20 Quotes tentang Janji

20 Quotes tentang Janji

Karena yang paling menyebalkan dari sebuah janji adalah:

membuat seseorang menanti dan berekspektasi.

 

Kadang, janji adalah kebohongan termanis.

 

Jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah

dan jangan pernah mengumbar janji ketika sedang bergembira.

 

Pilar kepemimpinan itu ada lima;

Perkataan yang benar, menyimpan rahasia,

menepati janji, senantiasa memberi nasihat, dan menunaikan amanah.

 

Mereka yang paling lamban dalam membuat janji

adalah yang paling setia dalam melaksanakannya.

 

Etika Memberi dan Menerima Oleh-Oleh


Etika Memberi dan Menerima Oleh-Oleh

Apa yang paling ditunggu-tunggu saat seseorang bepergian ke luar kota atau luar negeri?

Mayoritas orang tidak menunggu kepulangannya, melainkan oleh-olehnya. Bawa oleh-oleh sudah menjadi budaya, suatu kewajiban tidak tertulis yang sering bikin siapa pun merasa berutang kepada orang-orang terdekatnya. Padahal, nggak ada tuh yang mengharuskan kita bawa oleh-oleh. Sering kali kita sibuk mengurus diri sendiri dan orang terdekat selama perjalanan tapi masih harus repot juga ngurusin oleh-oleh.

Karena kalo nggak bawa oleh-oleh itu ngerasa nggak enak, apalagi kalo ada keluarga, temen, tetangga, rekan kerja, atau kerabat lainnya yang udah nagih oleh-oleh bahkan sebelom kita berangkat.

20 Quotes tentang Cemburu

20 Quotes tentang Cemburu

Hidup itu jangan cemburu pada keadaan orang.

Kalau kamu ayam, jangan pingin jadi burung.

Tuhan memberi fadilat pada masing-masing.

 

Aku kuat.

Hanya saja kekuatanku pasti tiba-tiba lenyap jika sedang cemburu.

Sebab cemburu selalu menyerap energi yang berlipat-lipat.

 

Jatuh hati tidak akan pernah steril dari urusan rindu, cemburu, bahkan patah hati.

 

Banyak rasa cemburu yang kupendam,

hanya karena malas bertengkar dan takut kehilangan.

 

Maaf jika aku cemburu.

Aku hanya takut kamu jadi menjadi ragu setelah menemukan seseorang yang baru.

 

20 Tanda Bahwa Kita Mulai Tua

20 Tanda Bahwa Kita Mulai Tua

Lingkaran pergaulan mengecil.

Bahkan jadi kecil banget sampe nggak layak disebut lingkaran.

Temen-temen sekolah (dan atau kuliah) yang dulunya akrab banget mulai ilang satu per satu.

Nggak jarang pula lingkaran pergaulan cuma menyisakan anggota keluarga terdekat, antara lain pasangan, anak, orang tua, dan kakak adik.

 

Hubungan merenggang bukan satu-satunya penyebab lingkaran pergaulan mengecil.

Banyak juga orang terdekat yang mati selama momen pandemi Covid-19.

Mayoritas orang yang menjadi korban jiwa dalam pandemi meninggal secara mendadak.

 

Males banget ngadepin drama kehidupan, misalnya temen yang pinjam duit ngakunya lagi seret ternyata buat pergi healing atau bos workaholic yang maksa semua bawahannya ikut kerja gila-gilaan.

Hidup terlalu indah buat ngikutin tingkah orang-orang gila di sekitar kita.

 

Orang Gila yang Lebih Manusiawi daripada Orang Waras

Orang Gila yang Lebih Manusiawi daripada Orang Waras

It’s so damn tired to dealing with people.

Saya tuh akhir-akhir ini kayak capek aja kalau harus berinteraksi dengan orang lain. Tetep interaksi sih. Tetep berusaha sopan dan bersikap humanis sih. Namun, sejujurnya saya malah jadi lebih suka berinteraksi dengan hewan. Barangkali keliatan kayak orang gila karena suka ngobrol sama kucing atau anjing. Kegilaan ini bikin happy dan enjoy, jadi ya jalanin aja. Soalnya gimana ya, mayoritas manusia modern tuh miskin attitude, nggak tahu sopan santun. Jadi rasanya malah jauh lebih happy berinteraksi sama hewan.

Sopir Taksi Online yang Bangsat

Contohnya nih beberapa minggu lalu, saya lagi beres-beres di depan rumah di hari Minggu. Sesaat kemudian ada bapak-bapak muka songong nyetir mobil MPV lalu ngomong ke saya,

“Musola di mana?”

Tanpa kata sapa, tanpa permisi, tanpa ba bi bu tiba-tiba ngomong gitu. Saya jadi terinspirasi gitu buat ngajak ribut. Jadi saya diam beberapa detik lalu jawab,