Gak perlu jadi orang baik,
kita jadi orang kaya aja biar orang pada baik.
Cinta itu kaya,
tak selayaknya ia membuatmu jadi pengemis.
Laut tetap kaya takkan kurang,
cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.
Gak perlu jadi orang baik,
kita jadi orang kaya aja biar orang pada baik.
Cinta itu kaya,
tak selayaknya ia membuatmu jadi pengemis.
Laut tetap kaya takkan kurang,
cuma hati dan budi manusia semakin dangkal dan miskin.
Meminta tolong bukan tanda kelemahan.
Butuh kerendahan hati untuk berani mengatakan
aku tidak sanggup sendirian.
Faktanya,
orang yang sering membantu
tidak akan pernah minta tolong saat dia susah.
Kurangi meminta tolong,
karena di tangan orang yang salah,
utang budimu akan diungkit secara brutal.
Bangkit tanpa rangkulan,
maju tanpa bantuan,
dan tetap tenang tanpa pelukan.
Orang yang paling tenang dalam kesendirian
adalah mereka yang dulu pernah percaya pada banyak orang.
Dukamu tidak diciptakan untuk seluruh dunia.
Terbiasalah menyelesaikannya sendiri.
Orang-orang akan segera berlalu dan pergi.
Nyeri dalam dadamu tenangkanlah sendiri.
Kunci hidup tenang:
Jangan mendengar yang tidak perlu didengar,
jangan melihat yang tidak perlu dilihat,
jangan bicara yang tidak perlu dibicarakan,
dan jangan pernah cari tahu yang tidak perlu kita tahu.
You’re a villain and you’ve just defeated the hero, but in his final moments he whispers, “they’ll never love you like they loved me”, what would you whisper back?
They only loved you because of me. Well, I don’t need to be loved.
If I wanted to be loved, I would’ve stood beside you, not against you.
You can die with their love, I’m going to live on their fear.
Halo, kamu yang kukasihi.
Ada malam-malam panjang yang kulalui sebelum terpikir
untuk menuliskan ini.
Pada akhirnya aku memilih berdiri di titik ini, tanpa siapa pun yang bernama
Tuhan, Sang Pencipta, atau berbagai istilah serupa. Bagiku, hidup terasa lebih
baik saat hulu dan muaranya kutempatkan pada diriku sendiri.
Masih terbayang jelas di benak ini ketika diriku antusias
menceritakan pilihan imanku.
Pilihan yang kemudian membawaku menemui kekecewaan demi kekecewaan akibat
harapan semu tak berujung.
Bulan Oktober 2025 lalu saya iseng mengikuti Lomba Menulis Berbasis Cerpen Objek Pemajuan Kebudayaan Provinsi Banten yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Sebenarnya menurut saya dari awal emang panduan lombanya agar absurd karena wajib memuat tentang Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Banten. Padahal, OPK-nya sangat sangat nggak familiar bagi masyarakat yang bermukim di Banten, apalagi buat warga daerah lain. Tapi namanya aturan dari yang bikin lomba ya wajib diikutin aja kan, ya.
Agama digunakan untuk menghibur orang miskin agar tidak memberontak,
sementara kekayaan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.
Kami memang orang miskin.
Di mata orang kota, kemiskinan itu kesalahan.
Lupa mereka lauk yang dimakannya itu kerja kami.
Mental miskin itu bikin miskin beneran.
Bukan soal saldo, tapi soal sikap.
Orang dengan mental miskin lebih takut kehilangan gengsi daripada kehilangan peluang.
Lebih sibuk kelihatan kaya daripada belajar cara jadi kaya.
Beli barang bukan karena perlu, tapi biar dianggap keren.
Nolak kerja keras karena malu, padahal hidupnya juga susah.
Orang miskin bukan yang memiliki sedikit,
tetapi yang selalu merasa kurang.
Bila masih ada yang bisa membuat Anda bahagia atau menderita,
itu tandanya saklar kehidupan masih dipegang orang lain.
Seorang master memegang saklarnya sendiri.
Kesedihan adalah bab penting dalam buku kehidupan
yang tidak mau dibaca oleh banyak orang.
Pengalaman dan pengetahuan hanya perahu yang mengantar ke seberang.
Setelah dilewati ditinggalkan di belakang.
Hidup mirip dengan sekolah.
Ketika badai datang, itu tandanya sedang ulangan umum.
Begitu selesai, kita naik kelas.
Usia yang terus bertambah bikin saya secara langsung atau tidak langsung kerap bersikap ya udahlah ya.
Sejatinya banyak hal di luar diri sendiri yang memang tak dapat disertai ekspektasi atau diatur sesuai kehendak pribadi.
