap orang menghadapi ombaknya masing-masing.

Fokus pada perahumu,

jangan terlalu banyak mengurusi perahu orang lain

sementara perahumu hampir tenggelam.

 

Sebagian memulai perjalanan dengan perahu megah,

sementara yang lain dilempar ke laut

dan dipaksa belajar berenang atau tenggelam.

 

Aku akan bangkit sendiri,

memperbaiki perahu yang pernah kubuat,

berharap lautan menuntunku ke tujuan,

meski kemarin sempat terdampar oleh badai hebat.

 

Tidak peduli ombak besar

sebab pada akhirnya perahuku hanya memiliki dua pilihan,

melewati atau tenggelam.                                                  

 

Perahu akan selalu aman jika bersandar di dermaga.

Tapi bukan itu tujuan perahu dibuat.

 

Tugasmu hanya mendayung perahu kecilmu

sampai tujuan dengan selamat.

Bukan adu cepat dengan kapal pesiar orang lain

yang kebetulan lewat.

 

Perahu kecil yang tenggelam setelah kau tinggalkan,

kini menjadi kapal selam yang tangguh.

 

Pengalaman dan pengetahuan hanya perahu yang mengantar ke seberang.

Setelah dilewati ditinggalkan di belakang.

 

Kehidupan itu laksana lautan.

Orang yang tiada berhati-hati dalam mengayuh perahu,

memegang kemudi dan menjaga layar,

maka karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang.

Hilang di tengah samudra yang luas.

Tiada akan tercapai olehnya tanah tepi.

 

Aku ingin seperti perahu kertas.

Meski terlihat rapuh,

tapi bisa mengarungi sungai, menari di atas gelombang.

 

Tidak peduli ombak besar

sebab pada akhirnya perahuku hanya memiliki dua pilihan,

melewati atau tenggelam.

 

Sebuah perahu lazimnya berada di atas air.

Begitu pun juga permasalahan,

ia berada di atas sebuah jawaban.

 

No comments