Kamu barangkali tidak tahu. Bahkan
tidak akan pernah tahu bila tidak membaca tulisanku ini. Bahwa aku selalu
mengagumi ketangguhanmu. Perempuan yang kukasihi, yang tidak pernah tampak
lelah dan sakit selama ini. Namun sapaanmu malam itu di layar gawaiku seakan
membuat degup jantungku berhenti sejenak.
Beberapa jam itu terasa amat
lama sewaktu kamu belum membalas pesanku. Aku tidak menyangka bahwa rasa sakit
tiba-tiba yang kualami sore itu adalah sebuah firasat. Pertanda yang ditunjukkan
kepadaku kalau kamu sedang tidak berada dalam keadaan baik. Rupanya semesta
sangat memahami kedekatan hati kita. Hanya saja aku terlalu bebal untuk lekas
menyadari pertanda itu.