Dulu maunya selalu dimengerti orang lain, sekarang ya udahlah ya.
Dulu ada masanya ngotot banget kalau sesuatu yang terjadi tidak sejalan dengan keinginan, sekarang ya udahlah ya.
Dulu banyak ekspektasi ke orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang diri sendiri lakukan, sekarang ya udahlah ya.
Jangan pernah ada kata mengganggu di antara kita.
Sebab,
kata mengganggu itu hanya cocok
bagi orang yang tidak punya komitmen hati yang sama.
Hanya cocok buat orang yang tidak saling butuh setiap harinya.
Sedang, aku butuh kamu, entah bagaimana denganmu.
Jika tidak bisa membantu, jangan mengganggu.
Kalau sudah merasa dihindari seseorang, jangan pernah mengganggunya lagi.
Diabetes merupakan salah satu momok menakutkan bagi masyarakat modern. Sayangnya, dampak buruk penyakit generatif tersebut kerap tak disadari khalayak ramai. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa jumlah pengidap diabetes di tanah air mencapai 19,5 juta jiwa di tahun 2024. Angka tersebut diprediksi terus melonjak bila tak ada langkah preventif serius sebagai antisipasi.
Upaya pencegahan diabetes terus digaungkan guna menekan pertambahan jumlah pengidap. Di sisi lain, pembenahan kasus diabetes patut dilakukan secara efektif untuk meminimalkan risiko komplikasi yang mengancam keselamatan nyawa. Untungnya, semakin banyak tenaga kesehatan (nakes) yang sangat peduli terhadap penanganan penyakit yang populer dengan istilah kencing manis tersebut.
Di antara sekian banyak nakes hebat yang menaruh perhatian besar pada kasus diabetes, nama I Made Aditiasthana tentu menjadi salah satu yang teristimewa. Dedikasinya dalam menangani masalah luka diabetes membuatnya berhasil meraih apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards Tahun 2024 untuk kegiatan bertajuk “Merawat Luka, Menyembuhkan Asa Pasien Diabetes”.
Kuliah di Singapura menjadi pilihan menarik siapa pun yang menginginkan pendidikan berkualitas di lingkungan multikultural, termasuk pelajar Indonesia. Negara Singa ini memang kian populer sistem pendidikan modern serta keberadaan banyak universitas standar dunia.
Selain menawarkan program akademis yang beragam, Singapura juga memiliki fasilitas teknologi canggih yang mendukung inovasi dalam berbagai bidang. Lokasinya yang dekat dengan Indonesia turut menjadikannya sebagai pilihan terbaik untuk melanjutkan studi tanpa harus jauh dari rumah.
Sistem pendidikan di Singapura dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia dengan fokus pada kualitas, efisiensi, dan relevansi untuk menghadapi tantangan global. Secara struktural, sistem ini terbagi dalam beberapa tingkatan mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Setiap jenjang dirancang untuk memaksimalkan potensi siswa sesuai kemampuan dan minat belajar.
Kurikulum di Singapura memprioritaskan pembelajaran berbasis keterampilan dengan penekanan pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Siswa diwajibkan mempelajari matematika dan sains sejak usia dini hingga jenjang pendidikan lanjutan. Hal ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah.
Utang emas boleh dibayar.
Utang budi dibawa mati.
Hindarilah berutang budi.
Di tangan yang salah, utang budimu akan jadi tagihan tanpa batas,
yang ia minta terus menerus.
Mantan kekasih persis seperti utang,
kita tidak pernah betul-betul melupakannya.
Kita hanya pura-pura melupakannya.
Kalau uang datang tapi damai pergi, itu bukan rezeki,
itu jadinya utang ke diri sendiri.
Jangan bertindak serakah
terhadap hal-hal yang tak kamu miliki dalam hidup.
Semakin kamu serakah,
maka semakin banyak pula hal yang hilang darimu.
Orang yang serakah selalu merasa miskin,
meski seluruh dunia ada di tangannya.
Pernah nggak kamu sadar, betapa sering hidup kita jadi ribet hanya karena satu hal:
kita terlalu sibuk merasa penting?
Merasa paling benar.
Merasa paling tersakiti.
Merasa paling berjasa.
Merasa paling butuh dihargai.
Dan akhirnya, merasa paling menderita.
Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata,
tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain.
Sibuk adalah satu kata
yang lebih banyak dijadikan alasan dibandingkan kenyataan
bagi sebagian orang.
Aku terlalu sibuk
dengan kesimpulan yang aku buat sendiri.
Kita semua sibuk,
tetapi tidak semua sibuknya berguna.
