Aku iri dengan orang yang tidak pernah mengenalmu.
Aku sangat menghargai kontribusimu,
karena tanpa kehadiranmu,
kami tidak akan pernah tahu batasan terendah dari kemampuan manusia.
Kebodohan itu milik setiap orang,
tapi kamu ingin memilikinya sendirian.
Aku mengagumi caramu menjaga pikiran tetap orisinal,
bebas dari kontaminasi logika dan pengetahuan.
Jika kebodohan adalah sebuah karya seni,
maka kamu adalah mahakaryanya.
Aku rasa, pantatmu iri dengan mulutmu,
karena mengeluarkan kotoran yang lebih busuk.
Kamu berhasil menunjukkan bahwa banyaknya kata
tidak selalu berbanding lurus dengan ketepatan berpikir.
Tidakkah kamu memiliki sedikit empati,
paling tidak kepada diri sendiri, yang paling patut dikasihani?
Untuk menghadapimu,
aku terpaksa mengosongkan otak dulu supaya setara.
Kalau kebodohan bisa diukur,
maka kebodohanmu pasti melampaui kedalaman palung mariana.
Beberapa orang belajar dari kesalahan,
kamu menjadikannya sebagai identitas.
Tuhan memberi telinga ternyata untuk melatih kesabaran
dalam mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari alat bicaramu.
Terima kasih atas atensinya.
Isi pikiranmu adalah bukti bahwa Indonesia masih belum layak merdeka.
Kamu satu-satunya orang yang mampu membuktikan
bahwa ketidaktahuan manusia bisa menuju tak terbatas dan melampauinya.
Aku berusaha memaklumi
bahwa tidak semua orang diberkahi kemampuan berpikir.
Di luar sana ada pohon yang memproduksi oksigen untukmu yang terbuang sia-sia.
Cari pohon itu dan minta maaf kepada pohon itu.
Tak pernah aku melihat manusia
yang memiliki konsisten sangat tinggi dan kuat sepertimu
dalam hal keterpurukan pola pikir.
Sepertinya otakmu terbuat dari berlian,
karena kulihat tak ada ilmu yang dapat terukir di sana.
Ada banyak cara untuk membungkam tanpa harus menyerang penampilan.
Organ dalammu sendiri saja sudah mulai melakukan tugasnya.
Idealismemu yang terlalu kaku itu
membuat nalarmu serupa karet getas.
Rapuh, tak berguna, dan cocok masuk tong sampah.
Sumber: Akun Threads @Sedih_Ketawa


No comments