10 Fakta Unik Tentang Si Doel Anak Sekolahan yang Jarang Diketahui

Si Doel Anak Sekolahan

Kalau ditanya soal sinetron favorit, jawaban saya tentu saja Si Doel Anak Sekolahan. Jauh sebelum drama Korea populer di Indonesia, Si Doel jadi serial favorit yang sarat kearifan lokal. Saya masih inget banget banyak orang buru-buru pulang usai salat tarawih di masjid karena nggak pengen ketinggalan sinetron Si Doel yang waktu itu ditayangin pas bulan Ramadan. Emang segitu kerennya sih. Si Doel Anak Sekolahan tuh cerminan Indonesia banget. Setiap adegannya terkesan sangat real dan nggak dibuat-buat. Nggak ada tuh adegan keluarga sarapan roti dan jus jeruk terus ditinggal gitu aja padahal rotinya baru dimakan satu gigitan. Ya pokoknya menurut penilaian subjektif saya sih Si Doel Anak Sekolahan the best dan saya yakin generasi baby boomer, X, dan milenial lainnya juga setuju sama saya.

Well, langsung aja deh saya mau bahas fakta-fakta unik tentang Si Doel Anak Sekolahan yang jarang diketahui orang. Saya tahu beberapa fakta ini karena udah nonton Si Doel Anak Sekolahan lebih dari 5 kali meskipun banyak adegan yang dipotong. Ada juga fakta unik yang baru saya tahu setelah berinteraksi dengan pemeran sinetron Si Doel di medsos. Ini dia fakta-faktanya:

  • Karakter Sarah (diperankan Cornelia Agatha) dikisahkan punya anjing peliharaan besar bernama Lassie di awal sinetron, tepatnya season 1 waktu baru kenalan sama Doel (diperankan Rano Karno). Saya nggak tahu persis apakah sosok si Lassie ini pernah masuk scene atau enggak. Tapi ada satu adegan saat Sarah manggil Lassie sebelum menyambut kedatangan Doel ke rumahnya.
  • Tokoh Ahong (diperankan H. Salman Al Farisi) muncul lebih dulu dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan sejak season 1, jauh sebelum kemunculan karakter Zaenab dan keluarganya lho. Pada season 1, Ahong dikisahkan sebagai orang asing (Taiwan) yang nggak bisa bahasa Indonesia tapi mau beli tanah Babe Sabeni (diperankan H. Benyamin Sueb) dengan harga murah. Tawar menawar tanah akhirnya dilakukan antara Ahong dan Hans (diperankan Adam Jagwani) karena cuma Hans yang paham bahasa Mandarin.
  • Di awal sinetron (tepatnya season 2), karakter ibunya Zaenab (diperankan Hj. Tonah) bernama Salbiah atau biasa disebut Salbiye. Eh lama-lama namanya berubah jadi Ipah. Saya juga nggak paham kapan nama emaknya Zaenab berubah jadi Ipah. Barangkali nama Ipah lebih gampang disebut dan enak didenger ya daripada Salbiah.
  • Cornelia Agatha yang sering banget beradegan nyetir mobil di Si Doel Anak Sekolahan ternyata aslinya nggak bisa nyetir. Ini saya serius, Cornelia Agatha nggak bisa nyetir tapi aktingnya nyetir itu emang meyakinkan banget kan. Saya tahu fakta menarik ini dari akun Instagram Cornelia Agatha. Karena kaget, makanya saya langsung DM Beliau bilang kalau Beliau “menghancurkan memori masa kecil” saya. Beliau pun bales DM dengan beberapa emoticon ketawa. She’s very humble ke semua orang, termasuk ke fans-fansnya.
  • Tak cuma dicitrakan sebagai anak orang kaya yang jago nyetir, Sarah juga digambarkan nggak pernah sakit. Nggak kayak karakter Zaenab yang ringkih, sakit melulu terutama kalau denger berita soal hubungan Doel dan Sarah. Satu-satunya momen Sarah terlihat kurang sehat adalah saat hamil di serial Si Doel Anak Gedongan.
  • Pernah denger nama Cecep disebut-sebut di sinetron Si Doel Anak Sekolahan ?

Cecep adalah karakter yang dikisahkan jadi suami Munaroh (diperankan Maryati Tohir). Uniknya, karakter Cecep ini nggak pernah ditampilkan secara langsung, jadi cuma disebut-sebut namanya aja. Ketidakmunculan karakter Cecep tetap konsisten sampai di film Akhir Kisah Cinta Si Doel saat Munaroh bilang ke Mandra (diperankan H. Mandra Y.S.) kalau dia sudah bercerai dengan Cecep.

  • Selain Cecep, ada satu karakter lagi yang sering disebut-sebut tapi orangnya nggak pernah muncul. Nggak lain dan nggak bukan adalah Mpok Gayong, satu-satunya tukang nasi uduk di sekitar rumah Doel. Atun sering bilang mau beli nasi uduk Mpok Gayong, tapi nggak pernah ada adegan yang nunjukkin sosok Mpok Gayong lagi jualan. Sesungguhnya Mpok Gayong adalah sosok misterius, ya.
  • Sosok Shakila yang akrab disapa Lala, tetangga baru Si Doel yang muncul nggak lama setelah Babe Sabeni wafat diperankan Sindy Dewiana. Nah, Sindy Dewiana itu juga populer lewat serial superhero Saras 008. Iya, pemeran Lala dan Saras 008 (episode 1 sampai 20) itu orang yang sama.
  • Si Doel Anak Sekolahan adalah satu-satunya sinetron yang nggak pernah mengganti para pemerannya dengan aktor aktris lain. Pokoknya selama aktor aktrisnya masih hidup, perannya akan terus dilanjutkan, misalnya bapaknya Zaenab (Encang Rohim diperankan TB. Maulana Husni) dan Mak Nyak (Mpok Lela diperankan Hj. Aminah Cendrakasih) yang diupayakan tetap ikut syuting meskipun sudah dalam kondisi sakit.
  • Fakta kesepuluh ini pernah dibahas di salah satu artikel dan menurut saya sangat menarik. Ada penikmat Si Doel Anak Sekolahan yang nyadar kalau dialek Betawi Mak Nyak dan Mandra sangat berbeda padahal mereka adik kakak. Logat Mak Nyak lebih mencerminkan dialek Betawi Dalam (kawasan Glodok, Senen, Kramat, Cilincing, dan sekitarnya) yang mengganti akhiran -a menjadi -e, misalnya kenape dan di mane. Sementara itu, Mandra justru menggunakan logat dialek Betawi Pinggiran yang dipengaruhi aksen Jawa Barat (kawasan Tangerang, Depok, Rawa Belong, Condet, Bekasi, dan sekitarnya) yang mengganti akhiran -a menjadi -ah, contohnya kenapah dan di manah. Wah, jangan-jangan Mak Nyak dan Mandra nggak tinggal serumah ya waktu kecil, makanya logat Betawinya bisa beda.

 

fakta sinetron Si Doel Anak Sekolahan

Itulah 10 fakta unik tentang Si Doel Anak Sekolahan yang masih jarang diketahui orang. Sebenernya pasti masih banyak fakta lainnya yang terlewatkan atau belum saya tahu. Semoga info ini bisa menghibur para penikmat serial Si Doel Anak Sekolahan ya.

No comments