Orang normal kalau salah minta maaf.
Orang gila kalau salah playing victim.
Bertanyalah karena kau ingin mengerti,
bukan bertanya karena kau ingin menemukan kesalahan.
Setiap manusia punya jatah memaafkan yang berbeda-beda.
Oleh karena itu,
pastikan kau tidak membuat kesalahan yang sama berulang-ulang kali.
Seburuk-buruk manusia adalah
yang sibuk mengurusi aib atau kesalahan orang lain
ibarat seekor lalat yang hanya mencari-cari tempat yang kotor.
Diancam masuk neraka oleh orang yang belum pasti masuk surga
itu adalah komedi terbesar sepanjang sejarah manusia.
Jika surga belum pasti buat saya,
untuk apa saya mengurusi nerakamu.
Lebih baik memerintah di neraka daripada melayani di surga.
Pikiran berada di tempatnya sendiri,
dan tempat itu dapat membuat surga dari neraka,
atau neraka dari surga.
Cinta pertama acapkali dianggap sebagai anekdot kehidupan, tidak pernah serius dan tak berakhir bak kisah negeri dongeng. Namun, berapa banyak di antara kita yang belum atau bahkan tak pernah melupakan cinta pertama?
Waktu bergulir, usia bertambah, tetapi kenangan tentang cinta pertama enggan memudar, seakan baru terjadi kemarin saja.
Barangkali bukan orangnya yang membuat kita tak lupa cinta
pertama, melainkan rasanya.
Perasaan murni tak bersyarat yang hadir saat kita belum ditampar realita hidup.
Rasa pertama yang menyentuh hati bahkan ketika kita belum menyadari
keberadaannya.
Agustus 2025 ini saya berkesempatan traveling lagi ke Thailand setelah pengalaman pertama pada Agustus 2017 lalu. Delapan tahun berselang, pilihan saya masih sama, yaitu Bangkok. Tapi kali ini lebih rasanya lebih seru dan menantang karena saya memutuskan pergi sendiri tanpa tour.
Tadinya sih pengennya Malaysia jadi negara pertama yang saya kunjungi tanpa tour. Alasannya tentu saja karena ada bahasa Melayu sebagai tumpuan hidup sehingga nggak perlu terlalu banyak pake bahasa Inggris atau bahasa tarzan. Namun, saya sempat ke Malaysia di tahun 2022 untuk kedua kalinya dan sudah lama nggak ke Thailand. Maka jadilah saya memilih ke Bangkok saja tahun ini.
Traveling berdua tanpa tour rasanya nggak masalah banget setelah Ibu saya menjalani dua operasi TKR pada 2024 lalu. Kakinya sudah sembuh dan 95% normal, bahkan dirinya selalu jauh lebih sehat dan semangat dibandingkan saya kalau pergi ke luar negeri. Sempat ada sedikit masalah yang membuat saya hampir reschedule jadwal keberangkatan setelah semua akomodasi siap. Untungnya, kendala itu bisa diatasi sehingga saya jadi pergi sesuai rencana awal.
Puncak amarah itu bukan teriakan, bukan makian.
Puncak amarah adalah diam. Jauh. Dingin.
Orang yang membentak, masih peduli.
Orang yang berdebat, masih pengen diperhatiin.
Orang yang marah, masih mau mengubah.
Tapi ketika mereka diam dan menjauh tanpa alasan.
Itu bukan tenang, itu putus asa.
Kamu tak kehilangan mereka dalam satu malam.
Kalau aku mati, aku tak bisa minta dikremasi.
Atau dibuang ke laut atau dikubur biasa.
Terserah, mati bukan milikku lagi.
Semua orang berubah
dan semuanya juga terserah mau menerima atau malah menjauh.
Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku.
Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu.
Maaf, jika kata “terserah” kini jadi pilihanku.
Karena cinta,
seseorang bisa melakukan hal yang sia-sia.
Hebatnya, dia sadar tengah melakukan itu.
Perjuangan yang telah kamu kerahkan,
yang mungkin kelihatan kayak sia-sia,
sejatinya sedang tersimpan untuk hari-hari lain.
Belajar tanpa berpikir sia-sia,
Berpikir tanpa belajar berbahaya.
Berkorban tanpa dihargai
ibarat menanam bibit dalam segenggam abu
lalu mengharapkannya bertumbuh.
Semua sia-sia.
Aku mewarnai wajahku dengan tawa,
tapi di balik riasan itu, air mata mengalir deras.
Aku badut yang menghibur, tapi hatiku terluka.
Kamu terlalu sibuk jadi badut untuk membahagiakan orang lain
sehingga lupa kalau kamu juga butuh bahagia.
Ketika badut merajai sebuah tempat,
aku khawatir ia takkan menjadi raja,
tempatnyalah yang akan berubah jadi sirkus.
Sebab pada dasarnya, karakter akan lebih kuat dibandingkan status.
Cara menghormati badut adalah dengan menertawakannya.
Mari ikuti Pelatihan Data Visualization Power BI bersertifikat dari Duta Training. Materi pelatihan lengkap dan didampingi trainer berpengalaman. Call Now!
Dunia kerja adalah bidang yang menuntut setiap individu di dalamnya untuk dapat bersikap profesional, teliti, dan memegang teguh komitmen. Dalam proses kerjanya, tiap individu akan terus mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari kalangan senior atau profesional yang lebih dulu terjun di bidang tersebut.
Itulah sebabnya pembekalan berupa material penunjang yang relevan sangat penting untuk mendukung kelancaran kerja. Salah satu rekomendasi perangkat kerja sarat manfaat yang diandalkan para profesional modern adalah Power Business Intelligence (Power BI).
Sejak beberapa hari lalu Ibu saya semangat banget mau masak sayur genjer. Entah Beliau dapat inspirasi dari mana, pokoknya semangat sekali. Kemarin, pagi-pagi Beliau sudah ke pasar dekat rumah, membeli dua ikat genjer. Setelah makan siang, Beliau mulai menyiangi genjer-genjer itu. Lama sekali karena katanya ribet dan kotor. Alhasil, beliau capek dan ketiduran agak lama sampai tidak sempat olahraga sore.
Hari ini genjer itu ditumis bersama sambal terasi lalu disajikan dengan beberapa lauk lain, yaitu balakutak tumis cumi hitam dan sisa telur semur yang dihangatkan. Saat jam makan siang tiba, kami berdua pun bergegas menyantap makanan seperti biasa.
Sekadar informasi, saya ini memang agak payah mengidentifikasi ketidakberesan pada makanan, misalnya kalau makanan mulai basi atau cita rasanya nggak lazim. Harap maklum, saya dapat didikan ala VOC dari nenek semasa kecil. Jadi, makanan enak atau nggak enak, suka tau nggak suka, ya harus dimakan sampai habis karena nggak ada menu alternatif .
Kepada manusia yang sedang merayakan,
dari aku yang sedang menunggu waktu pulang.
Aku bukan siapa-siapa.
Hanya seekor kambing – atau sapi,
atau domba – yang selama ini kalian beri makan,
lalu digiring ke lapangan.
1. I loved you.
2. Married wrong person.
3. You are replaceable.
4. I’m never enough.
5. Nothing is permanent.
Pernah nggak sih, ketemu seseorang terakhir kalinya, tapi kalian nggak tahu itu pertemuan terakhir?
Itulah yang disebut “The Last Meeting Theory”.
Bedanya sama ghosting? Ya beda banget.
Secara sederhana, the last meeting theory bisa didefinisikan sebagai perjumpaan akhir kita dengan seseorang karena tujuan atau maksud pertemuan ternyata sudah tercapai seutuhnya. Hal tersebut membuat semesta mengatur pertemuan terakhir antara kita dan orang itu tanpa disadari.
Ini bukan teori ilmiah, tapi istilah emosional.
Kita sering nggak sadar:
Obrolan terakhir.
Pelukan terakhir.
Tiram tidak dilahirkan untuk menghasilkan mutiara.
Itu bukan misi hidupnya.
Itu bukan tujuan asalnya.
Mutiara hanya wujud apabila tiram terganggu,
terganggu apabila benda asing seperti pasir, serpihan, atau parasit
masuk ke dalam tubuhnya secara senyap.
Saya sedang naik pitam saat membuat tulisan ini. Jadi ceritanya sehari lalu Ibu saya ikut kelas poundfit yang diadakan di salah satu mal. Meskipun masih di area Tangerang, lokasinya agak jauh dari rumah. Namun, soal olahraga tentu saya tak akan melarang karena kegiatan itu jelas baik untuk kesehatan.
Ibu saya mendapatkan info acara tersebut dari salah seorang teman poundfit satu sanggar yang juga pelanggan usahanya, selanjutnya kita sebut saja Tika. Mereka rencananya naik taksi online dan saya diminta ikut, tapi saya tolak. Hari libur usaha yang seminggu sekali itu buat saya adalah self healing karena tak perlu bermanis-manis dengan pelanggan. Jadi, tentu saja saya nggak mau ikut karena ingin mengisi hari libur dengan kegiatan yang menurut saya menyenangkan.
"Day-dreamer, Night-thinker, Black Enthusiast, Fulltime Freelancer."